Seputar UUD-45 dan Pancasila

1 UUD-45 sekuler komunis ?

Mr Muhammad Yamin mengemukakan bahwa “waktu Undang-Undang Indonesia dirancang, maka kata pembukaannya menjamin demokrasi, tetapi pasal-pasalnya benci kepada kemerdekaan diri dan menentang liberalisme dan demokrasi revolusioner. Akibat pendirian ini yaitu hak asasi tidaklah diakui seluruhnya” (Proklamasi dan Konstitusi RI, 1952:90).

Secara tak lansung, tampaknya Mr Muhammad Yamin ingin menegaskan, bahwa Pembukaan UUD-45 mengandudng ide individualisme (kemerdekaan diri, HAM), liberalisme, demokrasi (liberte, egalite), tetapi batang tubuh UUD-45 mengandung ide sosialisme (fraternite, murba ?).

Musbar, penulis buku Pelajaran Ekonomi untuk SLA (jilid II, 1977:207) mengemukakan bahwa UUD-45 mengenai perekonomian (khususnya pasal 27:2, 33:1-3, 34) membuka tabir bagi sistim perekonomian terpimpin atau sosialis. Bahkan lebih dekat dengan sistim komunis. Bila menolak sistim ekonomi sosialis atau komunis, perlu merubah UUD.

Melegalisasi komunisme, mencabut larangan Marxisme-Leninisme adalah sejalan, sesuai dengan semangat bnatang tubuh UUD-45. Bila bermaksud hendak mempertahankan ketetapan pelarangan Marxisme-Leninisme, maka haruslah mengganti UUD-45 dengan UUD baru yang bersih dari ide komunisme. (Bks 12-5-2000)

2 Sekularisme Pancasila

Terhadap Munawir Syadzali (dalam Islam Dan Negara, 1991), Firdaus AN (dalam Dosa-Dosa Yang Tak Boleh Berulang Lagi, 1992) berkomentar bahwa pengarang (Munawir Syadzali) telah membahas dengan analisa yang cukup padat tentang negara Islam yang telah 14 abad berdiri di dunia sejak jaman Nabi sampai kini, baik berbentuk tradisional maupun modern, namun yang sangat menggelitik hati pengarang adalah Negara Pancasila Indonesia. Padahal Mohammad Natsir (dalam Islam Sebagai Dasar Negara, 1957) yang juga jadi rujukan Munawir Syadzali, kemudian (dalam sidang Konstituante) menegaskan bahwa Pancasila itu bercorak la-diniyah (sekularisme), tidak berdasar wahyu, hanya buatan manusia.

Komentar Firdaus AN tersebut barangkali juga relevan dihadapkan terhadap Amie Rais (dalam Hubungan Antara Politik Dan Dakwah, 1995), bahwa penulis (Amien Rais) telah membahas dengan analisa yang mendalam tentang keunggulan dan keagungan keadilan syari’at Islam (keadilan hukum, sosial, ekonomi), namun penulis tak tertarik untuk menegakkan syari’at Islam tersebut, hanya cukup puas bahwa aspirasi hukum Islam sepenuhnya dapat ditampung dalam Negara Republik Indonesia yang berdasar Pancasila dan UUD-1945. Cukup puas menjadi tokoh bangsa dari pada menjadi tokoh umat (Tabloid AKSI, No.93, 25-31 Agustus 1998, hlm 24). Cukup puas dengan parpol sekuler terbuka (bukan berdasar Islam). Cukup puas dengan sumpah berjanji setia membela dan mempertahankan Pancasila dan UUD-1945 dengan sepenuh hati dan daya upaya. (Bks 1-6-2000).

Agar dasar falsafah negara Pancasila yang berasal dari Piagam Jakarta 22 Juni 1945 benar-benar mengacu pada Islam, agar supaya lebih banyak ayat Qur\:an yang dapat diamalkan dalam kehiudupan, seyogianya diusahakan semua anggota DPR/MPR itu orang Islam, sepewrti diungkapkan oleh pakar Hukum Tatanegara Prof Dharun Alrasid. (Bks 19-6-2000)

3 Pemerintahan Sekuler

Sistem pemerintahan yang didasarkan pada pemisahan agama dan negara adalah sistim kapitalis-sekuler. Kebijaksanaan negara kapitalis sekuler berdasarkan antara lain pada demokrasi, HAM, pluralisme, ekonomi kapitalis (pasar bebas, investasi asing, utang). Demokrasi bebas dari norma-norma moral. Atas nama demokrasi, bebas mengeritik, dan bebas pula bersikap otoriter. Atas nama demokrasi (suara terbanyak), maka keruskan moral (korupsi, kebebasan seksual, judi, minuman keras, pornografi, kumpul kebo, homo, lesbi), tidankan kejahatan dijustifikasi, dilegalisir, dinyatakan sah.

Dalam praktek, tak ada demokrasi yang benar-bewnar demokrasi. Negara yang menganut demokrasi juga sekaligus anti demokrasi, misalnya tak dapat mentolerir paham, idiologi yang berbeda dengan penguasa.

