Sikap pandang Umat Islam

Sikap pandang Umat Islam

“Lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara amereka ada pula yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan idzin Allah” (QS Faathir 35:32). Ada yang lebih banyak kesalahannya dari pada kebaikannya. Ada yang kebaikannya sebanding dengan kesalahannya. Ada yang kebaikannya amat banyak dan amat jarang berbuat kesalahan.

Sikap dan pandangan hidup umat Islam dapat dipantau dari kecenderungannya mendukung parpol tertentu. Ada umat Islam yang sekedar menyatakan dirinya sebagai pemeluk Islam. Ada yang sudah menjalankan ibadah agamanya. Ada yang memiliki pengetahuan yang memadai tentang ajaran Islam. Ada yang berupaya mengatur perilakunya sesuai dengan ajaran Islam. Ada yang cuek dengan Islam, tak peka dengan aspirasi politik Islam, bahkan anti negara Islam (sekular profesional). Ada yang memanfa’atkan nama Islam demi kepentingan politik pribadi (oportunis). Ada yang menempatkan dasar-dasar ke-Islaman dalam kontek nasional dan melibatkannya dalam pergulatan modern (neo-modernisme). Ada yang menempatkan missi Islam untuk memobilisasi dan mentransformasikan masyarakat dengan berbagai aspeknya secara berkesinambungan (sosialisme-demokratis). Ada yang menempatkan aspek rasional dan pembahasan pemikiran Islam sesuai dengan kondisi modern (modernisme-rasional). Ada yang menyerukan kembali kepada Qur:an dan Sunnah, tapi tidak merinci petunjuk pelaksanaannya dalam kehidupan modern (tradisional-progresif). Ada yang berpandangan bahwa Islam sama sekali tidak ada kaitannya dengan sistem kenegaraan. Ada yang berpandangan bahwa Islam tidak menyediakan aturan ketatanegaraan dan politik. Ada yang memandang bahwa politik harus mandiri, terlepas dari campur tangan agama, dan bahwa di dalam berpolitik harus bersikap luwes (fleksibel, inklusif) dan mau berkompromi, bekerjasama dengan golongan sekuler (akomodasionis-kompromistis). Ada yang berupaya menggunakan kendaraan politik sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai ke-Islaman dalam kehidupan sehari-hari, dan bahwa dapat bekerjasama dengan kelompok sekuler asalkan tidak mengorbankan prinsip-prinsip perjuangan (reformis). Ada yang menginkan perubahan yang bersifat sosial-kultural dan politis-ekonomis, tapi bukan perubahan yang mendasar, yang menyeluruh, yang hanya menghendaki perubahan cara hiudp umat islam disesuaikan dengan perkembangan zaman (modernis). Ada yang memandang Islam itu sebagai sub-ordinasi dari sitim thugyan, sebagai komplementer, hanya menyangkut soal nilai, masalah moral (ajaran etika) dan hanya menginginkan terwujudnya kultural-sosial Islam (modernisme). Ada yang memandang Islam juga mengatur masalah sistem ketatanegaraan maupun politik, dan secara serius melakukan rethinking (pemikiran kembali) mengenai penerapan ajaran Islam dalam kehidupan bernegara modern, dan secara serius pula berjuang melalui parpol (reformis-modernis-progresif). Ada yang terlibat secara ideologis dengan ajaran Islam. Ada yang memandang Islam itu sebagai sistim alternatif, dan berupaya mengwujudkan terwujudnya struktur politik (pemerintahan) secara efektif, dengan menggunakan jalur dakwah (tarbiyah dan taklim), besifat evolusioner dan dialogis, yang disampaikan secara bijak, edukatif, persuasif, dengan mengambil bentuk ihsan (reformasi), dan dilakukan secara mendasar dan menyeluruh (radikalis-kompromistis-evolusioner). Ada yang berupaya mengwujudkan pemerintahan Islam dengan melakukan ajakan moral, penggalangan publik-opini, aksi sosial, dengan siakp kompromi, dengan menggunakan jalur politik (demokrasi-konstitusional), dan dilancarkan secara mendasar dan menyeluruh (radikalis-kompromistis-revolusioner). Ada yang memandang Islam sebagai agama yang lengkap, utuh dan bulat yang dapat dijadikan pegagan dalam segala aspek kehidupan manusia, termasuk dalam berpolitik, berekonomi, bernegara, dan lain sebagainya (sebagai sistem alternatif), dan bahwa politik tidak dapat dilepaskan dari Islam, dan berupaya mewujudkan pemerintahan/negara Islam, agar nilai-nilai ke-Islaman dapat terwujud dalam segala perilaku, baik dalam berpolitik dan bernegara, dengan menggunakan cara yang bersifat non-kompromistis, bergerak di luar orbit, bersifat konfrontatif (hijrah) dan represif terhadap struktur politik yang berkuasa (menolak bekerjasama dengan siapa pun yang menentang perjuangan dan cita-cita Islam), bersifat populis (gerakan massa, aksi sosial), bahkan konfrontatif terhadap elite (malaa, mutraf, konglomerat), bersifat revolusioner, berjuang menggunakan jalur militer dengan kekuatan senjata, bukan melalui jalur politik-konstitusionil (radikalis-nonkompromistis-fundaamentalis-integralis-militan).

Islam berpesan bahwa kebajikan itu bukanlah berkiblat ke Barat atau ke Timur, tetapi kebajikan itu adalah beriman, beramal shaleh, berbuat ihsan, bertaqwa (antara lain disimak dari QS Baqarah 2:177). (Bks 17-6-99).

1

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s