Menghadapi teroris

Menghadapi teroris

Berjuanglah sekuat tenaga sesuai amanat QS 8:60, dan susun;lah barisan serapi mungkin sesuai QS 61:4 dalam arena information-war, psywar, ghazwul-fikri, agar orang-orang semacam Yusuf Qardhawi, Musthafa Masyhur, Makmun Hudaini, Hasan Huwaidi, dan lain-lain dapat mendesak PBB bersedia membatalkan ketetapannya, bahwa organisasi-organisasi Islam radikal/fundamentalis adalah teroris, seperti dikategorikan oleh AS dan sekutunya.

Ketahuilah bahwa dalam khazanah Fiqih Islam, yang dapat dikategorikan teroris itu adalah kelompok (thaifah, ‘ashabah) “hirabah” yang mengacu pada QS 5:33, yaitu kelompok yang terang-terangan melakukan tindakan makar, tindakan yang melawan hukum allah dan RasulNya, seperti berbuat keonaran, kekacauan, kerusuhan, prahara, huruhara, penjagalan, pembegalan, pembantaian, perampasan, penjarahan, perampokan, perompakan, pembajakan, perkosaan, penyiksaan (Afzalurrahman : “Muhammad Sebagai Pemimpin Militer”, hal 304, terjemahan Anas siddik, terbitan Bumi aksara, jakarta, 1991:304). Kelompok hirabah ini termasuk kedalam Jama’ah Jahiliyah (anarchis), bukan Jama’ah Islamiyah. Berdo’alah agar Allah melindungi dari jadi bulan-bulanan terorisme. “Ya allah. Kami berlindung kepadaMu dari kelemahan (kehinaan), kemalasan, kepenakutan, kepikunan, kekikiran, siksaan kubur, godaan hidup dan mati, kebelit hutang dan dari jadi bulan-bulanan terorisme (ghalabtir rijal) (HR Muslim dari Anas). Tugas kewajiban umat Islam hanya terbatas dalammelaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan RasulNya dan meninggalkan apa yang dilarang Allah dan RasulNya. Sedangkan urusan tegaknya Syari’at Islam, berdirinya Negara Karunia allah, sepenuhnya semata-mata adalah urusan Allah swt. Jika Allah menghendaki tegaknya Syari’at Islam, berdirinya Negara karunia allah di suatu wilayah, maka Allah akan menampilkan tokoh yang saleh yang mempunyai kewibawaan, kemampuan, kekuatan, kekuasaan menularkan (mentransferkan, mentransformasikan) kesalehan kepada masyarakat-komunitas bangsanya. Jika Allah menghendaki tegaknya Hukum Sekuler, berdirinya Negara Sekuler di suatu wilayah, maka Allah akan menampilkan tokoh yang fasiq yang mempunyai kemampuan, kekuatan, kekuasaan menularkan (mentransfer, mentransformasikan) kefasikannya kepada masyarakat-komunitas bangsanya. “Dan jika Kami (kata Allah) hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menta’ati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan (berbuat fasik) dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya” (QS 17:16). “Dan demikianlah Kami (kata allah) jadikan sebagian orang-orang yang zhalim itu menjadi teman (pemimpin) bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan” (QS 6:129) . “Apabila Allah menghendaki kebaikan pada suatu kaum Dia mengangkat orang-orang bijaksana menjadi pemimpin mereka, dan mereka dihakimi oleh ulama mereka dan harta mereka dikuasai oleh orang-orang yang murah hati. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada suatu kaum dia mengangkat orang-orang yang bodoh menjadi pemimpin mereka dan mereka dihakimi oleh orang-orang bodoh, sedangkan harta mereka dikuasai oleh orang-orang yang kikir” (HR Dailamy, dalam Muhammad Zakaria alKandahlawi : “Koreksi Pola Hidup Umat Islam”, 1986:54-55). Untuk dapayt berlakunya hukum allah sebagai hukum positif di tengah masyarakat butuh adanya suatu kekuasaan pelaksana. Karena itu perlu ada usaha, upaya untuk memperoleh kekuasaan itu. Man possessos God disposes (QS 3:26, 13:26, 16:71). Pada allah semuanya bergantung. Allah yang menentukan, memprogram semuanya. Hidup matinya. Sukses gagalnya. Jaya hancurnya. Reformasi yang terjadi belakangan ini, semata-mata digerakkan oleh Allah, tanpa campur tangan manusia. Tak seorang pun, tak satu pun kelompok yang menggerakkan reformasi. Allah itu sebagai Causa Prima. Bangkitnya Islam pun di Tanah Arab bukanlah atas usaha dan upaya dari sisa-sisa pengikut ajaran nabi Ibrahim, tetapi