Bagi Indonesia, yang diperlukan tegaknya norma-norma moral di segala sektor kehidupan. (Bks 1-7-2000)

4 Muslim sekularis

Muslim sekularis mengacu pada “Kalian lebih tahu tentang urusan dunia kalian”. Muslim sekularis radikal memandang bahwa agama punya wilayahnya sendiri, dan negara pun punya wilayahnya sendiri. Satu sama lain tak terkait. Agama adalah ujrusan ukhrawi, wilayahnya bercorak spiritual. Sedangkan negara urusan duniawi, wilayahnya bercorak material. Manusia bebas sepenuhnya mengurus negara. Rasulullah hanya bertugas mendakwahkan agama, dan tidak ada kaitan apa pun dengan urusan kenegaraan. Agama adalah satu hal, dan negara adalah satu hal lain.

Muslim sekularis moderat memandang bahwa Islam hanya menghendaki tegaknya nilai moralitas dan etika al-Qur:an dalam negara, seperti keadilan, musyawarah, persamaan, dan lain-lain. Interpretasi keadilan, musyawarah, persamaan mengacu pada ijtihad manusia. Muslim sekularis moderat Indonesia memandang bahwa Pancasila dan UUD-45 cukup aspiratif menampung syari’at Islam (Prof Dr TM Hasbi ash-Shiddieqy : Ilmu Kenegaraan Dalam Fiqih Islam, 1991:6). (Bks 1-6-2000)

5 Kita ini Islam permukaan

Dari pagi sampai malam kita dicelup dengan Islam. Mulai setelah subuh, dhuha, zhuhur, maghrib, sampai ‘isya. Melalui Diambang Fajar, Hikmah Fajar, Hikmah Pagi, Mutiara Subuh, Kuliah Subuh, Mozaik Ramadhan, Sahur Kita. Di Televisi, di Taklim, di Mushalla, di Masjid, di “Arafah. Di berbagai toko penuh sesak terpajang buku-buku tentang Islam. Setiap tahun sejumlah santri lulus dari berbagai pondok. Sejumlah pakar Islam lulus dari Perguruan Tinggi Islam.

Namun sayang, kita ini tetap saja Islam permukaan. Islam itu tak sempat mencelup diri kita. Kita ini tetap saja melalauikan, mengabaikan, menyia-nyiakan, bahkan tak peduli dengan shalat, tak peduli dengan aurat. Mata, kuping, otak kita akrab dengan miras, narkotika, togel, pornografi, diskotik, prostitusi, dan segala macam maksiat, munkarat. Hidup kita bebas tanpa batas, tak mengenal halal dan haram, benar-benar telah menjadi zoon-politicon, homo-animalis, manusia hewan. Na’udzu billahi min dzalik. (Bks 1-6-2000)

6 Ganti UU No.20 tahun 1982

UU No.20 tahun 1982 mengesahkan (memperkuat) rumusan hasil seminar Angkatan Darat II di Bandung, 1966 yang dikembangkan dari konsep “jalan tengah” KSAD Mayjen AH Nasution, November 1958. Padahal rumusan seminar itu sungguh sangat bertolak belakang secara diametral dengan jiwa, semangat, amanat pasal 30 UUD-45. Rumusan seminar itu menyatakan, bahwa “TNI-AD tidak hanya mempunyai tugas pokok teknis-kemiliteran belaka, melainkan juga di segala bidang kehidupan sosial”. Sedangkan pasal 30 UUD-45 menyebutkan bahwa “Tiap-tiap warganegara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara”. Ini berarti bahwa rakyatlah (warga sipil) yang berhak merangkap (berdwifungsi) tugas teknis-kemiliteran, dan bukan warga militer yang berhak merangkap (berdwifungsi) tugas di bidang kehidupan sosial. Tentara adalah alat negara, penjaga keselamatan pemerintah, rakyat dan wilayah, dan bukan sebagai alat penguasa, apalagi merangkap sebagai penguasa. Sesuai dengan jiwa, semangat dan amanat reformasi seyogianya UU No.20 tahun 1982 segera diganti oleh DPR, kalau tak ingin dituding sebagai DPR anti reformasi. (Bks 19-1-2000)

7 Polisi yang merakyat

UUD-45 sama sekali tak ada mengatur tentang ketertiban dan keamanan, hanya berbicara tentang pertahanan negara (pasal 30). Juga tak ada berbicara tentang kepolisian, hanya tentang Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara (pasal 10). Berbeda dengan UUD-45, maka dalam UUDS-50 terdapat pasal yang berbunyi “Untuk memelihara ketertiban dan keamanan umum diadakan suatu alat kekuasaan kepolisian yang diatur dengan undang-undang” (pasal; 130).

