Kesejahteraan dan kecedasan bangsa

Kesejahteraan dan kecerdasan bangsa

Alhamdulillah, amanat pembukaan UUD-1945 menyebutkan, bahwa Pemerintah Indonesia berkewajiban untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa. Rinciannya Bab XIII-XIV (Pasal 31-34) menyebutkan bahwa Pemerntah Indonesia berkewajiban mengatur dan menyelenggarakan pengajaran nasional, memajukan kebudayaan nasional, menggunakan kekaaan Negara-bangsa 9sosial-ekonomi-alam) untuk kemakmuran rakyat, untuk mengentaskan kemiskinan.

Pelopor teoritikus kemakmuran rakyat Adam Smith (1733-1790) menghendaki kemakmuran seluruh umat, kemakmuran bangsa dan umat manusia, kemakmuran golongan buruh, tertib batin, tertib lahir, tertib moral, tertib ekonomi (Simak Mr J Bierens de Haan : “Sociologie”, 1952:23,29).

Pelopor teoritus kecerdasan rakyat Condorcet (1743-1794) berkeyakinan bahwa kebahagiaan rakyat akan diperoleh sebanyak-banyaknya dengan kemajuan kecerdasan rkyat. Menurutnya lmu pengetahuan digunakan untuk memajukan kebahagiaan rakyat banyak. Dengan pertolongan ilmu pengetahuan, maka kesenjangan di antara manusia dikurangi. Kesenjangan dalam kekayaan dikurangi dengan mengadakan undang-undang pajak. Kesenjangan dalam pengajaran dikurangi dengan mengadakan pengajaran umum bagi rakyat. Kesenjangan dalam keadaan sosial dikurangi dengan asuransi sosial (idem, 1952:32).

Di Indonesia tak seorang pakar pun yang membaca, membahas, mengupas, menganaalisa teori kemakmuran Adam Smith Karl Marx, Maynard Keyneys, Forbes harrod serta kemudian merumuskan, menyusun teori kemakmuran bagi Indonesia.

(written by sicumpaz@gmail.com in sicumpas.wordpress.com as Asrir at BKS0607291000)

Tinggalkan komentar

Filed under Artikel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s