Belajar mengenal filsafat Pancasila

Belajar mengenal filsafat Pancasila
Catatan serbaneka asrir pasir (Asrir Sutanmaradj
Segala sesuatu umumnya dimulai oleh seorang ahli pikir. Segala macam pekerjaan konstruktif yang diciptakan di atas dunia ini adalah hasil pekerjaan beberapa orang (Herbert N Casson : “Kunci Rahasia Perusahaan”, W van Hoeve, Bandung, 1953, hal 13, 37).
Perubahan dan kemajuan sebuah bangsa selalu diinspirasikan dan digerakkan oleh pribadi-pribadi unggul dalam berbagai profesi dan bidang kehidupan (Komaruddin Hidayat : “Memadukan Pribadi-Pribadi Unggul”, KOMPAS, Sabtu, 4 Februari 2004, hal 7, Opini).
Filsafat berawal, berkembang berdasarkan ajaran seseorang atau beberapa tokoh pemikir filsafat itu (Ada Marxisme, Darwinisme, Leninisme, Maoisme, Sukarnoisme, Jawaisme, dan lain-lain).
(Barat setiap abad kaya dengan ilmuwan.
The 17th Century Philosopher [“The Age of Reason”, by Stuart Hamphire, A Mentor Book, USA] : Galileo, Bacon, Descartes, Hobbes, Pascal, Spinoza, Leibnitz.
The 18th Century Philosofhers [“The Age of Enligtment”, by Isiah Berlin, A Mentor Book, USA] : John Lock [1632-1704], Berkeley, David Hume [1711-1776], Voltaire [1694-1778], Reid, Condillac.
The 19th Century Philosopher [“The Age of Ideology”, by Henry D Aiken, A Mentor Book, USA, 1957] : Immanuel Kant [1724-1804], Johann Gottlieb Fichte [1762-1814], George Wilhelm Friedrich Hegel [1770-1831], Arthur Schopenhower [1788-1860], August Comte [1798-1857], John Stuart Mill [1806-1873], Herbert Spencer [1820-1903], Karl Marx [1818-1883], Friedrick Nietsche [1844-1900], Soren Kierkegaard [1813-1855), Ernest Mach [1838-1916].
The 20th Century Philosopers [“The Age of Analysis”, by Morton White, A Mentor Book, USA, 1956] : GE Moore [1873- ], Benedetto Croce [1866-1952], George Santayaana [1863-1952], Henri Bergson [1859-1941], Alfred Nort Whitehead [1861-1947], Edmund Husserl [1859-193], Jean-Paul Sartre [1905- ], Charles Sanders Pierce [1839-1914], William James [1842-1910], John Dewey [1859-1952], Betrand Russel [1872- ], Rudolf Carnap [1892- ], Ludwig Wittgenstein [1889-1951].)

Objek filsafat, yang direnungkan, dipikirkan, dipelajari, diselidiki, dinalisa oleh Ahli Filsafat (Filosof) beragam, antara lain : apakah hakekat alam semesta ini, dari mana dan bagaimana semesta itu terjadi, apa sesungguhnya tujuan hidup manusia, mengapa ada kematian dan apa yang terjadi sesudah mati, apakah sumber kebenaran semesta itni, apakah makna Tuhan itu. (Semuanya tak dapat dijawab oleh Pancasila, hanya bisa dijawab oleh Islam saja).

Filsafat, filosofi, wijsbegeerte bermakna Ilmu Hakekat, Induk Sains. Melvil Dewey dalam Sistem Persepuluhan (Klassifikasi Decimal : Dewy Decimal Classification)-nya membagi Filsafat atas sepuluh bagian : Filsafat Umum, Metafisika/Ontologi, Pengetahuan/Epistemologi, Psikologi popular, Filsafat Khusus, Psikologi mUmum, Logika/Aziologi, Filsafat Kuno, Filsafat Barat Modern. Metafisika terbagi lagi atas sepuluh bagian : Ontologi (teori hakikat), penggolongan ilmu pengetahuan, Kosmologi, Ruang, Waktu, Gerak, Zat dan Bentuk, Kekuatan dan Tenaga, Bilangan dan Kuantitas. Pengetahuan terbagi lagi atas sepuluh bagian : Epistemologi (Cara Berpikir), Kausalitas, Kebebasan dan Keharusan, Teleologi, Terbatas dan Tidak Terbatyas, Kesadaran dan Kepribadia, Tak sadar dan Bawah Sadar, Manusia, Jiwa. Etika terbagi lagi atas sepuluh bagian : Sistem dan Doktrin, Etika Politik, , Etika Hubungan Keluarga, Etika Jabatan dan Profesi, Etika Rekreasi, Etika Seksuil, Etika Hubungan Sosial, Etika Pantangan dan Narkoba, Etika lain (Kini Hidup Tak Perlu Lagi Beretika. Ini Realitas).Filsafat Khusus terbagi lagi atas sepuluh bagian : Idealisme/Siritualisme, Filsafat yang bersifat kritik, Intusionisme, Humanisme, Idiologidan Sensionalisme, Naturalisme [ Dinamisme, Materialisme/Kapitalisme, Posistivisme, Evolusionisme/Darwinisme], Pantheisme [Monisme, Pluralisme, Dualisme], Liberalisme-Sinkretisme-Sekularisme-Tradisionalisme-Jawaisme, Lain-Lain. Tak tahu, Pancasla termasuk di mana ?