Rakyat sangat mendambakan polisi yang merakyat, yang santun, yang simpatik, yang memiliki ketrampilan fisik seperti Kopassus (RPKAD), Marinir (KKO-AL), PGT-AU, yang mahir memelihara ketertiban dan keamanan tanpa menggunakan senjata api (tanpa menewaskan rakyat), dan memiliki sikap mental serta kesetiaan beragama seperti santri. Dalam urusan keamanan hendaknya tentara (TNI) benar-benar tak turut campur. (Bks 1-6-2000)

8 Presidentil ataukah parlementer ?

Dalam perjalanan sejarahnya, pemerintah Indonesia adakalanya berupa kabinet presidentil, kabinet parlementer, kabinet ekstra parlementer, zaken kabinet. Ada kalanya di bawah UUD-45, Konstitusi-49, UUDS-50. Namun tak pernah diperbincangkan apakah kabinet presidensil itu cocok dengan sistim multi partai ataukah cocok hanya dengan sistim mono partai ? Dalam praktek kenegaraan, bila kebijakan pemerintah dinilai keliru, maka yang jadi sasaran gugatan adal;ah Menteri dan bukan Presiden, baik dalam kabinet parlementer maupun dalam kabinet presidensil.

Baik dalam UUD-45, maupun dalam UUDS-50, Menter-Menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden. Kabinet presidensil seperti dirancang dalam pasal 4 dan pasal 17 UUD-45 adalah kabinet yang tidak bertanggungjawab (kepada rakyat, kepada DPR). Kabinet parlementer atau ekstra parlementer atau zaken kabinet yang mengacu pada pasal 83 UUDS-50 adalah kabinet yang menteri-menterinya bertanggungjawab (kepada rakyat, kepada DPR) atas seluruh kebijaksanaan Pemerintah baik bersama-sama atau sendiri-sendiri.

Hak Prerogatif Presiden, baik dalam UUD-45 maupun dalam UUDS-50 sangat luas tanpa batasan yang jelas dalam pengangkatan dan pemberhentian menteri pembantunya. Bahkan pemberlakuan UUD-45 berpangkal pada hak prerogatif Presiden membubarkan DPR berdasarkan pasal 84 UUDS-50. (Bks 24-4-2000)

9 Aliran Politik dalam Islam

Khawarij, Syi’ah, Ahli Sunnah adalah aliran-aliran politik dalam Islam. Tumbuh berkembangnya aliran-aliraan politik itu berawal pada persoalan siapa yang lebih berhak atas khalifah (kepemimpinan umat) setelah Rasulullah wafat, apakah harus dari kalangan Quraisy secara umum, ataukah terbatas pada keturunan Ali bin Abi Thalib, ataukah harus dari semua akalangan Islam, tanpa perbedaan kabilah, apakah harus orang yang tidak pernah bermaksiat, atau boleh yang pernah bermaksiat ? Kemudian dipermasalahkan tentang tata cara pemilihan dan pengangkatan khalifah. Selanjutnya aliran-aliran politik ini menyusun landasan-landasan berpikir yang spesifik dan jelas yang mendukung pandangan politiknya.

Di Indonesia, aliran politik Islam yang berkembang adalah aliran Ahli Sunnah. Dalam pandangan Ahli Sunnah secara umum, Kitabullah telah meletakkan dasar-dasar kekhalifahan (dasar-dasar pemerintahan) secara tersirat (implisit) yang mencakup antara lain tentang keadilan, permusyawaratan, keta’atan pada pemimpin, baik mengenai yang disukai, maupun yang dibenci, asalkan tidak disuruh bermaksiat.Keadilan, musyawarah, keta’atan merupakan fondasi bagi tegaknya hukum Islam.

Meskipun sama-sama Ahli Sunnah, namun terdapat renik pecahan dalam beberapa pandangan politik. Ada yang memandang, bahwa Islam hanyalah soal moral, etika, akhlak saja. Yang digali, disanjung, dipuja dari Islam hanyalah sebatas hakikatnya, esensinya, jiwanya, semangatnya, nilainya. Cukup puas dengan label Islam. Ada yang memandang, bahwa Islam juga mencakup seremonial. Cukup puas dengana acara-acara seremonial. Ada yang memandang, bahwa Islam juga mencakup ritual. Cukup puas dengan acara-acara seremonial dan ritual ibadah. Berupaya keras menjegal tegaknya syari’at Islam. Ada yang memandang, bahwa Islam juga mencakup kultural budaya. Ada yang memandang, bahwa Islam juga mencakup sosial kemasyarakatan. Berupaya terciptanya masyarakat IMTAQ, masyarakat MARHAMAH. Ada yang memandang, bahwa Islam juga mencakup legal struktural. Berupaya keras tegaknya syari’at Islam. Masing-masing mengikuti kecenderungan, bakat, arah, seleranya dalam memahami menginterpretasikan Islam, meskipun sama-sama mengaku merujuk pada Qur:an dan Sunnah. (Bks 1-5-2000)

10 Menuju tegaknya Kalimatullah

Untuk tegaknya Kalimatullah membutuhkan dana-sarana (amwal) serta jiwa-raga (anfus) yang punya semangat juang tinggi. Menempuh jalur mendatar (horizontal) dan jalur menegak (vewrtical). Jalur horizontal mencakup dakwah, amar bil makruf, nahi anil munkar, tabligh, taklim, tarbiyah, pendidikan, aksi massa, aktivitas sosial, siasat, politik-diplomatik, parlemen-konstituante, jihad dengan senjata. Terutama menyiapkan tenaga-tenaga profesional berjiwa Islam dalam berbagai disiplin keahlian yang akan menangani masalah kenegaraan (eksekutif, legislatif, Yudikatif).

