Dimensi Sosial dari Ajaran Islam

Dimensi Sosial dari Ajaran Islam

Ajaran Islam membuat hati itu hidup, bersinar, bergetar, tidak beku. Membuat jiwa itu hidup, dinamis, kreatif, tidak statis. Membuat semangat itu hidup, berkobar, bergelora, tidak melempem. Membuat hidup itu bermakna, penuh arti (QS 8:24, 22:28). Bahkan syahid itu pada hakikatnya adalah hidup juga, penuh arti, bermakna, bukan mati, bukan tanpa arti (QS 2:154). Yang hidup itu akan berlaku adil, beramal shaleh, membuat yang baik-baik, menyingkirkan yang buruk-buruk (QS 16:90, 5:8, 2:183), membuat roda ekonomi berputar, tidak hanya terbatas di kalangan konglomerat (QS 59:7, 70:24).

Ajaran Islam itu membuat mental-spiritual bisa hidup. Tak satu pu ajaran Islam, baik prinsipnya maupun prakteknya yang terlepas dari dimensi hidup sosial kemasyarakatan. Ajaran Islam mencakup hablum-minallah (yang berdimensi personal/individual) dan hablum minannas (yang berdimensi sosial/komunal) (QS 3:112). Ajaran Islam itu membawa rahmat, keberkahan, ketenangan, kesejukan, keamanan, keselamatan, kedamaian kepada semua. Islam itu sendiri berarti selamat, sentosa, aman, damai (QS 21:107). Diperlukan upaya-upaya untuk membumikan, mensosialisasikan ajaran Islam itu. Janji-janji Allah di dunia ini berkaitan dengan komunitas (berdimensi sosial), dan bukan hanya individu (berdimensi personal). Wajah sosial ajaran Islam berpangkal pada keyakinan bahwa selain Allah, bukanlah Tuhan. Dengan terwujudnya ketaqwaan komunal, TAQWA SOSIAL, insya-Allah akan turun keselamatan, keberkahan dan kasih sayang Allah serta dipimpin oleh pemimpin yang dicintai dan mencintai rakyat (QS 7:96, 5:65). (Bks 1-5-2000)

18 Yahudi tetap Yahudi

Dasar gerakan Yahudi, bahwa agama Yahudi adalah agama pilihan Tuha. Bahwa bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan. Yang harus menguasai dunia adalah bangsa pilihan, yaitu bangsa Yahudi. Rasa diri istimewa dari sekalian manusia di muka bumi sangat mendalam di jiwa orang Yahudi. Yahudi berpendirian, bahwa semua Yahudi tidak boleh memakan riba, sedangkan yang tidak Yahudi boleh (Kitab Ulangan, fasal 23:20).

Tujuan gerakan Yahudi adalah mengambil alih kekuasaan politik di seluruh dunia secara serentak, dan mendirikan kerajaan Yahudi Raya yang menguasai seluruh dunia.

Alat gerakan Yahudi adalah emas, uang, harta, kekayaan.

Cara gerakan Yahudi adalah dengan kekuatan, kekuasaan, paksaan, ancaman, infiltrasi, penyusupan, provokasi, intimidasi, manipulasi, pemutar-balikkan fakta.

Kegiatan gerakan Yahudi adalah mengacaukan, menghancurkan sistim politik, ekonomi, moral lawannya. Antara lain dengan Menguasai media penerangan (informasi), Mengorbankan pertentangan, perpecahan antar agama, suku, golongan, parpol, kelas sosial, Memperalat penjahat melakukan teror, kup, pemberontakan, peperangan, kerusuhan, keresahan, kekacauan, Mempermainkan pasar-modal, Membangkitkan kecanduan akan narkotika, obat bius, miras

Gerakan Yahudi Internasional menyeru kepada atheisme, menyebar-luaskan kebinasaan, kehancuran dan perpecahan di kalangan bangsa-bangsa. Ia menyamar dalam berbagai bentuk seperti : Illuminate (Kelompok Cahaya), B’nai B’rith, Bahaiyah, Yehova, Lions Club, Yoga.

Gerakan Yahudi lebih banyak bersifat rahasia. ILLUMINATE memicu Perang Salib, Perang Dunia Pertama dan Kedua, Revolusi Inggeris, Perancis, Amerika, Rusia (Komunis), Spanyol, Turki (kemalis), dan lain-lain.

Globalisasi membuka peluang bagi infiltrasi, seperti jaringan sindikat pengedar narkotika, ekstasi untuk mengacaukan, menghancurkan moral bangsa, serta jaringan rentenir-spekulator untuk mengacaukan, menghancurkan sistem moneter-keuangan suatu negara.