semata-mata atas anugerah Allah yang telah menghadirkan RasulNya Muhammad saw sebagai penggerak pertama di sana (Dr Musthafa asSiba’I : “Sari Sejarah Danb Perjuangan Rasulullah saw”, 1983:30, Dr Muhammad Said Ramadhan alButhy : “Sirah Nabawiyah”, I, 1992:45-46). Umar bin Abdul Aziz berubah dari pemuda glamour, foya-foya, plesiran menjadi manusia zuhud (bukan hamba harta-dunia), bukanlah atas usaha keluarga, masyarakat, lingkungananya, tetapi semata-mata anugerah Allah. Sa’at ini umat Islam sedunia belum punya seorang sosok yang saleh yang mempunyai kemampuan, kekuatan, kekuasaan menularkan *mentransferkan, mentransformasikan) kesalehannya kepada komunitas-masyarakatnya. Sosok itu – menurut versi Abul A’la alMaududi – memiliki pengetahuan yang luas tentang masalah-masalah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, memiliki pemikiran politik yang cemerlang, memiliki kemahiran dalam strategi militer, mencakup cendekiawan, negarawan, ahli strategi ulung (“Sejarah Pembaruan Dan Pembangunan Kembali Alam pikiran Agama”, 1984:59). Dari hasil temuan/penyelidikan tim investigasi di lapangan (yang diberitakan media cetak dan elektronika), tampaknya tuduhan sebagai pelaku tragedi Bali 12 Oktober 2002 mengarah pada kalangan Islam. Sedangkan korbannya adalah sebagian besar warga negara asing non-Muslim sedang melakukan kegiatan munkar di lokasi munkar. Tindakan pelaku tersebut bisa dimasukkan ke dalam jarimah hirabah yang mengacu pada QS 5:33 yang diancam dengan hukum dibunuh, atau disalib, atau potong tangan dan kaki berselang-seling, atau dibuang. Bisa pula dimasukkanb kedalam kelompok “antara kamu dan antara mereka ada perjanajian” yang mengacu pada QS 4:92 yang diancam dengan hukuman menyerahkan diat kepada keluarga korban dan memerdekan budak mukmin. Dan bisa pula dimasukkan kedalam tindakan keliru (salah ijtihad) seperti yang dilakukan oleh Khalid bin al Walid yang memerintahkan bunuh para tawanan perang pada pembebasan Mekkah. Ketika menerima berita kekeliruan Khalid tersebut, Rasulullah berdo’a “Ya Allah. Aku bermohon kepadaMu lepas tangan dari apa yang telah diperbuat oleh Kahlid bin alWalid itu”. Rasulullah segera menugasi Ali bin Abi Thalib membawa harta untuk diserahkan kepada keluarga korban sebagai diat, tebusan darah dari pemerintah (Muhammad Husain Haekal : “Sejarah Hidup Muhammad”, 1984:517). Umat Islam sedunia pasti sangat sedih dan berduka atas tindakan Abdul Aziz dan Amrozi beserta teman-teman dan kawan-kawannya dalam tragedi Bali 12 Oktober 2002, meskipun barangkali menurut ijihadnya mereka berada pada posisi yang benar, melakukan perjuangan suci. Salah tetap saja salah. Perjuangan jihad fisabilillah (yang mengikuti aturan Allah) adalah untuk membela dakwah dan untuk melindungi kemerdekaan/kebebasan penyiaran Islam serta untuk mengukuhkan sendi asas perdamaian, bukan untuk menimbulkan permusuhan dan bukan pula untuk penjajahan (Prof A Hasymy : “nabi Muhammad saw Sebagai Panglima Perang”, 2001:8). Rasulullah dalam perjuangan jihadnya tidaklah bermaksud untuk membunuh musuh sebanyak-banykanya, tetapi untuk menaklukkan, menundukkan manusia kepada jalan kebenaran. Musuh itu adalah objek dakwah (PANJI MASYUARAKAT, No.537, hal 42, dari tulisan Afzalurrahman tentang Muhammad saw dan Konsepsi Jihad). Tenaga potensial Abdul Aziz dan Amrozi serta kawan-kawannya terbuang sia-sia tanpa hasil. Tidak menaikkan citra Islam, malah menaikkan posisi kedudukan para anti Islam. Padahal mereka ini sangat potensial untuk membina, menyiapkan kader pemimpin Islam masa depan. Abul A’la alMaududi berpesan agar mendidik, mencetak dulu tenaga-tenaga untuk memegang jabatan pemerintahan, kemudian barulah didirikan negara yang sesuai dengan kemauan Islam (“Metoda Revolusi Islam”, 1983:34). Seyogianya juga tidak mengunlangi kekeliruan seperti yang pernah dilakukan orang-orang semacam Imran dan kwan-kawan pada kasus pembajakan Woyla.

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s