Secara vertical, tahapan menuju tegaknya Kalimatullah meliputi pembentukan syaksiah islamiyah (pribadi Muslim), usrah muslimah (keluarga Muslim), ijtima’iyah al-Islamiyah (masyarakat Islam), daulatul islamiyah (negara Islam), khilafah islamiyah (Kekhalifahan Islam). Dalam hubungan ini, para Ulama dalam Majlis Islam pada konferensi di Cisayong, Jawa Barat telah menyepakati langkah perjuangan untuk menegakkan Kalimatullah di Indonesia sebagai berikut : 1. Pendidikan. Mendidik rakyat agar menjadi warganegara Islam. 2. Penyuluhan. Memberikan penjelasan kepada rakyat, bahwa Islam tidak bisa dimenangkan melalui plebisit (referendum, pemilu). 3. Pengkaderan. Membangun daerah berbasiskan masyarakat Islam. 4. Proklamasi. Memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia. 5. Konsolidasi. Membangun Negara Islam Indonesia yang kokoh bagi terlaksananya syari’at Islam secara sempurna. 6. Pertolongan. Membantu perjuangan Muslimin di luar negeri. 7. Kekhalifahan. Bersama negara Islam lain membentuk Khilafah/Imamah. (Bks 29-4-2000)

11 Menegakkan Kalimatullah

Kalimatullah itu ada dalam Taurat, Injil, Qur:an (QS 3:64, 5:66). Langkah menegakkan Kalimatullah yang realistis dimulai dari membentuk pribadi-pribadi mujahid, kemudian membentuk keluarga-keluarga mujahid, selanjutnya membentuk masyarakat-masyarakat mujahid yang nantinya siap memperjuangkan dan mepertahankan tegaknya Kalimatullah. Aktivitas ini dilakukan berdasarkan antara lain pada perintah, suruhan, kewajiban untuk siap bangun memberi peringatan (QS 74:2), menyeru, mengajak, menghimbau untuk bergabung bekerjasama menegakkan Kalimatullah dengan metode hikmah, dengan materi mau’izhah hasanah, dengan media mujadalah hasanah, antisipasi yang lebih positif (QS 16:125). Awalnyaa berkaitan dengan rangka perekrutan, meningkatkan jumlah kuantitas pribadi-pribadi mujahid. Acuan metode-hikmah antara lain bisa disimak pada sikap hidup Rasulullah yang ramah, lembut, pema’af, komunikatif, bijak, merakyat, santun (QS 3:159, 48:29). Acuan materi mau’izhah antara lain bisa disimak dari informasi-informasi yang disampaikan Rasulullah (QS 3:164). Acuan media mujadalah (tandingan yang lebih unggul) bisa disimak dari dialog Rasulullah dengan musyrik Quraisy, dengan Ahli Kitab (QS 3:64). Setelah rekrutmen melalui pendidikan non-formal (tilawah Kitabullah) segera dilanjutkan dengan pendidikan formal (taklim, tarbiyah, Darul Arqam) mencetak kader cendekiawan-cendekiawan mujahid, negarawan-negarawan mujahid, teknokrat-teknokrat mujahid, prajurit-prajurit mujahid. Acuan pembentukan pribadi mujahid, dan pembentukan keluarga mujahid antara lain dapat ditelusuri dari kewajiban diri dan keluarga untuk memperhatikan Kalimatullah (QS 66:6, 26:214). Acuan pembentukan masyarakat mujahid antara lain bisa ditelusuri dari kewajiban menyeru kepada Kalimatullah secara luas (QS 15:94), dari upaya-upaya Rasulullah membentuk embrio komunitas mujahid dengan Piagam (Deklarasi, Konstitusi) Madinah, dari upaya-upaya Rasulullah melindungi mujahid penegak Kalimatullah dengan melancarkan jihad bersenjata, dari upaya-upaya Rasulullah menyeru penguasa-penguasa kepada Kalimatullah dengan mengirimi surat kepada mereka. Akhirnya dengan izin Allah jua terbukalah kesempatan menegakkan Kalimatullah secara sempurna (QS 48:1, 5:3), di bawah pimpinan yang berilmu, bertubuh perkasa (QS 2:247).

“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada suatu kaum, Dia mengangkat orang-orang bijaksana menjadi pemimpin mereka, dan mereka dihakimi oleh ulama mereka dan hartaa mereka dikuasai oleh orang-orang yang murah hati” (HDR Dailamy, dalam Muhammad Zakaria al-Kandahlawi : Koreksi Pola Hidup Umat Islam, 1986:55)

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahakan kepada mereka berkah dari langit dan bumi” (QS A’raf 7:96)

(Bks 1-5-2000)

Prof Dr TM Hasbi ash-Shiddieqy mengemukakan, bahwa semua orang mengakui bahwa semua tata-aturan yang Rasulullah tegakkan bersama-sama para mukmin di Madinah, apabila ditinjau dari segi kenyataan, dibandingkan dengan ukuran, ukuran politik pada masa modern ini dapatlah kita katakan bahwa tata-aturan itu merupakan tata-aturan politik (Ilmu Kenegaraan Dalam Fiqih Islam, 1991:5).

