Sekitar Pancasila

1. Pancasila

Pancasila adalah salah satu di antara tiga sebutan atau nama yang diusulkan Ir Soekarno bagi lima hal untuk menjadi Dasar Negara Indonesia Merdeka yang dikemukakannya dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 di hadapan sidang pertama hari ketiga Badan Penyelidik Usha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUUPKI), yaitu : Pancasila (Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufaat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, Ketuhanan yang berkebudayaan) atau Trisila (Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi, Ketuhanan) atau Ekasila (Gotong royong, Solidaritas Sosial, Kesetiakawanan Sosial).

Ketiga sebutan atau nama yang diusulkan Ir Soekarno tersebut tidak memperoleh sambutan, tanggapan, gubrisan, dukungan dari BPUUPKI. Baik BPUUPKI dalam sidang kedua ahari ketiga tanggal 16 Juli 1945, maupun PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dalam sidangnya tanggal 18 Agustus 1945, sama-sama tidak memberi atau mencantumkan nama Pancasila, atau Trisila, atau Ekasila bagi lima Dasar Negara Indonesia Merdeka. Baik Pembukaan ataupun Batang tubuh UUD-1945 berrsih dari nama Pancasila atau Trisila atau Ekasila.

Tahun 1947 bulan Juli) pidato yang diucapkan Ir Soekarno dengan tidak tertlis dalam sidang pertama BPUUPKI tanggal 1 Juni 1945 diterbitkan sebagai buku dengan judul “Lahirnya Pantja Sila”. Ir Soekarno dengan kecakapan, kebijakan, kekuasaannya mengarahkan pendapat umum agar nama Pancasila disepakati sebagai konsensus nasional bagi lima Dasar Negara Republik Indonesia. Dengan demikian Dasar Negara Republik Indonesia dikenal dengan nama Pancasla.

Selanjutnya Jenderal Soeharto dengan kecakapan, kebijakan, kekuasaannya sebagai Presiden Republik Indonesia pada tanggal 13 April 1968 mengeluarkan Instruksi Presiden Republik Indonesia No.12, Th.1968 yang memutuskan tata urutan dan rumusan lima Dasar Negara Republik Indonesia yang tercantum dalam Pembukaan UUD-1945 sebagai tata urutan dan rumusan Pancasila.

2. Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia

Selama empat belas tahun pertama sejak Proklamasi kemerdekaan Negara Republik Indonesia, yaitu dari 1945 sampai 1958, hampir boleh dikatakan bahwa Pancasila dikenali hanya terbatas sebagai Dasar Negara REpublik Indonesia.

Semula, Pancasila diperkenalkan oleh Ir Soekarno dalam sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai) tanggal 1 Juni 1945.

Pada bagian akhir pidatonya, atas petunjuk seorang ahli bahasa, Ir Soekarno mengusulkan Pancasla sebagai nama bagi rancangan Dasar Negara Indonesia Merdeka yang dikemukakannya. Atau dapat dinamakan Trisila (Socio-nationalisme, Socio-demokratie, ke-Tuhanan) atau boleh pula dinamakan Ekasila (Gotong-royong/Solidaritas).

Sejarah tak ada mencatat bahwa Badan Penyelidikl Usaha Persiapan Kemerdekaan dalam sidang-sidangnya pernah membahas, membicarakan tentang nama bagi Dasar Negara Indonesia Merdeka, baik yang namanya Pancasila, Trisila atau Ekasila. Juga tidak ketika merumuskan Dasar Negara Indonesia Merdeka dalam Piagama Jakarta tannggal 22 Juni 1945. Demikian pula ketika pendiri Negara Republik Indonesia mensahkan Piagam Jakarta sebagai pembukaan UUD tanggal 18 Agustus 1945. Ringkasnya para pendiri Negara Republik Indonesia tak pernah memutuskan memberikan nama Panc asila bagi Dasar Negara Republik Indonesia.

3. Bila Wanita Jadi Presiden (Hari Ibu Dalam Emansipasi)

Setelah wanita (Megawati Sukarnoputeri) jadi Presiden, maka suami Presiden (Taufiq Kiemas) memimpin menteri (ke Cina) dan isteri menteri (ismen) memimpin dirjen. Demikian celetuk Rehat di pojok REPUBLIKA (Sabtu, 22 Desember 2001, Hari Ibu).

Alvin Lie, Wakil Ketua Fraksi Reformasi memberi penugasan Taufiq Kiemas (mengetuai Delegasi Menteri ke Cina) sebagai nepotisme gaya baru (Gaya Mega). Menurutnya, delegasi negara lebih effektif bila dilakukan Wapres atau Menko katimbng suami Presiden. Kecuali bila Presiden sudah tidak percaya lagi kepada Wapres dan Menkonya (REPUBLIKA, idem).

Inilah risiko memilih, mengangkat wanita jadi Presiden.

(Bks 21-12-01)

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s