Kegagalan Dakwah

Kegagalan Dakwah

Lembaga, Badan Dakwah, Da’I, Muballigh telah gagal memasyarakatkan, mensosialisasikan pesan-pesan ajaran Islam. Telah gagal memasyarakatkan rambu-rambu pencegah konflik sosial. Telah gagal menanamkan benih masyarakat marhamah, masyarakat IMTAQ. Selama ini hanya berkutat sebatas tektstual ajaran Islam. Sama sekali tak mernah menyentuh, menjangkau pesan ajaran Islam secara konstektual. Tak pernah dijelaskan secara lugas tentang bahaya kikir, bakhil terhadap diri pribadi dan terhadap masyarakat secara sosiologis dan ekonomis. Tak pernah dijelaskan tentang bahaya rakus, tamak, serakah terhadap diri dan masyarakat secara sosiologis dana ekonomis. Tak pernah dijelaskan tentang bahaya dengki terhadaap diri dan masyarakat secara sosiologis dan ekonomis. Tak pernah dijelaskan bahaya terhadap diri dan masyarakat secara sosiologis dan ekonomis dari sifat dan sikap seperti itu yang dicela Islam.

Sudah masanya, lembaga dakwah, muballigh memusatkan diri menyamapaikan tuntunan, panduan Islam dalam mencegah timbulnya konflik sosial, baik konflik vertikal (antara atasan dan bawahan, antara majikan dan pelayan, antara penguasa dan rakyat), maupun konflik horizontal (sesama rakyat, sesama penguasa, antara eksekutif dan legislatif). Menyamapaikan ajaran “salam” yang dapat menumbuhkan kasih sayang secara konkrit.

Diperlukan adanya Panduan Akhlak IPOLEKSOSBUDHANKAMTIB Paripurna. Pengarahan tuntunan Islam praktis tentang keadilan-kehakiman-kedaulatan, keamanan-ketertiban, kemakmuran-kesejahteraan-kependudukan, kekeluargaan, kebudayaan-kesenian. Pengarahan Islam, Tuntunan Islam dalam hal mengabdiakn diri kepada Allah, Penguasa alam semesta. Tuntunan praktis bagi pejabat-pemerintah-penguasa-rakyat-umum-masyarakat, hakim-saksi-penuntut-pembela-pengacara-terdakwa-terpidana-pesakitan, tentara-polisi, penjual-=salesman-makelar-pembeli-pemakai-konsumen, pengusaha-majikan-buruh, karyawan-tukang-teknisi, pemilik-penggarap, suami-isteri-sanak-keluarga-famili-tetangga-teman-kerabat, hartwan-jembel-dhu’afa, ilmuwan-intelektual-guru-alim-ulama-da’I-khatib-muballigh-penceramah-ustadz-‘awam-murid-siswa-pelajar-pendengar-audiens, dan lain-lain.

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s