12 Dakwah antara seruan dan tantangan

Dalam setiap kesempatan dakwah, hampir sering diserukan agar tolong menolong dalam kebajikan (QS 5:2), membantah dengan yang lebih argumentatif (QS 16:125), bahwa tak pantas mengacu pada yang bukan hukum Allah (QS 5:50). Namun tak pernah dibahas tuntas secara teoritik- akademik dan aplikatip-empirik tentang Tata Negaraa dan Tata Niaga menurut Islam. Mana yang lebih sesuai, yang lebih banyak untungnya dari pada ruginya bagi Indonesia yang Muslim. Apakah demokrasi kapitalis, atauakah sosialis ? Kabinet Presidensil, ataukah Parlementer ? Lewgislatif dua bada, ataukah satu badan ? Bentuk Kesatuan, ataukah Federasi ? Dengan UUD-45, ataukah UUDS-50 ? Ekonomi dengan Bank, ataukah tanpa Bank ? Dengan PMA, ataukah tanpa PMA ? Dengan banyak utang, ataukah mandiri ? Dengan lembaga riba, ataukah lembaga sedekah ?

Diserukan agar tidak menuruti langkah setan (QS 2:208). Bahwa tipu daya setan itu lemah (QS 4:76), dan golongan setan itu merugi (QS 58:19). Namun mafia, organisasi kejahatan, hizbusy-syaithan marak subur berkembang, Jaringannya melebar meluas. Mafia merupakan konspirasi penjahat dan pejabat. Ada mafia miras, judi, pelacuran, peradilan, dan lain-lain. Mulanya kecil, makin lama makin membesar memporak-porandakan segalanya. Saban hari, hampir di sebagian besar koran, tabloid dijumpai halaman-halaman yang memuat iklan-iklan antara lain tentang angka-angka judi (angka mujur, angka sukses, angka keberuntungan, tentang nomor-nomor tilpon teleria (klub swara, buah bibir, warung heboh, ajang gaul, ajang kencan, kontak asmara, galeri jodoh), tentang obat-obat dan alat-alat seksual (obat lemah syahwat, impoten, menambah ukuran, ejakulasi dini), tentang klenik (para normal, tangkal, jimat, pengasih, pemanis, pelaris, pasang susuk, isi tenaga dalam). Tak ada hizbullah yang membabat otak dalang aktor dedengkot biang akar mafia. Hanya hisbullah yang diridhai Allah yang mampu menumpas mafia (QS 58:22).

Diserukan agar menjaga persatuan, memelihara ukhuwah Islamiyah. Bahwa orang mukmin itu bersaudara (QS 49:13), tidak bercerai-berai (QS 3:103), mengembalikan persoalan kepada tuntunan Allah dan Rasul-Nya (QS 4:59). Namun di lapangan, dalam praktek kehidupan, seruan tersebut hilang di telan waktu. Sikap elite parpol Islam tidak mencerminkan kepedulian akan ukhuwah Islamiyah. Pernyataan politik Presiden yang Kiai demokrat tidak menguatkan persatuan, tidak mengokohkan ukhuwah Islamiyah, malah menggoyangkan persatuan, menggoyahkan ukhuwah Islamiyah, memperlebar konflik, memperluas pro kontra.. (Bks 12-5-2000)

13 Penerapan Kaidah Usul Fikih

Kaidah Usul Fikih (Rumusan Dasar Penetapan Hukum dalam Islam) diturunkan (diderivasi, disimpulkan) secara deduktif dari Kitabullah dan Sunnah Rasul (yang merupakan sumber acuan hkum). Kaidah Usul Fikih bersifat lentur (fleksibel, elastis). Karena alenturnya itu, maka penerapan kaidah Usul Fikih pada rubu’ imarah (sektor pemerintahan) adakalanya terjadi untuk membenarkan (mensahkan, menjustifikasi, melegalisirkan, melegitimasikan) suatu kebijakan pemerintahan yang didukung.

Misalnya Kaidah usul Fikih “dar:ul mafasid muqaddam ‘ala jalbil mashalih” (mencegah kerusakan/kerugian diupayakan lebih dulu sebelum upaya mendapatkan manfa’at/mashlahah) diterapkan untuk mendukung kebijkan politik pemerintahan Soekarno serta mengangkat Soekarno sebagai Waliulamri dharuri bi-syaukah, dalam rangka mencegah akibat yang lebih buruk, antara lain dari pengaruh komunisme.

Kaidah Usul Fikih “ma la yudraku kulluh la yutraku kulluh” diterapkan untuk menerima Asas Tunggal Pancasila.

Kaidah Usul Fikih “alhukmu yadullu bi ‘illatithi” (hukum tergantung penyeabnya) diterapkan untuk menolak Megawati sebagai calon Presiden, karena khawatir akan orang-orang di sekeliling Megawati.

