Memasyarakatkan Islam

Memasyarakatkan Islam

Tugas kewajiban Islam sepanjang masa adalah mengemban tugas dakwah, pelanjut risalah. Memasyarakatkan ajaran Islam. Memasyarakatkan akidah Islamiyah. Memasyarakatkan ubudiyah Islamiyah. Memasyarakatkan akhlak Islamiyah. Memasyarakatkan mu’amalah Islamiyah. Memasyarakatkan jinayah Islamiyah. Mengajak, menghimbau, menyeru umat manusia agar secara sadar dan sukarela mengakui bahwa tak ada Tuhan selain allah, bahwa Nabi muhammad itu adalah Rasul Allah, siap melaksanakan apa yang diperintahkan allah dan RasulNya, siap meninggalkan apa yang dilarang Allah dan RasulNya.

Di kalangan ustadz, da’I, muballigh, kiai, ulama, cendekiawan Islam hanya terdapat perbedaan rumusan tahapan langkah dalam memasyarakatkan ajaran islam itu, tetapi inti, maksud, tuajuannya adalah sama. Semuanya bertolak, berpangkal pada metode dakwah yang mengacu pada manhaj nubuwah (metodologi Sejarah nabi) dimulai dari membentuk syaksyiyah islamiyah (pribadi Muslim), kemudian usrah muslimah (keluarga Muslim), setelah itu mengarah kepada ijtima’iyah al islamiyah (masyarakat Islam) yang sasarannya menuju kepada daulah alislamiyah (negara Islam) dan ditutup dengan membentuk khilafah al Islamiyah (Kekhalifahan Islam).

Hassan alBanna dalam “Risalah atTa’lim”nya merumuskan enam tahapan bagi kebangkitan Islam, yaitu : Memperbaiki diri sendiri. Memperbaiki keluarga sendiri. Memperbaiki masyarakat. Memperbaiki sistim politik bernegara agar menjadi Islami. Membangun kesatuan ummat Islam sedunia. Menyelenggarakan gerakan dunia agar seluruhnya hanya bertanggungjawab kepada Allah semata (SUARA MASJID, No.144, 1 September 1986, hal 87, RISALAH, No.4, Thh.XXIV/Syawal 1406H/1986, hal 35-36).

Di kalangan aktivis Muslim dalam lembaga NII, upaya memasyarakatkan ajaran Islam itu mencakup Pembangunan Aqidah, Pembangunan Teritorial (Wilayah), Pembangunan aparat, Pembangunan ekonomi, Pembangunan komunikasi. Para ulama dalam Majelis Islam pada konferensi di Cisayong Jawa Barat merumuskan langkah perjuangan memasyarakatkan ajaran Islam itu seperti berikut : Mendidik rakyat agar cocok menjadi warga negara islam. Memberikan penjelasan kepada rakyat bahwa Islam tidak bisa dimenangkan dengan plebisit (referendum, pemilu). Membangun daerah-daerah basis. Memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia. Membangun Negara Isllam Indonesia sehingga kokoh berdaulat ke dalam dan ke luar, dalam arti, di dalam negeri bisa melaksanakan Syari’at Islam selurus-lurusnya dan sesempurna-sempurnanya, sedang ke luar sanggup berdiri sejajar dengan negara-negara lain. Membantu perjuangan Muslimin di negeri-negeri lain sehingga cepat bisa melaksanakan wajib sucinya. Bersama negara-negara Islam membentuk Dewan Imamah Dunia untuk mengangkat Khalifah Dunia (DARUL ISLAM, No.11, Th.II, 12 Agustus 2001, hal 63, Kolom : “Imam Kartosuwirjo dan Revolusi Islam (3), oleh AlChaidar).

Di kalangan Hizbut Tahrir, rumusan tahapan perjuangan memasyarakatkan ajaran Islam itu terdiri dari Tahapan pembinaan dan pengkaderan (pertarungan, pergolakan pemikiran), Tahapan interaksi dengan ummat (revolusi berpikir), Tahapan pengalihan kekuasaan (melalui gerakan massa ummat) (SABILI, No.20, Th,VII, 22 Maret 2000, hal 26, “Mereka Menebar Benih Negara Islam”, oleh M Lili NA).

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s