Sama-ama muqallid

catatan serbaneka asrir pasir

Sama-sama muqallid

Untuk melampiaskan kedongkolan, kekesalan, kegeraman, kebencian, kemarahannya terhadap Usamah bin Ladin dan yang sepaham dengannya, AlUstadz Luqman bin Muhammad Ba’abduh mengarang buku “Mereka Adalah Teroris”[ bantahan terhadap buku :Aku Melawan Teroris”, karya Imam Samudera],( terbitan Putaka Qaulan Sadida, Malang, 2005) setebal 720 halaman, dengan menggunakan kta-kata yang bukan sadida, penuh dengan cacian, makian.

Dengan penuh tanggungjawab ilmiah/syar’iah, Abdul Zulfidar Akaha mengarang buku “Siapa Teroris ? Siapa Khawarij ?” (terbitan Putaka AlKautsar, Jakarta, 2006), setebal 383+XXVIII dengan menggunakan kta-kata sadida, laiyina, santun sebagai tangapan buku AlUstadz Luqman.

Jauh seb3elum AlUstqdz Luqman, sudah tampil KH Tb Amin Abdullah Albantani mengarang buku “Pedoman Pokok Dalam Kehidupan Keagamaan Berdasarkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, tahun 1984, setebal 174 halaman, yang juga mengecam Ibnu Taimiyah, Muhammad bin Abdul Wahhab dan menyebutnya sebagai biang penyebab tmbulnya perpecahan di kalangan umat Isam.

Dalam SUARA MUSLIM, Bekasi, Edisi 32-2011/1432, hal 30-31, rubrik “Ghazwul Fikri”, Abu Gozin memberitakan bahwa pada 24 April 2011 di Pesantren Riyadhatul Jannah Cikarang oleh FOSWAN (Forum Shilaturrahim Warga Nahdiyin) digelar Tabligh Akbar yang penuh dengan sampah serapah dan caci maki membabi buta terhadap Wahabi dan Salafi serta mencapnya sebagai pemicu terorisme, dan Ibnu Taimiyah serta Muhammad bin Abdul Wahhab sebagai dedengkot radikalisme.

Romly Qomaruddin Abu Yazid mengarang buku “Memahami Manhaj Islam : Membedah Ummahatul Firaq”, terbitan AlBahr Press, Jakarta, 2008, setebal 132 halaman, sebagai sintesa antara yang berseberangan, yang berbeda pandangan. Bagaimana pun, meski sama-sama engaku termasuk Ahlus Sunnah wal Jama’ah, namun persepsi, pandangan tetap saja berbeda, berseberangan. Kesamaan yang ada hanyalah sama-sama muqallid, sama-sama ahli taqlid. Masing-masing bertaqlid kepada kiai, ulama, idola panutannya.

Silakan juga temukan di Google : “Pembatasan bid’ah”, “Tauhid, Bid’ah, Ceramah”, “Tafsiq, Tafkir, Tabdii”, “Bid’ahkan dulu, lalu hujat”, “Salafiyah & Solidaritas”, “Salafiyanisme dalam pengakuan”, “Dakwah Salafiyanisme antara teori dan praktek”, ‘Masih perlukan Tafaqquh Fiddin ?”, “Tafaqquh atau tawaqquf”, “Salafiyyun bukan Salafus Shaleh”.

(written by sicumpaz@gmail.com at BKS1106291400)

Komentar Dinonaktifkan pada Sama-ama muqallid

Filed under catatan serbaneka

Komentar ditutup.