Taktik taqiyah

Taktik taqiyah

Ketika menafsirkan ayat QS Ali Imran 3:28, tentang larangan orang mukmin mengambil orang kafir sebagai pemimpin, Prof Dr Hamka mengangkat topik taqiyah. Taqiyah bagi kaum Syi’ah adalah siasat yang berencana. Taqiyah adalah sikap lunak-lembut kepada musuh seolah-olah tunduk dan menyerah, karena musuh itu lebih kuat. Kepala selalu teangguk-angguk merupakan setuju, padahal hati bukan setuju. Mulut senantiasa tersenyum sehingga musuh yang kafir itu menyangka bahwa si mukmin telah tunduk, pada hal hatinya bukan tunduk. Tetapi kalau ada orang Islam yang menyerah kepada akekuasaan kafir, sampai kerjasama atau membantu kafir, padahal tidak ada rencana hendak terus menumbangkan kerajaan kafir itu, bukanlah itu taqiyah, tetapi menggadaikan diri sendiri kepada musuh.

Yang tidak memahami ajaran Islam menyamakan saja sikap taqiyah begini dengan munafik. Padahal munafik ialah bermulut manis, bersikap lembut dan senyum-senyum di dalam menyembunyikan pendirian yang salah, yang kufur.Orang munafik itu berkata dusta. Yang dikatakan tidak dari hati.

Tetapi kalau yakin di pihak yang benar, dalam lingkungan hukum-hukum Allah dan Rasul, seang musuh kuat, sehingga tidak kuat bertindak menentang musuh Tuhan itu, kalau menunjukkan muka manis dan mengangguk-angguk, bukanlah munafik nanamya, melainkan taqiyah (“Tafsir Al-Azhar”, III, 1984:149).

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s