Keadilan sosial dalam Islam

Keadlan Sosial dalam Islam

Sayyid Qutub menulis buku “Keadlan Sosial Dalam Islam” (al’Adalah alIjtima’iyah fl Islam). Menurut Sayyid utub, keadilan sosial dalam Islam (dalam semua hal) ditegakkan atas tiga dasar. Ertama, kebebasan jiwa ang mutlak. Kedua, persamaan kemanusiaan yang sempurna. Ketiga, jaminan sosial yang kuat (1994:43). Selintas mirip dengan slogan, semboyan revolusi Perancis “liberte, egalite, fraternite”. Tetapi semboyan revlusi Perancis “kemerdekaan, persamaan, persaudaraan” tetap tinggal menjadi semboyan belaka, akrena belum dapat diwujudkan did ala masyarakat (smak ZAA Ahmad : “Dasar-dasar Ekonomi Daa slam”, AIDA, Djakarta, 1952:41). Penyebabnya karena belum ada kebebasan jiwa yang mutlak, yang anya memperhambakan diri kepada Allah Yang maha Esa. Yang ada analah penghabaan diri kepada materi, kepada harta enda (sekularsasi).

Gus Uwik (anggota Lajnah Fa’aliyah DPP HTI) memaparkan bahwa kesejahteraan sosial di bawah naungan daulah Islamiyah terwujud/tercipta atas tiga factor. Pertama, politik yang berkeadilan. Kedua, jaminan Negara aan kebutuhan pokok yang layak. Ketiga, jaminan pendidikan terbaik dan gratis. Keadilan parpurna pemerintahan Islam diungkapkan Gus Uwik dari data/fakta histories antara lain sebagai berikut :

1. Pemberian sertifikat tanah (Tahun 925H/1519M) kepada para pengungsi Yahudi ang lar dari kekejaman inkuisasi Sepanyol asca jatuhnya pemerintaan Islam di Andausia.
2. Surat ucapan terima kasih dar Pemerintah Amerika Serikat atas bantuan pangan yang dikirim Khalifah ke Amerka Serikat yang sedang dilanda kelaparan pasca perang dengan Inggeris (abad 18).
3. Surat aminan perlindungan kepada Raja Swedia yang diusir tentara Rusia dan mencari eksil (suaka) ke Khalifah (30 Jumadil Awal 1121H / 7 Agustus 1709M).
4. Pemberian idzin da ongkos kepada 30 keluarga Yunani yang telah berimigrasi ke Rusia, namun ingin kembali ke wilayah Khilafah, karena di Rusia mereka justru tidak sejahtera (13 Rabi’ul Akhir 1280H / 5 September 1865M).
5. Pasukan Khilafah Turki Usmani tiba d Aceh (1565-1567), termasuk para ahli senjata api, penemba dan para teknisi untu mengamankan wilayah Syamatiirah (Sumatera) dari Portugis. Dengan bantuan ini Aceh menyerang Portugis di Malaka. (AL-WA’IE, No.101, Tahun IX, 1-31 Januari 2009 / Muharram 1430H, hal 15, Hijrah Menuju Sistem Islam”, ole Gus Uwik).

(Asrir BKS1009051030)

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s