Forum Anti Sistem Sekuler

Forum Anti Sistem Sekuler

Sistem Sekuler adalah sistem yang berwawasan hanya pada kenikmatan, kelezatan, kesenangan di dunia semata (epikurisme, hedonisme, vitalisme), pada keuntungan diri pribadi (egoisme, individualisme, individual profit oriented), bukan berwawasan pada kenikmatan, kelezatan, kesenangan di dunia dan di akhirat, bukan pada keuntungan bersama (altruisme, kolektivisme, social profit oriented). Tidak percaya pada Allah (atheisme). Tidak percaya pada Hari Berbangkit, pada Hari Akhirat (naturalisme). Anti terhadap norma-norma akhlak (nihilisme, anarkhisme, hewanisme). Rakus, tamak pada kemewahan dunia (materialisme).

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami (Allah), dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami (Allah), mereka itu tempatnya ialah neaka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan” (QS 10:7-8.

Orang sekuler itu ingkar (tidak mau percaya) pada Allah, ingkar (tidak mau peduli) akan ayat Allah, ingkar (tidak mau percaya) pada Hari Akhirat, merasa puas dengan kenikmatan, kelezatan, kesenangan, ketenteraman hidup di dunia saja.

“Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti maknnya binatang-binatang. Dan mereka adalah tempat tinggalnya neraka” (QS 47:12).

Orang sekuler berkata bahwa hidup ini hanya sekali ini saja. Maka sedang kita masih hidup ini hendakalah kita puaskan selera, perturutkan kehendak hati, jangan ditahan-tahan. Berlombalah mengambil kesempatan (Prof Dr Hamka : “Tafsir Al-Azhar” VII, 1982:195).

“Dan mereka akan mengatakan : ‘Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan'” (QS 6:296). Bagi orang sekuler “lil ghayati tubarriul wasilah”, “the ends justify the means” (untuk mencapai tujuan, segala jalan boleh ditempuh) (Prof Dr Hamka : “Tafsri Al-Azhar” XI, hal 168).

Media Islam dan Majlis Taklim diharapkan dapat membuka Forum Anti sistem Sekuler. Menyajikan antara lain : Apa saja sistem-sistem sekuler itu. Bagaimana corak dan sejarah perkembangannya. Siapa-siapa tokoh pemukanya. Bagaimana pandangannya terhadap Islam. Apa yang dilakukannya terhadap Islam. Apa kekuatannya. Apa kelemahannya. Bagaimana pandangan Islam terhadapnya. Apa yang harus dilakukan Islam terhadapnya. Dan lain-lain.

Fatih Karim dari IPB mengemukakan, bahwa jika masyarakat ingin merubah keadaannya (terbebas dari krisis), maka harus berusaha sekuatnya untuk menumbangkan demokrasi dengan menggantinya menjadi sistem islam, jika benar mengakui hanya aturan allah yang layak digunakan SABILI, No.24, Th.VIII, 23 Mei 2001, hal 9).

Muhammad Iqbal, pemikir Islam dari Pakistan menyerukan agar meninggalkan thagut Demokrasi, dan setia Mengikuti Muhammad saw, Insan Kamil. Demokrasi itu – menurut Iqbal – adalah suatu bentuk pemerintah yang manusia dihitung, bukan ditimbang. Demokrasi itu senandungnya imperialis, topengnya kapitalis. Demokrasi itu sebenarnya adalah bulunya musang otokrasi (Run away from democracy, and be the slave of the Perfect Man. Demoracy is a form of government in which men are counted, not weighed). Demokrasi itu laksana organ tua yang mengetuk-ngetuk noot musik imperialisme, yang dipandang sebagai Ratu Peri Kemerdekaan. Padahal sesungguhnya adalah tontonan otokrasi terselubung. Hak-haka asasi menurut resep demokrasi hanyalah narkotika manis “Pembangunan Kembali Alam Pikiran Islam”, 1983:23).

Abdul Madjid ‘Aziz az-Zaidan mengingatkan bahwa dalam demokrasi, para dewa legislatif membuat, menetapkan segala macam undang-undang hanya untuk kepentingan-kepentingan mereka sendiri, demi memenuhi, memuaskan selera mereka (“Jalan Menuju Iman”, hal 48).