Kaidah Usul Fikih “al-muhafazhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” (memelihara khazanah masa lalu yang baik serta mengadopsi perkembangan terbaru yang lebih baik) diterapkan untuk membenarkan sikap politik situasional. (Bks 29-4-2000)

14 Tiada toleransi terhadap pemakar

Islam sangat toleran terhadap siapa pun, selama tidak berbuat makar. Pedang Islam itu tumpul. Tak berdaya terhadap yang bukan penindas atau penganiaya. Tak berdaya terhadap mereka yang tidak membinasakan dan merintangi Islam. Tak berdaya terhadap mereka yang tidak merusak kerukunan dan keamanan. Islam tidak mengganggu dan tidak merusak. Nyawa dan harta siapa pun dijamin Islam keamanan dan keselamatannya.

Islam tidak bisa toleran terhadap yang berbuat onar, makar, fitnah, penganiayaan, penindasan, kesewenang-wenangan, kerusuhan, perpecahan (QS 2:193, 8:39, 22:39). Pedang Islam itu akan sangat tajam terhadap yang berupaya menimbulkan keresahan, kerusuhan, perpecahan, terhadap yang melakukan penindasan, penganiayaan.

Islam tidak akan dapat berkompromi, berbaik-baik dengan komunis, penganut paham marxisme-leninisme-stalinisme-maoisme. Komunis telah berualng kali (1926, 1948, 1965) berbuat onar, berbuat makar, melakukan penindasan, pembantaian, menimbulkan keresahan, kerusuhan. Islam mengemban tugas kewajaiban untuk menumpas, menghancurkan pembuat onar, pembuat makar, dan juga yang membela pembuat makar. (Bks 1-5-2000)

15 Rekonsiliasi dalam Islam

Rasulullah adalah pemimpin yang matang, bijaksana dan berpandangan jauh. Beliau amat peka terhadap masalah umat. Beliau tidak betah diam berpangku tangan membiarkan umat menderita, bersengketa. Memikirkan masalah umat dan berusaha menyelesaikannya dengan saksama dan bijaksana, bagi Rasulullah termasuk ke dalam ibadah utama dan usaha bertaqarrub mendekatkan diri kepada Allah. Amal kebajikan yang membawa manfa’at bagi hidup dan kehidupan manusia merupakan pendekatan yang suci kepada Allah. Beliau benar-benar pemimpin yang merakyat. Derita manusia adalah kebaktian ibadat beliau. Beliau pernah berkata “lebih baik sekiranaya saya berjalan membantu kepentingan seorang saudara dan lebih menyenangkan hatinya dari pada saya beri’tikaf dalam masjidku ini selama sebulan”. Rasulullah seorang penyantun dan penyayang. Antara diriku dan kalian – kata Rasulullah – ibarat seorang yang menyalakan api, kemudian dikerumuni anai-anai, belalang dan kupu-kupu, orang-orang saling menghalau, tetapi aku membendung, menggenggam dalam tanganku agar tidak terjilat oleh lidah api, namun kalian melepaskan diri dari tanganku. Rasulullah – tidak seperti Yesus yang mengorbankan dirinya disalib untuk menebus dosa manusia – berupaya menyelamatkan manusia dari jilatan lidah api neraka. (Khalid Muhammad Khalid : Kemanusiaan Muhammad).

Rasulullah tidak membiarkan silang sengketa tumbuh berkembang. Beliau segera merukunkan, mendamaikan yang bersengketa (QS 49:10). Sekali pernah merebak isu yang hampir dapat menyulut perselisihan, perpecahan, disintegrasi di kalangan umat. Isu tersebut dihembus-hembuskan, ditiup-tiup, dikipas-kipas menyala memanas, dimanfa’atkan oleh provokator (biang kerok) Abdullah bin Ubay (musuh dalam selimut umat) secara intensif membuat suasana kacau (anarkis). Rasulullah segera turun tangan menyelamatkan umat dengan meredam, membatasi isu tersebut agar tak sampai berkembang meluas. Isu yang dapat menimbulkan opini publik yang negatip (perpecahan umat) segera diantisipasi dengan kontra isu yang dapat menimbulkan opini publik yang positip (persatuan umat) (Hamka : Tafsir Al-Azhar tentang QS 63:5-7). Kelompok-kelompok yang berselisih, bersengketa harus ditundukkan, dirukunkan, didamaikan secara adil berdasarkan petunjuk tuntunan Allah dan Rasul-Nya (QS 4:59, 49:9), dan bukan berdasarkan hukum jahiliyah, hukum sekuler, hukum homo homini lupus, hukum the ends justify the means (QS 5:50). Bahwa realitas perbedaan etnis dan status sosial-ekonomi adalah untuk saling melengkapi antara yang satu dengan yang lain (QS 49:13, 43:32). (Bks 7-5-2000)

16 Jadilah Negara Mandiri

Pasal 33 UUD-45 seyogianya berbunyi “Semua produksi dan faktor produksi serta hak-hak milik perseorangan haruslah mempunyai fungsi sosial, untuk sebesar-besar kemakmuran bersama”.

