Sejarah berulang

Sejarah berulang

Meminjam Rudyard Kipling (1865-1936). Barat tetap Barat. Timur tetap Timur. Barat tetap memusuhi Timur. Barat mengidap superiority complex. Barat merupakan turunan Yahudi. Anak keturunan Izaak dari anak Yacob yang ketujuh Dan berkembang biak di Eropah, yang antara lain dikenali dengan sebutan Dan Louge, Din Dal, Dun Drum, Don Egal, Dun Glue, Dnipper, Din In, Den Hag, Den Helder, Dniester, Denmark, Dan Saacson (putera Isaac) (INTIFADAH, 1998, No.1`, hal 5,19, No.2, hala 13, “Mengapa Saya Beragama Islam”, hal 15). Yahudi (Bani Israil) merasa dirinya sebagai bangsa pilihan (QS 45:16).

Mulai sejak lima ratus tahun yang lalu, Barat (Eropa) dengan congkak, angkuh, pongahnya berami-ramai menindas, mengeksploitasi Timur (Asia, Afrika). Kini tetap saja Barat (Eropah, Amerika, Australia) dengan berbagai dalih menghancurkan, memporak-porandakan martabat dan kehormatan Timur (Afghanistan, iran, Irak, Libiya, Sudan, aljazair, dana lain-lain negara Asia dan Afrika). Barat (Eropah, Amerika, Australia) tak akan pernah berhenti hingga sampai Timur (Asia, Afrika) tunduk bertekuk lutut ke bawah komando Barat.

Penyelesaian konflik bagi Demokrasi Barat tetap saja dengan senjata, dengan penyelesaian militer. Setiap yang berbeda dengan Demokrasi Barat harus ditundukkan dengan militer. Didahului dengan stigmatisasi, labelisasi teroris. Setiap yang tidak sejalan dengan Barat (Amerika dan sekutunya) dicap sebagai ekstirimis, teroris, rejeksionis. Sebaliknya yang sejalan dengan Barat (Amerika dan sekutunya) disebut moderat (Jalaluddin Rakhmat : “Kasus Terorisme Dari Chomsky”).

Barat (Eropah, Amerika, Australia) menjadikan demokrasi sebagai tameng doktrin yang dipakai untuk memelihara kpenentingannya. Ukuran demokrasi adalah seberapa jauh kepentingan Barat terlindungi. Barat tak segan-segan mendukung rejim represif dan otoriter yang dianggap bisa memelihara dan menjaga kepentingannya. Demokrasi hanya dikenal bagi yang membantu terpeliharanya stabilitas dominasi Barat (SABILI, No.12/Th.IV, Rajab 1412H, hal 52-54).

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s