Kemakmuran

Kemakmuran

Konsepsi kesejahteraan, kemakmuran yang diusung oleh Kapitalisme, Komunisme, Islam, semuaya sangat indah mempesona di tataran teoritis (Das Sollen). Namun tampak kusam di tataran praktis (Das Sein). Ini disebabkan oleh watak manusia yang rakus, tamak, serakah, bakhil, pelit, kikir, angkuh, pongah, sombong. “Ada tiga hal yang berbahaya, yang menimbulkan kerusakan : Pertama, hawa nafsu yang diperturutkan. Kedua, kikir yang dipatuhi. Ketiga, terpesona dengan kemegahan diri” (Simak HR Abu Syaikh dari Anas, dalam “Mukhtar alAhadits anNabawiyah”, oleh AsSayid Ahmad AlHasyimi Beik, hadits no.498).

Yang membedakan Islam dari Komunisme dan Kapitalisme dalam hal ini, karena Islam membimbing, menuntun manusia agar hidup wara’, qana’ah, zuhud. Namun ini hanya bersifat anjuran, sehingga tak mampu mencegah watak asli manusia tersebut diatas.

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s