Hapuskan Perdagangan Uang (Bunga Uang)

Hapuskan Perdagangan Uang (Bunga Uang)

Ummat secara keseluruhan berdasarkan dari pengalaman kondisi ekonomi akhir-akhir ini, haruslah menemukan format, sistem alternatif baru di bidang ekonomi.

Tanpa ada alternatif sistem, ummat Islam akan terseret pada permainan tertentu yang tidak sejalan dengan prinsip Islam. Kita akan terjebak pada permainan orang lain yang merugikan ummat Islam sendiri.

Pendapat Perdana Menteri Malaysia, Dr Mahatir mohammad, tentang perlu dihentikannya perdagangan uang. Kaena, perdagangan uang secara prinsip tidak berbeda dengan riba atau membungakan uang. Islam melarang perdagangan uang, karena lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Agama Islam secara tegas mengajarkan bahwa harta itu dapat diperoleh manusia dari apa yang dikerjakannya. Bukan didapat dari cucuran keringat orang lain. Orang memperoleh harta sesuai apa yang dikerjakannya.

Sistem yang berkembang sekarang ini merupakan sistem yang dikembangkan Yahudi, yang sangat bertentangaan dengan semangat Islam. Dan, kita sekarang ini tanpa menyadarinya terseret di dalamnya.

Pasar uang bisa dihapus atau ditiadakan. Kita dapat merumuskan kekuatan ekonomi alternatif dengan sistem alternatif, tanpa perdagangan uang,

Yang memahami ekonomi Islam harus memulai menyuarakan perlunya perdagangan uang dihapus. Umat Islam perlu melakukan mobilisasi opini bahwa perdagangan uang itu, sangat merugikan masyarakat dan merusak tatanan ekonomi. Dari sudut Islam, perdagangan uang juga dilarang.

Setiap media Islam hendaknya mau memulai memerangi perdagangan uang itu, langkah-langkah penghapusan perdagangan uang hendaknya dapat dilaksanakan. Dan, secara logika ekonomi, penghapusan perdagangan uang sangat rasional (Seruan Faisal H Basri, dalam MEDIADAKWAH, Oktober 1997, hal 65).

Mengubah fungsi uang dari sebagai alat pembayaran menjadi komoditi yang diperjualbelikan sama dengan perjudian adalah zhalim (KH Hasan Basri, dalam REPUBLIKA, Sabtu, 24 Januari 1998, hal 2).

Selama pasar uang dikuasai para mafia dan godfather, maka pasar uang hanya menjadi laku judi semata (Theo F Tumion, dalam TERBIT, Jum’at, 23 Januari 1998, hal 3).

Bagaimana katiannya antara Bank dan Kesenjangan Sosial ? apakah dengan semakin banyaknya Bank, maka semakin sempit ataukah semakin lebar kesenjangan sosial antara konglomerat dengan yang melarat ? Apakah dengan semakin banyaknya uang yang berputar di Bank, maka semakin sempit atauhak semakin lebazr kesenjaangan sosial, maka semakin sedikit ataukah semakin banyak yang melarat ? bagaiamana konklusi faktuailnya ?

Imam Besar PBB dan Darul Qur:an New York, penulis buku “Satu jama’at Satu Amir”, Syekh Imran Nasr H ketika melawat ke Indonesia dalam raangkaian Seminar Islam di beberapa negara, dalam wawancaranaya kepada tim SABILI mengemukakan bahwa “uang kertas itu haram karena mengandung riba. Sekaranglah saatnya bagi uslim Indonesia untuk mengubah uang kertas menjadi uang logam, emas dan perak” (SABILI, No.01, Th.IX, 4 Juli 2001, hal 55)

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s