Mengguat premanisme dan aroganisme

Dalang kezhaliman

Dalang kezhaliman dan penderitaaan yang menimpa dunia ini adalah konspiasi, kolaborasi, persekongkolan Yahudi-Zionis Internasional dan Protestan Anglo-Sakson Amerika (Fahmi Suwaidi : “Strategi AlQaida Menjebak Amerika”, 2008:27-28).

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka” (QS 2:120).

Kedamaian, perdamaian baru akan terwujud apabila imperialism (dari konspirasi, persekongkolan Yahudi-Zionis Internasional dan Protestan Anglo-Sakson Amerika) tidak lagi menjadi kebudayaan dunia (Muhammad Husain Haekal : “Sejarah Hidup Muhammad”, 1984:735-736).

Sesunggunya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan (“Mukaddimah UUD-45). Penjajaahan hanya dibenarkan selama mengindahkan peri kemanusiaan dan peri keadilan ?

Selama masih ada inperialisme (dari konspirasi, persekongkolan Yahudi-Zionis Internasional dan Protestan Anglo-Sakson Amerika), kedamaian tak mungkin terwujud, peperangan tak akan berakhir (idem, 735).

Imperialisme, kolonialisme, penjajaaaaaaaahan, kezhaliman, kesewenang-wenangan ditantang, dilawan, dimusnahkan, dihapuskan dengan cara diplomasi, dakwah dan dengn cara perang, qithal, jihad.

Tujuan perang, qithal, jihad dalam Islam hanyalah supaya ada kebebasan mendakwahkan kebenaran, kebebasan dari kesewenang-wenangan (idem, 733).

Peperangan dalam Islam bukanlah untuk menjajah bangsa lain. Bukan untuk memaksa seseorang menganut Islam (idem 732). Dalam Islam tak ada paksaan dalam beragama (QS 2:256). Yang mau beriman silakan. Yang mau kafir silaaaaaakan (QS 18:29).

Bagi orang-orang yang telah menganut Islam tak ada lagi pilihan lain. Islam adalah final, pilihan terakhir. “Barangsiapa menerima agama selain Islam, ia tidak akan diterima” (QS 3:85).

Bangsa preman

Kita ini belum siap berbhineka, berdemokrasi, Kita ini hobi dengan arogansi, agitasi, provokasi, intimidasi. Kita alergi terhadap adu argumentasi, diskusi, dialog. Dengan kasat mata di mana-mana disaksikan tawuran, konflik horizontal/vertikal, konflik berbau sara/darah, saling bakuhantam.

Saling bakuhantam antara warga pendatang dan warga lokal. Bisa disebabkan oleh karena arogansi kelompok, bisa karena kesenjangan sosial, ketiadaan keadilan sosial-ekonomi-politik.

Bahkan di tingkat elite pun segala sesuatu tampak wajar diselesaikan dengan adu otot, adu jotos, bukan dengan aduj argumentasi, diskusi, dialog, musyawarah, mufakat.

Di mana-mana yang seharusnya mengambil tanggungjawab adalah komandan, pemimpin, dan bukan malah dialihkan kepada prajurit, rakyat.

Densus-88 lebih teroris dari troris.

Densus 88 dalam menjalankan aksiny, misinya (bertindak atas kepentingan dan pesanan tertentu), lebih teroris dari yang dicap teroris, lebih brutal, sadis, kejam, anarkis, tidak manusiawi. Sampai-sampai yang baru diduga teroris ditembak mati di depan mata keluarganya saat melakukan shalat (SUARA MUSLIM, Bekasi, Edisi 26/2010/1431H, hal 2-7, “Republik Preman”.

Konflik dalam HKBP

Konflik, seolah menjadi hal yang intrinsic dengan HKBP. Pemicunya lebih menyangkut pada perebutan kuasa dan pengaruh. Tak bias menerima perlakuan egalitarian. Inginnya diistimewakan, dipentingkan, suka otoriter.

Petinggi HKBP sudah saatnya memperbarui segala sifat dan perilaku negative, seperti kebencian, egoism, arogansi (SM Edisi 26/2010, hal 13-15).

(Asrir BKS1010130830 written by sicumpaz@gmail.com sicumpas.wordpress.com)

Tinggalkan komentar

Filed under Culture, Islam, Morals, Social

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s