Ifan Suryahadi mengingatkan bahwa sebagai berhala, Pancasila itu harus dirobohkan, bukan sekedar amandemen UUD-45. Pancasila harus diganti secara tuntas dengan satu sistem baru. Atas nama Pancasila, selama ini (tahun delapan-puluhan) pengausa (Orba) menangkapi orang-orang Islam yang menentang Asas Tunggal (SABILI, No.26, Th.VII, 14 Juni 2000, hal 68,72).

Widayat dari Tangerang mengusulkan agar Majalah Islam SABILI mengadakan pertemuan dengan pembaca secara langsung (Silaturrahmi Akbar SABILI dan Pembaca) (SABILI, No.24, Th.VIII, 23 Mei 2001, hal 6).

Topo Santoso dari FH-UI mengharapkan semua pihak yang meyakini akan tegaknya hukum Allah di muka bumi ini agar “Bersatu Menegakkan Syari’at Islam” (SABILI, No.1, Th.IX, 4 Juli 2001, hal 77).

Forum Anti Ssistem Sekuler diharapkan dapat menjadi wadah untuk berikhtiar, berupaya, mendakwahkan, memasyarakatkan penerapan sistem Islam dalam politik, ekonomi, sosial, budaya dan kehidupan lain. Misalnya dalam ekonomi berupaya mengembalikan uang pada fungsinya sebagai alat tukar saja, bukan sebagai barang dagangan (komoditi bisnis) yang diperjualbelikan.

Sekularisme masa kini pada mulanya merapakan anti-these (perlawanan) terhadap kekuasaan gereja yang mutlak pada abad pertengahan. Tapi dalam perkembangannya menjadi anti-agama (memusuhi agama-agama apa pun), baik yang mendukung ilmu pengetahuan atau pun yang memusuhinya. Dalam menegakkan sekularisme ini, Yahudi mempunyai peran besar. Pelopor sekularisme adalah Baruch Spinoza. Schopenhauer, Feuerbach, Nietsche mengingkari adanya Allah, tidak mau percaya akan adanya Allah (atheisme). Nietsche beranggapan bahwa Tuhan telah mati, dan digantikan oleh Superman. Orang sekuler meyakini bahwa tidak ada hubungan antara Allah dengan kehidupan manusia. Kehidupan ini hanyalah berdasarkan ilmu pengetahuan, dan didukung oleh akal dab berbagai eksprimen (eksprimentalisme, rasionalismem, realisme, naturalisme, materialisme). Segala aktivitas hidup hanya berdasarkan pada pertimbangan daya guna materi (pragmatisme, opportunisme, materialisme, hewanisme, utilitisme). Orang-orang sekuler menyeru kepada kebebasan akal (Maryam Jameelah : “Islam & Modernisme”, 1982:23-38).

Orang-orang sekuler berupaya memutarbalikkan hakekat Islam, Qur;an, dan Rasulullah, mengatur ejekan (newspeak) kepada Islam (Prof Dr Hamka : “Tafsir Al-Azhar”, VI, 1992:300). Meyakinkan bahwa Islam itu hanyalah berupa ritual, upacara-upacara keagamaan belaka, Islam itu terpisah dari politik. Bahwa Islam itu menyebabkan kemunduran. Mengumandangkan emansipasi (kebebasan wanita sesuai dengan kebiasaan wanita-wanita Barat). Menghidupkan peradaban-peradaban jahiliyah. Memutarbalikkan Sejarah Islam, menganggap bahwa geakan-gerakan destruktif dalam SEjarah Islam adalah gerakan reformasi, bahwa Hajaj bin Yusuf adalah salah seorang pembesar ahli pemerintahan dalam Sejarah Dunia (MAWY : “Gerakan Keagamaan Dan Pemikiran”, 1995:282-285). Orang sekuler menjadikan agama sebagai objek, sasaran lawakan, tertawaan, ejekan, hinaan, cacian, makian (QS &:51).

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s