Dawah Islam

Tugas dakwah

Dalam hidup ada yang bekerja, berusaha hanya semata-mata menggunakan tangan (raga). Ada yang menggunakan tangan (raga) dan otak(nalar). Dan ada pula yang menggunakan tangan (raga), otak (nalar) dan hati (jiwa).

Mengacu tulian Herry Tjahyono “Ada Cinta di Balik Merapi” (KOMPAS, Sabtu, 6 November 2010, halaman 6, rubric “Opini”), maka dalam melaksanakan tugas dakwah ada yang menjalankannya sebagai kewajiban berdasarkan, berlandaskan prinsip transaksional, prinsip tawar menawar, tanpa memikul tanggungjawab, tanpa mengambil risiko, menjalankannya ala kadarnya. Ada yang menjalankannya sebagai amanah berdasarkan, berlandaskan pengabdian, pelayanan, menjalankannya dengan asas kepatuhan, siap mengambil risiko. Ada yang menjalankannya sebagai kecintaan, berdasarkan, berlandaskan prinsip penyerahan, siap mengambil risiko

Himbauan kepada Da’i

Diharapkan kepada ustadz, ustadzah, muballigh, muballighat, da’i, penceramah, terutama yang rutin tampil di tayangan televise agarpro aktif menyeru pemilik, pengelola televise untuk tidak menayangkan acara yang nyerempet-nyerempet porno (taqrabuz zina) seperti adegan pamer aurat (buka dada, buka punggung, buka paha), sexappealbebas, sengol-senggolan, cium-ciumn, dekap-dekapan, rangkul-rangkulan, peluk-pelukan, minum-minuman. Semua itu adalah kenikmatan hewani (Simak Sayid Quthub : “Masyarakat Islam”, AlMa’arif, Bandung, 1983:12; Prof Dr Hamka : “Tafsir AlAzhar”, Panjimas, 1984:245).

(BKS1006121130)
Harapan kepada aktivis dakwah
Harapan kepada aktivis dakwah

Para aktivis dakwah, semacam Ahmad Salimin Dani (ASDANI), Adian Husaini, Hartno Ahmad Jaiz, dan lain-lain sangat diharapkan memberikan contoh praktis bagamana caranya menyeru orang-orang anti Islam (Atheis, Yahudi, Nasrani, Majusi, LibForAll, JIL, Ahmadiyah, dan lain-lain) ke jalan Allah dengan hikmah, pelaaran ang baik dan bantahan yang terbaik (“Call unto the way of thy Lord with wisdom and fair exhortation, and reason with them in the better way”. QS 16:125).

Islam menyeru semuanya agar saling menghargai, menghormati keyakinan masisng-masing. “Wahai orang-orang anti Islam. Ketahuilah bahwa keyakinan kami tidak akan pernah mengikuti keyakinan kalian. Demikian pula halnya, keyakinan kalian tak akan pernah mengikuti keyakinan kami. Masing-masing kita pada keyakinan kita sendiri” (“Say : O disbelievers. I worship not that which ye worship. Nor worship ye that which I worship. And I shall not worship that which ye worship. Nor will ye worship that which I worship. Unt you your religion, and unto me my religion”. QS 109:1-9).

Islam mengajarkan bahwa antara sesame manusia tak ada masalah, tak ada persoalan. “Allah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami, dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu. Allah mengumpulkan antara kita dan kepadaNya-lah kita kembali” (“Allah is our Lord and your Lord. Unto us our works and unto you your works. No argument between us and you. Allah will bring us together, and unto Him is the journeying”. QS 42:15).

Mohammad Natsir di Masjid alMunawarah, Tanah Abang, Jakarta, pada 10 Desember 1967 menyampaikan Kuliah Ramadhan dengan judul “Isyhadu bi-anna Muslimin”. Natsir mengemukakan bahwa kode-etik dakwah Islam mengacu kepada kebijaksanaan, didikan yang baik dan pertukaran fikiran dengan cara terbaik. “Tanpa saling menghormati identitas masing-masing, tidak akan ada toleransi”.

