Belajar membaca lintasan sejarah IPTEK

Belajar Membaca Lintasan sejarah

Asal mula pemicu terjadinya perang salib. Di zaman kerajaan Arab dan sewaktu Bani Fathimiyah menguasai tanah suci Yerusalem, diberikan kemerdekaan yang seluas-luasnya bagi siapa-siapa yang endak berziarah mengerakan amal bakti di sana. Akan tetap semasa tanah suci Yerusalem itu di bawah pemeritahan Bani Seljuk Turki Usmani tahun 1076 kemerdeaan menziarahinya bagi kaum Kristen tidak ada lagi (Moehammad Moe’in : “Sejarah Peperangan Salib”, Pustaka Islamiyah, Medan, 1936:8-9; Ilyas St Pamenan : “Sedjarah Dunia”, Pustaka Timur, 1950:54-55, “Perang Salib 1096-1291”; Hassan Shadily : “Ensiklopedia Indonesia”, Ikhtiar van Hoeve, Jakarta, Edisi Khusus, jilid 5 (P-SHF), hal 261-262).).

Penjelajahan Samudra. Setelah Konstantinopel jatuh ke tangan Bani Seljuk Turki Usmani pada 1453, dan jalan-jalan perniagaan di Timur terus-menerus diganggu, maka bangsa-bangsa Barat, bangsa Eropah terpaksa mencoba mencari jalan lain ke India (Indonesia). Orang Portugislah yang pertama-tama mendapat alan laut baru. Semangat berlayar ke Timur dank e barat ini terpengaruh oleh pengumuman yang disapaikan oleh Copernicus, Galileo Galilei (1564-1642), Johanes Kepler (1571-1630) yang mengumumkan bahwa bumi bulat dan mengelilingi matahari. Pada tahun 1486 Bartholomeuz Diaz sampai ke Tanjung Selatan Afrika, yaitu Tanjung Pengharapan (Cardoba Bona Esparanen}. Tahun 1492 Christoffel Columbus sampai pada salah satu pulau-pulau Bahama, yaitu San Salvador. Tahun 1498 Vasco di Gama mendarat di Kalikut di pantai barat India Depan. Tahun 1519-1521 Magelhaens mengelilingi dunia melalui Amerika Selatan, Lautan Teduh, Philipina, Indonesia, Afrika Selatan, Spanyol. Tahun 1519 Ferdinand Cortez menaklukkan Mexico. Tahun 1533 Pizarro merampas Peru. Tahun 1596 Cornelis Hotman dan de Keyzer sampai di Banten. (Ilyas St Pamenan : “Sejarah Dunia”,Ppustaka Timur, Djakarta, 1950:67-69’ “Dapatnya Jalan ke Amerika”; Anwar Sanusi : “Sejarah Umum untuk Sekolah Menengah”, II, Pustaka Pakuan, Bandung, 1954:7-10).

Warisan peninggalan budaya Islam di Eropa. Runtuhnya benteng pertahanan terahir bangsa Arab di Granada pada tahun 1492 yang dilakukan oleh Ratu Isabela Gartillia dan Ferdinand Arragon, raja Spanyol.Tetapi kaum Muslimin dari Timur 9Asia) telah mewariskan peninggalan budaya yang sangat berharga kepada barat (Eropa) : filsafat (Yunani), eksakta (sanins), teknologi. Islam meninggalkan cikal bakal lembaga pendikan (Kolij, Universitas) bagi Eropa antara lain di Cordova, Sevilla, Malaga, Saragossa, Lisabon, Salamanca (O Hasem : “Menaklukkan Dunia Islam”, 1965:10; Robert L Gullick, Jr : “Muhammad The Educator”, Islamic Culture, Lahore, 1969:53’ “General Influence of Islamic Civilization”).

Pembagian wilayah jajahan. Paus Alexander 6 (Paus Innocent ?) dengan bullava “Inter Cartera Divinae” membagi dunia menjadi dua bagian pada tahun 1493. Segala yang berada di sebelah Barat Bujur 30 menjadi milik Spanyol dan yang berada di sebelah Timur Bujur 30 menjadi milik Portugis, sehingga dari Brazil ke Timur,termasuk Indonesia menjadi milik Portugis. (O Hasem : “Menaklukkan Dunia Islam”, 1965:11-12; Muhammad Zulkarnaen : “Mengapa Saya Beragama Islam”, hal 12-13). Setelah Inggeris dan Negara-negara lain di Eropa ikut terlibat dalam aksi penjajahan maka Amerika Utara dikuasai oleh Inggeris dan Perancis, sedangkan Amerika Selatan dikuasai oleh Spanyol dan Portugis. Australia dan Selandia Baru dikuasai oleh Inggeris. Afrika da Asia dikuasai beramai-ramai. Akhirnya batas-batas Negara ditetapkan berdasarkan Perdamaian Westphalen (1648) perdamaian mengakhiri Perang 30 Tahun (1618-1648) antara Jerman (Habsbrug) dan Perancis.

Renaisance. Di selang abad ke13-ke15, Renaisance (Hidupnya kembali budaya Helenisme, Yunani Kuno) dari Italia menyebar, menjalar ke seluruh Eropah, Perancis, Belanda, Inggeris, Spanyol. Di Perancis dikenal Francois ratelais (1495-1553), Montaine (1533-1592), di Belanda dikenal Erasmus (1466-1536), di Spanyol dikenal Miguel de Cervantee Saevedra (1547-1616), di Inggeris dikenal Thomas Moore (1478-1535) (Prof Dr HM Rasyidi : “Mengapa Aku Tetap Memeluk Agama Islam”, Bulan Bintang, Jakarta, 1980:50).

The Age of Enlightment. Gerakan Enlightment mula-mula muncul di Inggeris, menjalar ke Amerika dan Peracis dengan tokohnya Rene Descartes (1596-1610), Sir Issaac Newton (1642) dan John Locke (1632-1704) (idem, 1980:23-24).

Tokoh-tokoh Eropah. Pada The Age of Belief (The Medieval Philosophers) : Agustinus, Thomas Aquinas, Boethius, Erigena, Anselm, belard, Bonoventura, averus (Ibnu Rusydi). Pada The Age of Advrenture (The Renaissance Philosophers) : Leonardi da Vinci (1452-1519), Thomas Moore (1478-1535), Nicolo Machiavelli (1469-1532), Michel Angelo, Erasmus 1466-1536), Copernicus, Montaine (1533-1592), Johannes Keppler (1571-1630), Galileo Galilei (1564-1642), Giordano Bruno. Pada The Age of Reason (The 17th Century Philosophers, Revolusi Pikiran) : Francois Bacon (1561-1625), Pascal, Hobbes, Rene Descartes (1596-1650) Baruch Spinoza (1632-1699), Leinitz (1646-1716). Pada The Age of Enligtment (The 18th Century Philosophers) : John Locke (1632-1704), Berkeley, Voltaire (1694-1778), David Hume (1711-1776), K\Leid, Condillack. Pada The Age of Ideology (The Age 19th Century Philosophers) : Immaanuel Kant (1724-1804), Fichte, Hegel, Schopenhoer, Comte, Mill, Spencer, Marx, Mack, Kintergard, Niestche. Pada The Age of Analysis (The 20th Century Philosopers) : Peirce, Whitehead, James (1842-1910), Dewey, Bertrand Russel, Wittgensteein, croce, Bergson, Sartre, Santayana.

(written by sicumpaz@gmail.com in sicumpas.wordpress.com as Asrir at BKS1101130900)

Tinggalkan komentar

Filed under Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s