Singkirkan, jauhkan, hilangkan pikiran (konsep) bahwa kemakmuran, kesejahteraan rakyat itu hanya bisa tercapai dengan bantuan investasi modal asing, dan pinjaman dana moneter dunia (IMF) dan bank dunia (WB).

Tanamkan kepercayaan kepada diri sendiri (PeDe) untuk mampu mengelola kekayaan alam Indonesia bagi kemakmuran rakyat banyak dengan menggunakan sumberdaya manusia (SDM) Indonesia sendiri, tanpa didiktekan oleh IMF, Bank Dunia, para Investor (mampu Berdikari).

Hubungan kerjasama antara Indonesia dengan negara industri, seyogianya terfokus (terpusat) pada hubungan kerja antara penyedia bahan baku (Indonesia) dengan pengolah barang jadi (negara industri), setidaknya hubungan keagenan antara prinsipal (Indonesia) dengan agen (negara industri), bukan hubungan kerja antara penyedia tenaga kerja (Indonesia) dengan penyedia modal (negara industri).

Semoga Indonesia menjadi Negara Mandiri, bukan menjadi kuli dari negara industri, bukan jadi makanan IMF dan Bank Dunia. (Bks 22-6-2000)

17 Dimensi Sosial dari Ajaran Islam

Ajaran Islam membuat hati itu hidup, bersinar, bergetar, tidak beku. Membuat jiwa itu hidup, dinamis, kreatif, tidak statis. Membuat semangat itu hidup, berkobar, bergelora, tidak melempem. Membuat hidup itu bermakna, penuh arti (QS 8:24, 22:28). Bahkan syahid itu pada hakikatnya adalah hidup juga, penuh arti, bermakna, bukan mati, bukan tanpa arti (QS 2:154). Yang hidup itu akan berlaku adil, beramal shaleh, membuat yang baik-baik, menyingkirkan yang buruk-buruk (QS 16:90, 5:8, 2:183), membuat roda ekonomi berputar, tidak hanya terbatas di kalangan konglomerat (QS 59:7, 70:24).

Ajaran Islam itu membuat mental-spiritual bisa hidup. Tak satu pu ajaran Islam, baik prinsipnya maupun prakteknya yang terlepas dari dimensi hidup sosial kemasyarakatan. Ajaran Islam mencakup hablum-minallah (yang berdimensi personal/individual) dan hablum minannas (yang berdimensi sosial/komunal) (QS 3:112). Ajaran Islam itu membawa rahmat, keberkahan, ketenangan, kesejukan, keamanan, keselamatan, kedamaian kepada semua. Islam itu sendiri berarti selamat, sentosa, aman, damai (QS 21:107). Diperlukan upaya-upaya untuk membumikan, mensosialisasikan ajaran Islam itu. Janji-janji Allah di dunia ini berkaitan dengan komunitas (berdimensi sosial), dan bukan hanya individu (berdimensi personal). Wajah sosial ajaran Islam berpangkal pada keyakinan bahwa selain Allah, bukanlah Tuhan. Dengan terwujudnya ketaqwaan komunal, TAQWA SOSIAL, insya-Allah akan turun keselamatan, keberkahan dan kasih sayang Allah serta dipimpin oleh pemimpin yang dicintai dan mencintai rakyat (QS 7:96, 5:65). (Bks 1-5-2000)

18 Yahudi tetap Yahudi

Dasar gerakan Yahudi, bahwa agama Yahudi adalah agama pilihan Tuha. Bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan. Yang harus menguasai dunia adalah bangsa pilihan, yaitu bangsa Yahudi. Rasa diri istimewa dari sekalian manusia di muka bumi sangat mendalam di jiwa orang Yahudi. Yahudi berpendirian, bahwa semua Yahudi tidak boleh memakan riba, sedangkan yang tidak Yahudi boleh (Kitab Ulangan, fasal 23:20).

Tujuan gerakan Yahudi adalah mengambil alih kekuasaan politik di seluruh dunia secara serentak, dan mendirikan kerajaan Yahudi Raya yang menguasai seluruh dunia.

Alat gerakan Yahudi adalah emas, uang, harta, kekayaan.

Cara gerakan Yahudi adalah dengan kekuatan, kekuasaan, paksaan, ancaman, infiltrasi, penyusupan, provokasi, intimidasi, manipulasi, pemutar-balikkan fakta.

Kegiatan gerakan Yahudi adalah mengacaukan, menghancurkan sistim politik, ekonomi, moral lawannya. Antara lain dengan Menguasai media penerangan (informasi), Mengorbankan pertentangan, perpecahan antar agama, suku, golongan, parpol, kelas sosial, Memperalat penjahat melakukan teror, kup, pemberontakan, peperangan, kerusuhan, keresahan, kekacauan, Mempermainkan pasar-modal, Membangkitkan kecanduan akan narkotika, obat bius, miras

Gerakan Yahudi Internasional menyeru kepada atheisme, menyebar-luaskan kebinasaan, kehancuran dan perpecahan di kalangan bangsa-bangsa. Ia menyamar dalam berbagai bentuk seperti : Illuminate (Kelompok Cahaya), B’nai B’rith, Bahaiyah, Yehova, Lions Club, Yoga.