Yahudi tak tanggung-tanggung menyombongkan diri, dan juga tak tanggung-tanggung membuat kerusakan (Simak QS Isra 17:4).

Yahudi tidak akan merasa puas sebelum dapat membabat habis risalah yang dibawa Muhammad saw (simak QS Baqarah 2:120).

Yahudi itu pelanggar janji. Semula Yahudi diperlakukan sebagai warganegara Madinah (simak Piagam Madinah). Namun kemudian, karena mereka melanggar janji yang dibuat oleh mereka sendiri, maka mereka diusir dari Madinah, seperti yang dialami Bani Nazhir, Bani Quraizhah, Bani Qainuqa’ (simak Shahih Bukhari, Kitab Maghazi, Bab Hadits Bani Nazhir).

Di Indonesia kini terdapat sekte Kristen NAHEMIA, yang menurut uhammad Zulkarnain dari The Institute of Reseaches and Studies on The History of World Religions, adalah kelompok Yahudi yang berbaju Kristen, yang berkantor di Jalan Proklamasi Jakarta. (Bks 17-7-2000)

19 Yahudi. Apa itu ?

1 Benarkah Paulus (Saulus) itu seorang Yahudi yang merombak Taurat ? Bagaimanakah cara Paulus merombak Yahudi menjadi Kristen (Doctrin of the Dead God Theology)? Apakah Perjanjian Lama itu ajaran Yahudi ataukah Kristen ? Apakah Perjanjian Baru itu ajaran Yesus ataukah Paulus ?

2 Benarkah Karl Marx itu seorang Yahudi yang membangkitkan ajaran Komunis ? Benarkah ajaran Komunis itu menyerap dan menerapkan ajaran Yahudi ?

3 Benarkah NAHEMIA itu kelompok Yahudi yang berbaju Krtisten ? Apa saja ajaran Yahudi yang dipegangnya, dan apa pula ajaran Kristen yang dipakainya ?

4 Benarkah Gereja-Gereja Amerika (Advent, Saksi Yehova, Memomith, Moormoon, Christian Science, Pantekosta, Evangelist) itu bukan sekte Kristen (baik Katholik maupun Protestan) ? Apakah Gereja-Gereja Amerika itu juga kelompok Yahudi yang berbaju kristen ? Apa saja ajaran Yahudi yang dipegangnya, dan apa pula ajaran Kristen yang dipakainya ?

5 Benarkah Yahudi itu terkena kutukan Allah karena melakukan tiga pelanggaran (mempersekutukan Allah, menyembah/memperbuat patung, dan mendurhaka kepada Nabi/Raja Daud) ? Apakah akibat dari kutukan allah tersebut ?

6 Yesus itu apakah Yahudi ataukah Kristen ? Benarkah Yesus itu sedari kekal adalah “Anak Allah”, dan bukan menjadi “Anak Allah” pada saat kelahirannya di Betlehem ?

7 Organisasi internasional WCRP (The World Council on Religion and Peace), IARF (The International Asscociation for Religion Freedom), IIAC (International Interreligion Advisory Committee), ICR (Ibrahimi’s Comission Religion) apakah juga kelompok Yahudi ? Dan organisasi mana yang mengumumkan “Declaration on the Elimination of all Forms of Intolerence and of Discrimination Religion) ?

= Bekasi 23 Oktober 2000 =

20 Menyoal nasib

Dikemukakan bahwa diantara penyakit fisik ada yang merupakan penyakit bawaan yang diturunkan dari orangtua kepada anak, dari anak kepada cucu. Dalam hubungan ini, dipertanyakan, apakah nasib juga merupakan warisan turunan yang diturunkan dari orangtua kepada anak dan dari anak kepada cucu ? Orang tua yang gagal, tak berhasil dalam belajar, maka anak-anaknya, cucu-cucunya juga akan gagal, tak berhasil dalam belajar ? Orang tua yang gagal, tak berhasil dalam berusaha, maka anak-anaknya, cucu-cucunya juga akan gagal, tak berhasil dalam berusaha ? Orang tua yang gagal, tak berhasil dalam bekeluarga, maka anak-anaknya, cucu-cucunya juga akan gagal, tak berhasil dalam berkeluarga ? Benarkah semua itu ? Apakah juga agama merupakan warisan orangtua kepada anak-anaknya. Bila orangtuanya Yahudi maka anaknya, cucunya juga akan Yahudi ? Bila orangtuanya Nashrani, ama anaknya, cucunya jugaa akan Nashrani ? Benarkah. (Bks 16-10-2000)

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s