Belajar memahami kisruh politik Mesir dengan memahami QS 90:1-20

Belajar memahami Qur:an Surah AlBalad (QS 90:1-20)

Negeri in (Makkah) negeri tempat Nabi Muhammad saw berdomisili, hidup beranak berketurunan menjadi saksi bahwa manusia itu diciptakan Allah untuk menghadapi kerepotan, kesusahan, kepayahan. Agar manusia itu tidak menyangka, tidak merasa bahwa ia yang berkuasa, bahwa ia telah menghabiskan harta kekayaannya. Agar ia tidak menyangka, tidak mengira, tidak merasa bahwa tidak ada yang melihat, memperhatikannya. Agar membuka kedua mata dan kedua telinga, membuka mulut dan kedua bibir untuk memahami situasi dan kondisi. Agar memilih salah satu dari dua jalan, cara untuk menghadapi, mengetahui situasi dan kondisi. Agar ia menggunakan, memanfa’atkan kedua matanya melihat situasi dan kondisi. Memanfa’atkan, menggunakan mulutnya (lidah dan kedua bibirnya) merencanakan mengatasi situasi dan kondisi. Memanfa’atkan, menggunakan kdua jalan (cara keras, cara lembut, jangka pendek, jangka panang) untuk merubah situasi dan kondisi.

Bila sistem lama sudah tak sanggup lagi mengatur, dan sistem baru sudah siap menggantikannya, maka sudah waktunya timbul revolusi(inqilab, pengalihan kekuasaa) (Tan Malaka : “Dari Penjara ke Penjara”, 1948:34). Revolusi (‘aqabah) erubahan sistim secara totalitas, menyeluruh, mendasar (radikal). Revolusi (‘aqabah) itu sangat merepotkan, sangat menyusahkan.

Revolusi (‘aqabah) untuk melepaskan belenggu perbdakan. Dari penindsan exploitation de l’home par l’home. Perbdakan antara manusia. Perbudakan yang menyebabkan kelaparan, banyak anak-anak yatim, karena oang tuanya meninggal, kemiskinan bertambah.

Pada era, masa revolusi tersebut, maka agar memperhatikan nasib, keadaan orang-orang yang menderita, yang terlantar, menyantuni yatim, fakir, miskin. Agar saling menghibur, agar saling menasehati, saling peduli.

Revolusi (‘aqabah) itu memerlukan sarana, prasarana, dana, tenaga untuk memberantas segala macam perbudakan, pemerasan sesame manusia, untuk menyediakan logistic untuk anak-anak yatim yang oraangtuanya tewas dalam perjuangan, untuk para fakir-miskin yang tidap punya apa-apa.

Revolusi Islam adalah perubahan drastis, radikal dari sistim jahiliyah ke sistim marhamah, menebarsalam, kedamaian, perdamaian, rahmat, kebrkehan.

Silkan simak apa yang terjadi di Tunisia dan di Mesir pada bulan Januari 2011. Mesir, Tunisia atau yang lainnya bisa belajar dari Revolusi Perancis dan Revolusi Iran. Revolusi bisa berhasil bila kekuatan baru sudah memiliki kekuatan isolasi, interupsi, mobilisasi untuk membendung, mencegah, menghentikan kekuasaan lama berlanjut berkuasa kembali. Memiliki kekuatan diplomasi untuk mencegaah masuknya dukungan, bantuan pihak luar. Memiliki kekuatan konsolidasi, restorasi, reformasi untuk menciptakan kekuasaan baru.

(Simak Drs Mohammad Soebari, MA : “Makalah : Kesenangan Dengan Sembilan Basis Konsepsi”, Biro Dakwah Dakta, Bekasi, 1998:6-7); Prof Dr Hamka : “Tafsir AlAzhar”, juzuk XXX, Yayasan Latimojong, Surabaya, 1982:48); juzuk IV, Pustaka Paimas, 1983:104-105).

(written by sicumpaz@gmail.com in sicumpas.wordpresscom as Asrir at BKS1012281030)

Tinggalkan komentar

Filed under Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s