Tayangan Kuliah Subuh

Tayangan Kuliah Subuh

Penata, penyelenggara tayangan Kuliah Subuh (TPI), Hikmah Fajar (RCTI), Di Ambang Fajar (SCTV), Mutiara Subuh (Anteve), Fajar Imani (INDOSIAR) seyogianya mengambil prakarsa merintis pertemuan rutin secara berkala antar penata, penyelenggara Kuliah Subuh dan yang semacam itu untuk membicarakan, membahas, merumuskan, merancang pola dakwah subuh yang efektif, yang persuasif, yang totalitas, untuk masa-masa yang akan datang. Antar penata/penyelenggara kiranya dapat menyusun jadwal tayangan Kuliah Subuh terpadu yang tidak tumpang tindih satu sama lain. Misalnya semua penata, penyelenggara menyepakati terlebih dahulu beberap bidang kuliah, seperti Tata Hukum, Tata Negara, Tata Niaga, Tata Rancangbangun, Tata Budaya, Tata kerama. Untuk setiap bidang kuliah diupayakan da’i spesialis yang pakar di bidang kuliah tersebut. Masing-masing bidang studi digilir agar tak tumpang tindih antar tayangan yang satu dengan tayangan yang lain.

Ummat ini sangat memerlukan tuntunan yang praktis aplikatif. Misalnya da’i spesialis Tata Niaga hendaknya dapat menjelaskan secara mudah dan populer bahwa setiap orang berkewajiban berusaha sesuai dengan kemampuan dan ketrampilannya amasing-masing untuk mendapatkan rezeki, penghasilan, pendapatan untuk menafkahi diri dan keluarganya. Dan setiap orang harus ridha menerima jatah rezekinya sesuai dengan yang ditetapkan oleh Yang Maha Pemberi Rezeki. Yang kebagian sedikit agar tidak bersikap iri, dengki, kesal, dongkol, dan yang kebagian banyak agar tidak angkuh, congkak, pongah, boros, zalim. Semuanya bersaudara. Semuanya harus saling tolong menolong, saling bantu membantu satu sama lain, mengikuti tuntunan “ta’awanu ‘alal birri wat-taqwa”. Melalui saluran, jalur, lembaga yang dibenarkan, maka yang berkelebihan rezeki harus membantu, menolong, mencarikan jalan bagi yang mengalami kesulitan mengenai permodalan, tenaga kerja, pemasaran, management, dan lain-lain hal berkenaan teknis-operatif-administratif. Serta mengikuti tuntunan “wa la ta’awanu ‘alal itsmi wal-‘udwan”, semacam konspirasi, kolusi, korupsi, monopoli, kompetisi, spekulasi, riba, bursa, komersialisasi jabatan, intimidasi, provokasi, agitasi, dan lain-lain. (Bks 27-3-98).

14 Fatwa dan Mufti di Mimbar Dakwah

Bilamana seseorang tidak mengetahui sesuatu persoalan, maka ia disuruh menanyakan kepada ahlinya. Ahli Hukum Agama Islam disebut Ahli Fikih, atau dikenal juga dengan julukan Mufti (orang yang mengeluarkan fatwa). Seorang Mufti mengerti betul akan masalah Fikih (Hukum Agama Islam), Seperti man yang halal, haram, wajib, sunat, rukhshah, sah, batal, riba, judi, najis, azlam, ashnam, dan lain-lain. Dalam upaya memelihara agama Islam, agar tidak sembarang orang gampang mengeluarkan fatwa, maka ulama menetapkan beberapa syarat yang harus dimiliki seorang Mufti, antara lain mengerti betul akan ayat-ayat hukum, asbab nuzulnya, tafsirnya, hadits-hadits hukum, asbab wurudnya, rijal haditsnya, kaidah-kaidah ushul fikih, cabang-cabang fikih, ijma’, khilafiyah imam, madzhab-madzhab fikih, nasikh-mansukh, ilmu lughah, nahu-saraf, bayan, ma’ani, isti’arah, badi’, balaghah, dan lain-lain.

Seorang Mufti, bila ditanya tentang sesuatu masalah yang tak dikuasainya, maka ia tidak merasa malu menyatakan “Saya belum mengetahuinya”. Jika masalah yang ditanyakan itu kebetulan masalah rawan, maka ia tak segan minta ma’af menolak memberikan jawaban, serta mengemukakan hal-hal yang lebih baik diketahui oleh si penanya itu.

Kiranya dalam acara-acara mutiara/hikmah/mimbar Dakwah tahun-tahun yang akan datang, yang akan memberikan jawaban atas pertanyaan yang berhubungan dengan Hukum Agama Islam, terbatas dari kalangan Ahli Fikih atau Mufti yang zuhud, wara’, tawadhu’, sehingga jawaban tidak “ngambang”. Agar sasaran, tujuan (goal) dakwah tercapai, maka progamnya haruslah : terkalkulasi (measurable, ihtisaaban), terjadwal (time frame), tertantang (chalange), terlaksana (apllicable), realistis. (Bks 14-2-96).

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s