(BKS0904040800)

Evaluasi efektifitas dakwah
Fakta yang tampak dipermukaan bahwa syi’ar agama terasa meningkat. Evaluasi terhadap fakta ini perlu dilakukan.
Media elektronika. Berapa jumlah pemirsa televisi yang mengikuti mimbar Islam, kuliah Ramadhan, kuliah Subuh (Mutiara Subuh, Hikmah Pagi, Hikmah Fajar, Diambang Fajar) ? Berapa jumlah pemirsa Muslim yang telah dibina, diIslamkan melalui Dakwah Televisi ? Berapa jumlah pemirsa Non-Muslim yang telah diIslamkan melalui Dakwah Televisi ? Seberapa jauh dampak dakwah terhadap pola dan tayangan televisi ? Berapa jumlah infak da’i televisi bagi perkembangan dakwah dan peningkatan hidup rakyat melarat ?
Media cetak. Berapa jumlah pembaca yang tertarik akan buku-buku tentang Islam ? Berapa jumlah pembaca Muslim yang telah diIslamkan melalui buku-buku Islam ? Berapa jumlah pembaca Non-Muslim yang telah diIslamkan melalui buku-buku Islam. Seberapa jauh dampak dakwah melalui buku-buku Islam terhadap pola pikir dan tingkah laku. Berapa jumlah infak penerbit buku-buku Islam bagi perkembangan dakwah dan peningkatan rakyat melarat.
Dakwah tatap muka. Berapakah jumlah peserta taklim. Berapa jumlah peserta taklim yang telah berhasil dibina, diIslamkan. Berapakah jumlah tambahan peserta taklim setiap tahun ? Berapa jumlah tambahan jama’ah shalat subuh tiap tahun ? Berapa jumlah tambahan jama’ah Jum’at tiap tahun ?
Nahi Munkar. Berapa jumlah pengurangan tingkat tindak kejahatan tiap tahun (perkosaan, pelaccuran, pengguguran, kumpul kebo, penodongan, pembantaian, perampokan, penyiksaan, perjudian, dll) ?
(Menyoal efektifitas dakwah dalam mengantisipasi perkembangan dakwh Islam seperti dikemukakan dalam ALMUSLIMUN, No.198, halaman 65, 76)
(Azrir BKS0008171700 written by sicumpaz@gmail.com)
Islam agama dakwah

Islam itu agama dakwah, menyampaikan seruan kebaikan. Seruan itu disampaikan ke semua lapisan, ke segenap srata social, baik rakyat awam, maupun elite politik (malaa). Secara garis besar, Islam menyeru agar berbuat yang makruf, yang baik-baik, tidak berbuat yang munkar, yang jelek-jelek. Inti seruan Islam itu adalah agar hanya mengabdi kepada Allah saja. Tak da Tuhan selain Dia. Agar takut akan siksaan Allah di akhirat nanti. Agar tak melakukan perbuatan jorok, cabul, mesum, porno. Agar tak melakukan penipuan, kecurangan, manipulasi, kekacauan, kerusakan, kerusuhan, keresahan. Agar tak mengganggu jalanan (lalu lintas), tiak menghalangi dakwah (seruan kebenaran). Agar tidak melakukan kejahatan, tindak pidana, tindak criminal, keributan, aksi perampokan, penodongan, pemerasan. Agar berlaku adil, menebar kebaikan, kebajikan, ketertiban, memperhatikan/memenuhi kebutuhan kerabat.

Khusus kepada penguasa (elite politik) juga disampaikan seruan agar tidak berlaku sewenang-wenang, tidak berlaku zhalim, tidak berlaku aniaya, memelihara keamanan. Sekaligus Islam mengecam, menggugat absulutisme, anarkisme, kesewenang-wenangan, kezhaliman, tirani, ketidakadilan, diskriminasi. “Lo! Allah enjoineth justice an kindness, and giving to kinsfolk, and for biddeth lewdness and abomination and wickedness” (QS 16:90). “Deal justly, that is nearer to your duty” (QS 5:8). “Lo! Allah commandeth you that ye restore deposits to their owners, and if ye judge between mankind that ye judge justly” (QS 4:58).

Seruan dakwah itu haruslahberkesinambungan secara kontinu dari generasi ke generasi dalam semua bidang kehidupan. Karena itu perlu upaya kaderisasi di semua bidang melahirkan da’i-da’i professional.

Seruan Islam kepada tiran/thaghut Fir’aun yang telah menindas, memperbudak Bani Israel lebih dari empat ratus tahun berupa himbauan, ajakan agar Fir’au melepaskan, membebaskan Bani Israel dari perbudakan dan membiarkan mereka kembali ke tanah leluhurnya di Palestina (QS 26:17-22).

Islam juga menyeru agar melakukan perlawanan fisik menuruti aturan Allah terhadap yang berbuat semena-mena, serbuat sewenang-wenang, membuhuh, merampas, menggusur tanpa alasan hukum yang sah (QS 2:190, 60:8).

(Asrir BKS1010141530 written by sicumpaz@gmail.com sicumpas.wordpress.com)

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s