Media provokator

Media profokatif

Media, baik media cetak, mau pun media elektronik, tugasnya hanyalah (Das Sollen) sebagai informer, penyampai berita. Namun kini (Da Sein) media cenderung sebagai informan (intelejen), bahkan sebagai investigator (penyidik reskrim). Lebih dari itu media cenderung bertindak sebagai provokator, memanas-manasi, mengipas-ngipasi, mengompori, samai-sampai menghakimi. Coba simak berita, tayangan tentang aski kekerasan, kerusuhan, terorisme. Tak jelas, kabur, samar batas antara tugas media dengan tugas penegak hukum, pemuka agama.

Menghadapi media provokatif ini, Islam berpesan agar “jika datang kepadamu orang fasik (berwajah seribu) membawa suatu berita, periksalah dengan teliti (lakukan crss-check), agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu” (Simak QS 49:6). Sesuai dengan konteks kekinian “Waspadalah menerima berita apa pun”.

(written by sicumpaz@gmail.com in sicumpas.wordpress.com as Asrir at BKS1102081230)

Tinggalkan komentar

Filed under Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s