Bangsa tanpa malu

Bangsa tanpa malu

Dulu, bangsa ini masih punya rasa malu. Tak suka melakukan hal-hal yang tabu. Apalagi secara terbuka di tempat terbuka.

Kini, bangsa ini sudah kehilangan rasa malu. Tak malu lagi melakukan hal-hal yang tabu. Apalagi secara terbuka di tempat terbuka.

Tayangan televisi penuh dengan tayangan-tayangan yang mempertontonkan bangsa ini tak punya malu. Media cetak pun berbuat begitu. Perhatikanlah antara lain iklan-iklan di berbagai media cetak.

Dalam sidang pengadilan, para penegak hukum pun tak punya rasa malu mengungkapkan hal-hal yang tabu secara terbuka di tempat terbuka. Simaklah tayangan sidangan perkara Antasari pada bulan Oktober 2009. Jaksa penuntut umum tak merasa malu mengungkakpan hal-hal yang tabu secara vulgar di tempat terbuka. Majlis Hakim pun tak punya rasa malu, membiarkan hal-hal yang tabu diungkapkan secara terbuka. Seyogianya diungkapkan secara tertutup di tepat tertutup. Sungguh bangsa ini tak punya malu.

Diberitakan bahwa di dunia pendidikan di Sidoarjo, Jawa Timur muncul kalimat berbau cabul dalam soal ujian tengah semester untuk SD. Kalimat vulgar itu terselip dalam paragraph akhir soal ujian Bahasa Indonesia (WARTAKOTA, Kamis, 29 Okto ber 2009, hal 1). Anak didik dididik tak punya rasa malu oleh pendidik yang tak punya rasa malu. Sungguh sangat memperhatinkan. Inikah hasil, buah dari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 ?

(BKS0910300645)

Tinggalkan komentar

Filed under Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s