Gerakan Yahudi lebih banyak bersifat rahasia. ILLUMINATE memicu Perang Salib, Perang Dunia Pertama dan Kedua, Revolusi Inggeris, Perancis, Amerika, Rusia (Komunis), Spanyol, Turki (kemalis), dan lain-lain.

Globalisasi membuka peluang bagi infiltrasi, seperti jaringan sindikat pengedar narkotika, ekstasi untuk mengacaukan, menghancurkan moral bangsa, serta jaringan rentenir-spekulator untuk mengacaukan, menghancurkan sistem moneter-keuangan suatu negara.

Yahudi tak tanggung-tanggung menyombongkan diri, dan juga tak tanggung-tanggung membuat kerusakan (Simak QS Isra 17:4).

Yahudi tidak akan merasa puas sebelum dapat membabat habis risalah yang dibawa Muhammad saw (simak QS Baqarah 2:120).

Yahudi itu pelanggar janji. Semula Yahudi diperlakukan sebagai warganegara Madinah (simak Piagam Madinah). Namun kemudian, karena mereka melanggar janji yang dibuat oleh mereka sendiri, maka mereka diusir dari Madinah, seperti yang dialami Bani Nazhir, Bani Quraizhah, Bani Qainuqa’ (simak Shahih Bukhari, Kitab Maghazi, Bab Hadits Bani Nazhir).

Di Indonesia kini terdapat sekte Kristen NAHEMIA, yang menurut uhammad Zulkarnain dari The Institute of Reseaches and Studies on The History of World Religions, adalah kelompok Yahudi yang berbaju Kristen, yang berkantor di Jalan Proklamasi Jakarta. (Bks 17-7-2000)

19 Yahudi. Apa itu ?

1 Benarkah Paulus (Saulus) itu seorang Yahudi yang merombak Taurat ? Bagaimanakah cara Paulus merombak Yahudi menjadi Kristen (Doctrin of the Dead God Theology)? Apakah Perjanjian Lama itu ajaran Yahudi ataukah Kristen ? Apakah Perjanjian Baru itu ajaran Yesus ataukah Paulus ?

2 Benarkah Karl Marx itu seorang Yahudi yang membangkitkan ajaran Komunis ? Benarkah ajaran Komunis itu menyerap dan menerapkan ajaran Yahudi ?

3 Benarkah NAHEMIA itu kelompok Yahudi yang berbaju Krtisten ? Apa saja ajaran Yahudi yang dipegangnya, dan apa pula ajaran Kristen yang dipakainya ?

4 Benarkah Gereja-Gereja Amerika (Advent, Saksi Yehova, Memomith, Moormoon, Christian Science, Pantekosta, Evangelist) itu bukan sekte Kristen (baik Katholik maupun Protestan) ? Apakah Gereja-Gereja Amerika itu juga kelompok Yahudi yang berbaju kristen ? Apa saja ajaran Yahudi yang dipegangnya, dan apa pula ajaran Kristen yang dipakainya ?

5 Benarkah Yahudi itu terkena kutukan Allah karena melakukan tiga pelanggaran (mempersekutukan Allah, menyembah/memperbuat patung, dan mendurhaka kepada Nabi/Raja Daud) ? Apakah akibat dari kutukan allah tersebut ?

6 Yesus itu apakah Yahudi ataukah Kristen ? Benarkah Yesus itu sedari kekal adalah “Anak Allah”, dan bukan menjadi “Anak Allah” pada saat kelahirannya di Betlehem ?

7 Organisasi internasional WCRP (The World Council on Religion and Peace), IARF (The International Asscociation for Religion Freedom), IIAC (International Interreligion Advisory Committee), ICR (Ibrahimi’s Comission Religion) apakah juga kelompok Yahudi ? Dan organisasi mana yang mengumumkan “Declaration on the Elimination of all Forms of Intolerence and of Discrimination Religion) ?

= Bekasi 23 Oktober 2000 =

20 Menyoal nasib

Dikemukakan bahwa diantara penyakit fisik ada yang merupakan penyakit bawaan yang diturunkan dari orangtua kepada anak, dari anak kepada cucu. Dalam hubungan ini, dipertanyakan, apakah nasib juga merupakan warisan turunan yang diturunkan dari orangtua kepada anak dan dari anak kepada cucu ? Orang tua yang gagal, tak berhasil dalam belajar, maka anak-anaknya, cucu-cucunya juga akan gagal, tak berhasil dalam belajar ? Orang tua yang gagal, tak berhasil dalam berusaha, maka anak-anaknya, cucu-cucunya juga akan gagal, tak berhasil dalam berusaha ? Orang tua yang gagal, tak berhasil dalam bekeluarga, maka anak-anaknya, cucu-cucunya juga akan gagal, tak berhasil dalam berkeluarga ? Benarkah semua itu ? Apakah juga agama merupakan warisan orangtua kepada anak-anaknya. Bila orangtuanya Yahudi maka anaknya, cucunya juga akan Yahudi ? Bila orangtuanya Nashrani, ama anaknya, cucunya jugaa akan Nashrani ? Benarkah. (Bks 16-10-2000)

asrir

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s