Bahasa Qur:an sangat santun

Bahasa Qur:an sangat santun

Segala sesuatu di dunia ini adalah kepunyaan Allah. Dia adalah Pemilik sebenarnya ari semua ini. Denan demikian, maka hidup dan kekayaan manusia, yang adalah bagian dari dunia ini, adalah juga kepunyaanNy, karena Dialah yang menciptakan semua itu bagi9 masing-masing manusia untuk dipergunakannya (Abul A;la Maududi : “Pokok-Pokok Pandangan Hidup Muslim”, 1983:20).
Dalam hubungan ini, Qur:an berbicara sangat santun terhadap manusia yang dimuliakan Allah ini (QS 17:70). Simaklah antara lain QS 9:11 dan QS 2:245. Dalam QS 9:11 disebutkan bahwa “Sesungguhnya Allah telah membeli dai para Mukminin jiwa-jiwa mereka dan harta-harta mereka (sebagai) balasan bagi mereka itu adalah sorga aljanna”. Dlam QS 9:11 ini manusia diperlakukan Allah sebagai pemilik diri dan hartanya. Padahal Allahlah pemilik sebenarnya. Manusia bukanlah pemilik sebenarnya. Maka dari sudut ini sama sekali tak ada persoalan jual atau beli (idem).
Dalam QS 2:245 disebutkan bahwa “Siapakah yang sudi meminjami Allah dengan pinjaman yang baik? Supaya Dia gandakan untuknya dengan penggandaan yang banyak?” Dalam QS 2:245 ini pun manusia diperlakukan Allah sebagai pemilik hartanya. Renungkanlah betapa santunya bahasa Qur:an itu. Karena cinta kasihNya kepada hambaNya yang beriman, Dia mengatakan meminjam. Alangkah terharunya orang Mukmin mendengar firman Allah. Harta siapa yang dipinjam Allah itu, padahal harta kekayaan yang ada pada manusia. Allahlah yang meminjamkan kpada manusia untuk sementara (Prof Dr Hamka : “Tafsir AlAzhar”, 1983, II:276).
Namun orang-orang durhaka yang hati dan otaknya penuh kebencian dan dendam kepada Allah an RasulNya mengambil ayat QS 2:245 untuk membuat provokasi bahwa “Allah itu memerlukan kami, bukan kami yang memerlukan Allah. Allah itu yang meminta bantuan kami, bukan kami yang meminta bantuan Allah. Kami lebih kaya dari Allah. Klau bukan begitu, niscaya Dia tidak akan meminjam kepada kami”, seperti yang dilakukan oleh tokoh Yahudi Fanhash binAruza, yang diungkapkan dalam QS 3:181 (Prof Dr Hamka : “Tafsir AlAzhar”, 1983, IV:4-5)

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s