Perpecahan Menghalangi Turunnya Pertolongan Allah

Perpecahan Menghalangi Turunnya Pertolongan Allah

“Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmua” (QS 47:7).

Rasulullah menyampaikan, bahwa jika Allah sudah menentukan suatu ketetapan, maka ketetapan itu tidak dapat dibatalkan, bahwa Allah tidak akan membiarkan umat Islam dikuasai oleh musuh mereka, kecuali kalau di antara umat islam sendikri timbul pertentangan, sehingga satu sama lain saling menghancurkan (Simak “Tafsir Ibnu Katsir”, jilid II, hal 144, “Zaadul Mi’ad”, jilid I, hal 90).

Umat Islam tak akan hancur karena bencana kelaparan yang berkepanjangan, karena dikuasai oleh musuh Islam, tapi akan hancur karena kekuatan dari dalam sendiri. Pertolongan allah terhalang oleh karena perpecahan umat. Segala perjuangan umat Islam yang dilakukan tidak menggunakan Islam sebagai cara, program dan perjuangananya tidak akan mendapatkan pertolongan Allah (WESTAFET, No.36, Th.IV, Oktober 1988, hal 32, “Bila Kehancuran Yahudi”).

Karena mulai selisih tentang siapa yang lebih berhak akan jadi ganti Rasulullah menjadi Khalifah Rasulullah, maka jenazah Rasulullah saw terlambat menguburkan beliau selama dua hari. Dan kemudian itu terjadi pertunmpahan darah yang hebat, memusnahkan berpuluh ribu pemeluk Islam karena perperangan saudara di antara Ali dan Mu’awiyah. Kemudian itu timbul pertentangan kaum Khawarij dengan kaum Syi’ah. Dan di zan Daulat Bani Abbas, telah terjadi pula berkali-kali pertumpahan darah di antara sesama pemeluk paham Sunni dalam perkara-perkara kecil yang sepatutnya tidak menjadi pangkal selisih.

Jatuhnya Kerajaan Bani Abbas di Baghdad, diserang, dijarah, dijajah oleh bangsa Mongol, karena Khalaifahnya orang Sunni, dan wazir besarnya (Perdana Menterinya) orang Syi’ah. Sejarah mengatakan bahwa wazir al Aiqani itulah yang membuka rahasia pertahanan aghdad kepada Hulago Khan, sehingga Baghdad diserbu dan dihancurkqan, dan Khaliah dibunuh dan akhirnya wazir itu sendiri dibunuh pula.

Di Baghdad pernah terjadi bunuh membunuh di antara pemeluk Islam Mazhab Syafi’I dengan pemeluk Mazhab Hanqafi karena perkara menjaharkan Bismillah. Perkelahian penganut mazhab Syafi’I dengan Mazhab Hanfi telah sampai menghancurleburkan negeri Meru sebagai pusat ibukota wilayah Khurasan.

Di abad ke 15, amat hebat pertarungan Kerajaan Turki dan Kerajaan Iran dan dengan terang-terang kedua pihak mengatakan bahwa mereka berperang adalah karena mempertahankan kesucian Mazhab mereka masing-masing, sebab Turki adalah Sunni Hanafi, dan Iran Syi’ah. Di dalam abad ke 19, Kerajaan Turki menyuruh Muhammad Ali Pasya Penguasa Negeri Mesir memerangi penganut faham Wahabi di Tanah Arab. Untuk ini dibuat propaganda di seluruh Dunia Islam, bahwa Wahabi itu telah keluar dari garis Islam yang benar, sehingga sisa dakinya sampai sekarang masih bersisa dalam otak golongan tua dalam Islam (Prof Dr Hamka : “Tafsir AlAzhar”, 1984, juzuk 3, hal 9-10).

Bertahun-tahun terjadi perang antara Irak dengan Iran. Kemudian terjadi Perang Teluk I antara Irak dan Kuwait yang dibantu oleh Saudi Arabia dan Amerika Serikat. Sepuluh tahun kemudian terjadi Perang Teluk II antara Irak dan Amerika Serikat dengan sekutunya. Kuwait dan Turki termasuk sekutu dan pendukung Amerika Serikat. Umat Islam di seluruh dunia dimanfa’atkan oleh negara Adidaya untuk saling bakuhantam sesama mereka untuk kepentingan neara Adidaya.

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s