Ide tak pernah mati

Sabtu, 15 Agustus 2009

Ide tak pernah mati

Masyarakat Yahudi yang tadinya terpencar-pencar dan tak terkoordinir, bercerai-berai selama lebih dua ribu tahun bisa menjadi terkoordnir di bawah satu komando, dpersatukan kembali menjadi satu kebangsaan, satu negara Israel.

Ide untuk memulihkan kembali tanah air bangsa Yahudi muncul saat minat untuk mengkaji Kitab Perjanjian Lama berembang untuk mempelajari sejarah Yahudi. Secara serempak masyarakat Yahudi mengembangkan setiap gagasan untu membangun suatu persemakmuran bangsa Yahudi di mana saja.

Berkat kegigihan tokohnya yang saling dukung-mendukung, mereka berhasil membentuk satu kelompok, membentuk sebuah gerakan Hibbat Zion dan pada 14 Mei 1948 mewujudkan negara Yahudi Israel (ALMUSLIMUN, No.293, Agustus 1994, hal 60-63, Tsaqafah).

Di Persia (Iran) dengan berakhirnya dinasti Safawi tahun 1722, bukanlah berarti lenyapnya ide Syi’ah. Ide syi’ah dengan taqiyah (taktik)nya tetap hidup yang melahirkan negara syi’ah Iran.

Ide, paham, isme tak pernah mati. Bisa saja ia mengendap ke bawah permukaan sementara waktu. Ide Nazi tak dapat memusnahkan ide Zionis. Ide demokratiss taklah dapat membasmi ide feodalis sama sekali.

Termasuk ide, paham, isme daerah-kawasan tak pernah lenyap sama sekali. Benih embrio tetap saja tumbuh subur. Salah-benar asalkan se-daerah, se-kawasan harus dibela. Jug aide RMS Soumokil (25 April 1950), benihnya ta akan pernah mati, baik di Indnesia ma pun di Belanda.

(BKS9812201330)
Diposkan oleh Asrir Sutanmaradjo di 21:33

Tinggalkan komentar

Filed under Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s