Persetan dengan Trias Politica

Persetan dengan Trias Politica

Kekuasaan adakalanya diperoleh secara turun temurun sebagai warisan. Ada pula yang diperoleh dengan kekerasan (kudeta). Kekuasaan itu dijaga, dipelihara agar jangan sampai terlepas. Bentuknya bisa monarki atau dictator. Sifatnya bisa otokrasi atau oligarki. Namun semuanya cendrung otoriter.

Penggagas, penganjur otoriter ilmiah bisa dinisbahkan kepada Nicole Machiavelli (1469-1532) dengan mantranya “Il Pricip” (The Prince, Sang Pangeran); Kardinal de Richelieu (1624-1642), peletak dasar kekuasaan absolute raja-raja Perancis; Gajahmada dengan Sumpa Palanya, sebagai pengabdi kerajaan Majapahit di abad ke-14.

Trias Politicanya Montesqieu (1689-1755) merupakan reaksi ilmah untuk mengantisipasi kekuasaan absolute, kekuasaan tak terbatas dari raja Perancis Lous XV (1715-1774). Trias Politica inilah yang merupakan salah satu pemicu, pemantik terjadinya Revolusi Perancis (1789-1875) meruntuhkan kelaliman, kemapanan (status quo).

Ajaran Trias Politica yang membatasi kekuasaan penguasa itu pertama kal dikemukakan oleh John Locke (1673-1704), kemudian dijelaskan oleh De Montesquieu (1689-1755), dan dlaksanakan pertama kali dalam Konstitusi Amerika Serikat (1788) yang meisahkan kekuasaan legislative, eksekutif dan yudkatif.

Pada negara-negara masa kini, asas Trias Poltica dijadikan sebagai syarat mtlak alam pemerintahan demokrasi. Amun dalam praktek kenegaraan, Trias Politica itu diterapkan secara fleksibel tergantung pada situasi dan kondisi Negara bersangkutan.

Di Indonesia masa kini, Trias Politica it taklah harus diterapkan secara kaku, secara tekstual. Pengelola Negara taklah harus takut dicap melanggar Trias Politica, melakukan intervensi. Tujuan Trias Politica hanyalah untuk membatasi tndakan sewenang-wenang dari penguasa. Asalkan untuk kepentingan ksejahteraan rakyat tak perlu takut akan tuduhan melakkan intervensi.

(Simak :
– D Mutiara : “Kamus Mutiara”, Bintang ndonesia, Djakarta, 1955:108,444.
– Maryam Jameelah : “Islam & Modernisme”, AlIkhlas, Surabaya, 1982:27.
– Anwar Sanusi :Sejarah Umum untuk Sekolah Menengah”, jilid II, Pustaka Pakuan, Bandung, 1954:41,74.
– Mr Muhammad Yamin : “Proklamasi dan Konstitusi RI”, Djambatan, Dakarta, 1952:70,138.)

(written by sicumpaz@gmail.com in scumpas.wordpress.com as Asrir at BKS1101191800)

Tinggalkan komentar

Filed under Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s