Beljar memahami ‘urf dan bid’ah

Belajar memahami ‘urf dan bid’ah

Di setiap negeri, di setiap komunitas/masyarkat terdapat yang dinamakan dengan ‘adat, kebiasaan. Di kalangan ushul fiqih Islam, ‘adat dissebut juga dengan ‘uruf, bukan ma’ruf. ‘Adat, ‘uruf yang dimaksud adalah kebiasaan yang brlaku sebelum ajaran Islam diterima, bukan kebasaan yang diberlakukan setelah ajaran Islam diterima. ‘Uruf itu ada yang fasid, yang menyalahi syari’at dan ada pula yang shahih, yang tidak menyalahi syari’at Islam. Sedangkan Istihsan berarti hukum yang ditetapkan dengan dalil yang dipandang unggul menurut pertimbangan akal, dan Mashalih alMursalah berarti hukum yang ditetapkan berdasarkan kemaslahatan umum.

‘Adat, kebiasaan yang berlaku setelah ajaran Islam diterima, ada yang dikategorikan sebagai “sunnah” (yang mengacu pada syari’at Islam), dan ada pula yang dikategorikan sseagai “bid’ah” (yang menyimpang dari syar’at Islam). Disebutkan bahwa ‘adat, ‘uruf itu menjadi ketetapan hukum (muhakkamah). Namun ‘adat, ‘uruf yang dipandang sebagai keteapan hukum oleh Imam Malik adalah ‘adat, kebiasaan yang berlaku di masyarakat madinah di waktu itu. Oleh Imam Syafi’I ‘adat, kebiasaan yang berlaku di Iraq, di Mesir ketika ia berdiam disana. Sedangkan di kalangan pengikut Imam Abu Hanfah brselisihan tentang pengertian ‘adat, ‘uruf itu.

Disebutkan pula bahwsa “bid’ah” itu ada yang “dhalalah”, dan ada pula yang “hasanah”. Tetapi mengaitkan kata “hasanah” ini bertentangan dengan sabda Rasulullah tentang bid’ah.

“Siapa yang memulai membri contoh (sunnah) kebaikan dalam Islam, maka ia mendapat pahala dan ahala orang-orang yang mengikuti (meniru) perbuatan itu dengan tidak mengurangi pahala ereka sedikitpun. Sebaliknya siapa yang memulai memberi contoh (sunnah) kejahatan dalam Islam, maka ia menanggung dosanya dan dosa orang yang meniru perbuatannya itu dengan tidak mengurangi dosa mereka sedikitpun” (HR Muslim dari Jab ir bin Abdullah dalam “Riadhus Shalihin” Imam Nawawi, pasal “Contoh Amal Kebaikan dan Kejahatan”.

(Simak antara lain :
– Drs M Umar : “Fiqih-Ushul Fiqih-Mantiq”, jilid 3, Depag, 1984/1985:104-112.
– Ahmad Zaki Yamani MCJ-LLM : “Syari’at Islam yang Abadi menjawab tantangan masa kni”, AlMa’arif, Bandung, 1986:49-55.
– “Abdul Hamin Hakim : “AlBayan”, Sa’adiyah Putra, Padang Panjang, hal 162-166.
– Syaikh Musthafa alGhalayaini : “AlIslam Ruhul Madaniyah”, 1935:30-31.
– M Hasbi AshShiddieqy : “Kriteria antara Sunnah dan Bd’ah”, Bulan Bintang, Jakarta, 1967:46-55.

(written by sicumpaz@gmail.com in sicumpas.wordpress.com as Asrir at BKS110123066)

Tinggalkan komentar

Filed under Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s