Seruan Haji Wa:ang

Seruan Haji Wa:ang

Rosihan Anwar mengemukakan bahwa dalam melakukan kegiatan politik, umat Islam haruslah berpolitik dengan secara sadar ditujukan untuk menegakkan Islam. Umat Islam harus mempunyai kemauan buat belajar dari sejarah dan sesudah itu menetapkan langkah-langkah seterusnya bagi masa depan.

Rosihan Anwar menyerukan agar umat Islam tidak mengulangi kembali kekeliruan yang pernah dilakukan pada masa lalu. Keliru dalam mengukur kekuatan diri. Menyangka bahwa umat Islam itu satu, padahal bukan satu. Ada yang sinkretis (liberal, konstekstual, rasional, formal) disamping yang orthodoks (literal, tekstual, tradisional, formal). SI menyangka bahwa masyarakat itu pada pokoknya bersifat seragam (homogen), bersatu pandangan dalam tujuan-tujuan sosial dan agama. Kenyataan tidaklah demikian, tapi beragam (heterogen). Ada yang berideologi komunis, ada yang berideologi nasionalis.. Mengira bahwa umat Islam mempunyai kekuatan lebih dari 60%, padahal nyatanya kurang dari 20%. Tidak membedakan antara harapan dan kenyataan. Idealnya (Das Sollen) Islam itu menjadi titik fokus penghimpun bagi persatuan bangsa. Namun kenyataannya (Das Sein) Islam gagal menjadi titik fokus penghimpun persatuan bangsa. “HOS Tjokroaminoto menyangka bahwa Islam merupakan semen persatuan Indonesia, namun ternyata anggapannya meleset” (GELANGGANG, No.1, Desember 1966, hal 50 :Santri Dan Abangan”).

1

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s