Darah teroris tertumpah

catatan serbaneka asrir pasir

Darah teroris tertumpah

Sudah tak terhitung berapa banyak jumlah korban bergelimpangan mereka yang dicap sebagai teroris (menurut terminologi Amerika dan sekutunya masa kini). Namun realitas menunjukkan bahwa teroris tak pernah berkurang, malah makin bertambang. Tampaknya Hukum Boyle Gay Lussac PV=CT juga berlaku dalam Ilmu Sosial di samping dalam Ilmu Fisika. Semakin ditekan, semakin militan.

Simak dan perhatikanlah di mana-mana, apa ayang terjadi. Apakah dengan membantai Hasan alBanna, Ali Audah, Sayyid Quthub, orang-orang Ikhwanul Muslimin; teroris makin berkuang di Mesir ? Apakah dengan membantai oang-orang FIZ; teroris makin berkurang di Aljazair ? Apakah dengan membantai orang-orang DI, JI, Amrozi, Mukhlas,Imam Samudera, Azhari, Nurdin, dan lain-lain; teroris makin berkrang d ndonesia ? Demikian juga di Mindanau, di Patani, di Kashmir, di Kurdi, dan lain-lain.

Bagaimana pun paham tak akan bisa dibasmi, dimusnahkan dengan memusnahkan orang-orangnya. Selama misi jihad masih berlaku, maka akan selalu saja bermunculan silih berganti mereka-mereka yang siap mengusung panji-panji “hidup mulia atau mati syahid”.

(Simak antara lain Drs H Ahmad Yani, MM, MBA : “Mulia dengan Jihad, Terhina Tanpa Jihad”, SUARA MUSLIM, DDII Bekasi, Edisi 33-Thn.2011M/1432H, hal 56, “Muhasabah”)

(written by sicumpaz@gmail.com at BKS1107181700)

Tinggalkan komentar

Filed under catatan serbaneka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s