Prof Dr MJ Langeveld dalam bukunya “Menuju Kepemikiran Filsafat” membahas tentang : Masalah Pengetahuan (Kebenaran, Logika, Teori Pengetahuan), Metafisika, Teori Nilai/Etika, Manusia.
Pada awalnya Pancasila itu adalah formulasi (perumusan) dari gagasan Ir Soekarno yang diperkenalkannya pada hari keempat sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945 tentang dasar Indonesia Merdeka yang kemudian diterima dalam Piagam Jakarta, dan yang selanjutnya direvisi dalam Pembukaan UUD-45.
Pada bagian akhir pidatonya, atas petunjuk seorang ahli bahasa, Ir Soekarno mengusulkan Pancasila sebagai nama bagi rancangan Dasar Negara Indonesia Merdeka yang dikemukakannya. Tapi para pendiri Negara Republik Indonesia tak pernah memutuskan memberikan nama Pancasila bagi Dasar Negara Republik Indonesia.
Ide (gagasan) ini dipungut Ir Soekarno dari ajaran Ernest Renan, Otto Bauer, a Baars, Gandhi, Sun Yat Sen, Jean Jaaures, dan bukan dipungut dari Nagara kertagama, Sutasoma, Sriwijaya, Majapahit.
Pancasila pun merupakan bentuk baru dari sinkretisme yang berupaya mempersatukan Islam, Nasionalis/sekuler, Sosialis/Komunis (NASAMARX-NASAKOM). Khams Qanun yang dimiliki Gerakan Freemansory dan Zionis internasional terdiri dari Monotheisme, Nasionalisme, Humanisme, Demokratisme, Sosialisme, yang berasal dari Syer Talmud Qaballa XI:45-46 (RISALAH, No.10, Th XXII, Januari 1985, hal 53-54 : “Plotisma, apa itu ?”, oleh Em’s).
(Simak antara lain Prof Dardji Darmodihardjo SH cs : “Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi”, terbitan Laboratorium Pancasila IKIP Malaang, 1989, hal 9-21, Bab II, Filsafat Pancasila; Prof Dr MJ Langeveld :Menuju Kepemikirn Filsafat”, Pembangunan, 1959)

Bekasi 1202250715

Pendidikan kepioniran

Dimana pun, kapan pun, di bidang kehidupan apa pun senantiasa dibutuhkan pionir-pionir, pelopor-pelopor, perintis-perintis. Aktivitas para pionir, pelopor, perintis akan memotivasi, mendorong, menulari orang-orang yang berada di sekitarnya, di sekelilingnya untuk aktif bergerak merubah nasib, harkat, martabat, kondisi sosial ekonomi mereka. Langsung maupun tak langsung sangat dibutuhkan pendidikan kepioniran, baik formal maupun informal. Namun sayang tak pernah terlihat, tercatat dalam sejarah tentang pendidikan kepioniran dan bagaimana kurikulum pendidikannya.

Segala sesuatu umumnya dimulai oleh satu orang ahli pikir. Segala macam pekerjaan konstruktif yang diciptakan di atas dunia ini adalah hasil pekerjaan beberapa orang yang biasanya harus pula berhadapan dengan bermacam-macam tentang yang aktif dari orang banyak itu (Herbert N Casson : “Kunci Rahasia Perusahan”, terbitan w van Hoeve, Bandung, 1953:13,37).

Perubahan dan kemajuan sebuah bangsa selalu diinspirasikan dan digerakkan oleh pribadi-pribadi unggul dalam berbagai profesi dan bidang kehidupan (Komaruddin Hidayat : “Memadukan Pribadi-Pribadi Unggul”, KOMPAS, Sabtu, 4 Februari 2004, hal 7, Opini).

Di antara sosok pionir ini dapat disimak antara lain dalam buku Egon Larsen “Kisah Penemuan Dari Masa Ke Masa” (A History of Invention) (terbitan Djambatan, Jakarta, 1978), buku Trevor Horner “Bagaimana Awalnya Viagra Ditemukan, dan Mengapa Mumi Memakai Gigi Palsu ?” (Bagaimana Dunia Bekerja Dan Berakhir Dengan Menghasilkan Sesuatu) (terbitan Ufuk Press, Jakarta, 2008) (MEDIA INDONESIA, Sabtu, 13 Desember 2008, hal 15, Galeri).

Barangkali Mohammad Syafe’i dengan INS (boarding school) nya di Kayutanam, Sumatera Barat dapat dipandang sebagai pelopor, perintis, pediri pendidikan kepioniran. Namun sayang INS tersebut tak berumur panjang dan tak ada yang melanjutkan apa yang telah dirintis oleh Mohammad Syafe’i.

Tanpa munculnya pionir-pionir, mustahil terjadi kemajuan. Kemajuan itu adalah hasil dari para pionir, baik langsung, mau pun tak langsung. Di mana tak ada sang ponir, maka masyarakat tetap saja dalam ketertinggalan.

Pionir-pionir itu akan diikuti oleh orang-orang sekitar, orang-orang sekeliling dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Diharapkan kiranya ada orang-orang yang peduli agar lahir pionir-pionir di segala aktivitas bidang kehidupan.

(BKS0812151645)

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s