Jika mengundang setan

Jika mengundang setan

Jangan sekali-kali mengundang setan, membiarkan setan masuk datang bertandang berkunjung, apalagi sengaja berteman berbaikan mengikuti setan. Setan itu bukanlah teman, bukanlah kawan, tetapi lawan, musuh seterang-terangnya (QS 25:29, 17:53, 12:5, 43:62, 35:6). Jika mengundang setan, maka terjadi bencana, malapetaka besar, kerusakan, kekacauan, kerusuhan, keresahan. Terjadi kerusakan mental, kerusakan moral, kerusakan kultural, kerusaakan sosial, kerusakan politik, kerusakan ekonomi, kerusakan hukum, kerusakan hutan, kerusakan laut, dan beragai macam kerusakan lain. Setan menginginkan merajalelanya kesesatan, penyimpangan (QS 4:60), kejahatan, kemungkaran (QS 2:268, 24:21), permusuhan, pertentangan, pertikaian, pertengkaran (QS 5:91). Islam mengingatkan agar “janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar” (QS 24:21), agar “janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapamu dari surga” (QS 7:27), agar “janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh syaitan, sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu” (QS 43:620.

Sarana dan prasarana yang digunakan oleh setan untuk menggelincirkan, menyelewengkan, menyesatkan, untuk menimbulkan kerusakan, kekacauan, kerusuhan, keresahan berbagai macam rupa, berbagai macam bentuk. Di antaranya berbentuk khamar, tuak, miras, narkotika, opium, candu, madat, maisir, judi, anshaab, patung, berhala, azlam, ramalan, horoskop, dan lain-lain. Islam mengingatkan, bahwa “sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan aanak panah, adalah perbuatan akeji, termasuk perbuatan syaitan, maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan” (QS 5:91), bahwa “sesungguhnya syaitan itubermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, lantaran (meminum0 khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu) (QS 5:91).

Setan gigih menyebarkan judi dan miras, menyebarkan perzinaan, menyebarkan bid’ah, menganjurkan riya, menganjurkan kikir dan boros, menganjurkan melebih-lebihkan (ifrath) dan mengurang-ngurangkan (tafrith), menganjurkan berlebih-lebihan (ghuluw), dan berkurang-kurangan (taqshir), menganjurkan taqlid sesat, menganjurkan memisahkan dunia dan akhirat, menyamakan riba dan niaga, menyamakan zina dan nikah, menghiasi berhala, membawa syirik, memperalat perempuan, memperalat tukang tenung, dan lain-lain (Md Ali al-Hamidi : “Godaan Syetan”, 1984).

Setan bersarang, berkumpul, berkerumun di mana-mana. Di al-hammaam (kamar mandi), di al-aswaaq (pasar), di ath-thurq (jalanan), pada al-muskir (miras), pada al-mazaamiir (kidung), pada asy-syi’ri (tembang), pada al-wasymi 9tato), pada al-kadzib (kebohongan), pada an-nisaa (wanita) (imam Ghazali : “Rahasia Hati”, 1985:116-117). Semua jalur dimanfa’atkan setan sebagai media. Jalur tayangan televisi, tempat hiburan, jumpa idodla, tatanan ekonomi, industri, transaksi bisnis, investasi modal, tenaga kerja, tatanan politik, tatanan hukum, dan lain-lain. Setan merambat, menjalar, mengalir ke sekujur tubuh bangsa, ummat, masyarakat. Tak ada ruang yang tersisa bagi setan. “Sesungguhnya syaitan itu berjalan dalam diri manusia menurut perjalanan darahnya” (HR Bukhari dan Muslim)).

Karena mengundang setan dengan berbusana mini, serba terbuka, yang atas mengkerut ke bawah, yang bawah mengkerut ke atas, yang memerkan aurat (sex appeal), maka terjadilah perzinaan, perkosaan, pelecehan seksual. Berlanjut dengan hamil karena kecelakaan, atau bermuara pada abortus, pengguguran kandungan. Atau mungkin juga sampai ke meja hijau, seperti kasus TKW di Timur Tengah (KOMPAS, Sabtu, 17 Maret 2001, hal7). Karena mengundang setan dalam pergaulan bebas antara pria dan wanita, dalam bentuk jumpa artis dan penggemar, maka terjadilah suasana histeris, kacaua balau, bahkan sampai menelan korban jiwa yang terinjak-injak, seperti dalam kasus jumpa fans eiwan (Tabloid NOVA, No.682/XIV – 25 Maret 2001, hal 4-5, Peristiwa)

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s