Butir-butir pelajaran dari Surat Yasin

Catatan serbaneka asrir pasir
Butir-butir pelajaran dari Surat Yasin
Ayat-ayat KeMahaan Allah (Fenomena alam) : Terjadinya hujan, suburnya tanah gersang, tumbuhnya tanaman, siap sajinya santapan, memancarnya mata air (QS 36:33-35), berpasang-pasangannya makhluk hidup, ciptaan baru (QS 36:36), silih bergantinya malam dan siang, beredarnya matahari, bulan pada garis edarnya masing-masing (QS 36:37-40), berlayarnya bahtera di lautan, terciptanya berbagai maam alat transportasi (QS 36:41-42), terjadinya, berkembangbiaknya binatang ternak (QS 36:71), patuh tunduknya binatang-binatang pada kemauan manusia (QS 36:72), diperolehnya makanan, minuman, pakaian, kendaraan bagi manusia (QS 36:72-73), terjadinya manusia (36:77-78,81), terjadinya nyala api (QS 36:80), terjadinya langit dan bumi (QS 36:81), panjang umurnya manusia menimbulkan kepikunan (QS 36:68), terjadinya kelahiran dan kematian (QS 36:12).
Proses kejadian egala sesuatu tunduk pada program, rancangan, ketentuan, ketetapan, disain, takdir, sunnah Allah (QS 36:82).
Watak manusia itu suka menolak, menyangkal, menyanggah ayat-ayat, peringatan-peringatan Allah (QS 36:46).
Rahmat, nikmat Allah itu sungguh tak terkira pada manusia (QS 36:44).
Seruan Allah kepada manuia adalah agara bertakwa kepada Allah (QS 36:45), membelanjakan sebagian rezki untuk kepentingan bersama (QS 36:47), hanya menyembah Allah saja, tiak menyembah setan (QS 36:60-61).
Setan itu adalah musuh manusia, selal berupaya menyesatkan sebagian besar manusia (QS 36:62).
Sungguh tak pantas menyembah yang selain Allah. Tak pantas mempersekutukan Allah. Hanyalah Allah saja yang berhak diibadahi (QS 36:22-23). Yang selain Allah tak memiliki kekuatan, kemampuan apapun, tak dapat dimintakan bantuan, pertolongannya untuk menyelamatkan diri dari siksa, azab Allah (QS 36:23). Hanyalah Allah saja yang memiliki kemampuan menolong menyelamatkan manusia (QS 36:43).
Rekaman amal perbuatan masing-masing manusia tersimpan dalam File Induk (QS 36:12).
Muhammad itu pesuruh, rasul Allah, pembawa risalah (QS 36:3), bukan penyair, penyajak, novelis, pemusik, penyanyi (QS 36:69).
Rasul-rasul Allah dalam menyampaiakan risalah Ilahi tak pernah mengharapkan, meminta imbalan (QS 36:21).
Keyakinan kerasulan itu disadari para Rasul (QS 36:16). Rasul itu beriman akan firman Allah.
Kewajiban Rasul itu menyampaikan, membacakan ayat-ayat, peringatan-peringatan Allah (QS 36:17), tak pernah menyembunyikan.
Quran itu diturunkan oleh Allah (QS 36:5), mengandung hikmah (QS 36:2), hudan (petunjuk) bagi orang takwa, pedoman hidup (way of life), nudzur (peringatan) bagi yang lalai (yang lupa akan ayat-ayat, peringatan-peringatan Allah, agar sadar, ingat kembali (QS 36:6), dzikir (pelajaran), tibyan (penerang) (QS 36:69).
Peringatan Quran itu berguna bagi nuraninya, pendengarannya, penglihatannya terbuka, bebas, tak antipasti terhadap kebenaran, yang mau berpikir, yang takut kepada Allah (QS 36:11).
Ingatlah, hati-hatilah, waspadalah dalam hidup. Semua amal perbuatan dalam hidup terekam, tercatat, tersimpan dalam File Induk (Master File) (QS 36:12). Semua yang hidup pasti mati, yang mati tak pernah kembali ke dunia (QS 36:31). Semua kita ini akan digiring, dikumpulkan Allah nanti pada Hari Perhitungan (QS 36:32).
Imbalan iman itu mendapat ampunan Allah, hapusnya dosa, menerima pahala, surganya Allah (QS 36:11).
Persepsi kufur menolak manusia sebagai Rasul Allah (QS 36:15), memandang manusia Rasul Allah itu sebagai membawa kesialan (QS 36:18), menolak membelanjakan sebagian rezkinya untuk kepentingan bersama, memandang bahwa : “Jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberi makan orang melarat (QS 36:47).
Kesialan kufur itu adalah karena kesalahan persepsi (QS 36:19).
Perbuatan kufur, syirik itu adalah perbuatan sesat (QS 36:24).
Sikap kufur itu menyembah yang selain Allah, minta pertolongan keselamatan kepada yang selain Allah (QS 36:74-75), menolak, menyangkal, menyanggah adanya Hari Perhitungan (QS 36:78).
Risiko kufur itu tk mau beriman kepada ayat-ayat Allah, nurani, pendengarannya, penglihatannya tertutup, terbelenggu (QS 36:8-9), tak menemukan kebenaran, menolak kebenaran, keras kepala, cuek terhadap peringatan Allah (QS 36:10), tak mau menerima kebenaran, hidup dalam penyesalan (QS 36:30).
Suasana kiamat : sangkakala berbunyi (QS 36:51-53), bumi bergoncang, mengeluarkan isinya, manusia keluar dari kuburnya (QS 36:51), manusia bertanya-tanya apa yang terjadi (QS 36:52), suasana keadilan hari pembalasan (QS 36:54).
Penghuni srga hidup dalam kenikmatan yang tak pernah terbayangkan ketika di dunia (QS 36:55-59).
Suasana neraka : anggota tubuh penghuninya memberikan kesaksian atas amal perbuatan yang dilaksanakannya di dunia (QS 36:65).
Penghuni neraka adalah yang kufur, menola, menyangkal, menyanggah ayat-ayat, peingatan-peringatan Allah (QS 36:63-64).
(Simak antara lain :
– “Terjemah Yasin dalam bahasa Indonesia, Inggeris, Belanda”, oleh Fajar Shadiq.
– – “Tafsir Surat Yasin” oleh H Zainal Abidin Ahmad, terbitan Bulan Bintang, Jakarta, 1978.
– “Tafsir Surat Yasin” oleh AsySyaikh Hamaami Zaadah, terbitan Toko Kitab Mesir, Cirebon.
(written by sicumpaz@gmail.com at BKS0505240615)

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s