Demokrat yang tak demokrat

Demokrat yang tak demokrat

Dari tayangan televisi, baik ketika siding, maupun ketika wawancara, disaksikan bahwa tak satupun anggota DPR/MPR yang laying menyandang predikat politisi, apalagi negarawan. Politis/politikus itu harus memeiliki rasa seni mengelola lawan menjadi kawan, bukan memperbanyak lawan.

Begitu juga disaksikan bahwa tak satupun yang berlabel democrat yang benar-benar layak menyandang predikat democrat, baik kadernya, tokohnya maupun paraa pembinanya. Semuanya otoriter. Mempesona sekaligus menjijikkan.

Begitu juga disaksikan bahwa para supporter demokat layaknya seperti bonek, kampungan, tak tampil mendukung secara cerdas, elegan, terhormat.

Sudah sa’atnya penguasa yang dikomandani democrat melakukan demo tandingan, demo menurunkan angka pengangguran, demo menurunkan angka kemiskinan, demo memperluas lapangan kerja. Sudah tak masanya lagi sibuk kemana-mana tampil mempesona, menghamburkan dana Negara.

(BKS1003030800)

Bangsa tak mengenal sopan santun

Ruhut Poltak Sitompul merasa dirinya dan parpolnya Partai Demokrat sangat memahami etika. Namun penampilan dan perilakunya dalam siding Pansus Skandal Century tak menampilkan sosok yang tahu sopan santun.

SBY, Pembina Parta Dmokrat menilai anggota Pansus Skandal Century tak tahu sopan santun.

RAKYAT MERDEKA, Rab, 13 Januari 2010 merasa sangat kasihan terhadap Wapres Boediono yang diperlakukan oleh Pansus Sandal Century sebagai terdakwa/pesakitan.

RM Books menerbitkan buku Zaprulkhan dengan judul “Misteri Rakusnya Nabi Sulaiman”, yang menunjukkan ketaksopanan terhadap seorang Nabi, Utusan Allah.

Bangsa ini benar-benar tak mengenal sopan santun (sopan santun terhadap Tuhan, Rasul, Pimpinan, Bawahan, Sesama).

(BKS1001170900)

Sistem Hukum Tatanegara

Presiden SBY pernah melontarkan wacana untuk mengupayakan melakukan kaji ulang atas amandemen UUD-45. Bahkan rasanya perlu melakukan kaji ulang atas sistem ketatanegaraan Indnesia secsara menyeluruh. Apakah bentuk Negara kesatuan ataukah bentuk Negara federasi yang lebih sesuai dengan Indonesa sekarang ? Apakah sistem presidensial ataukan sistem parlementer yang lebih sesuai untuk Indonesia masa kini ? Apakah lembaga legsilatf terdiri atas DPR dan MPR ataukah cukup DPR atau MPR saja ? Apakah Presiden yang sedang berkuasa dapat dipilh kembali dalam pemilu ataukah tidak ? Apakah Presiden ataukah MPR yang sebaiknya membat program pembangunan ?

(BKS1001271845)

Evaluasi menyeluruh

Diperlukan evaluasi kebijakan secaramenyeluruh dari Manipol, GBHN, mana yang sudah berhasil, dan mana ang masih harus dituntaskan di bidang pertanian, industry,pertambangan,energy, pariwisata, perdagangan, koperasi, tenaga kerja, transmigrasi, lingkungan hidup, agama, pendidikan, kebudayaan, iptek, riset, kesehatan,kependudukan, perumahan, hokum,penerangan, keamanan, dan lain-lain.

(BKS1001211030)
Sicumpas

Tinggalkan komentar

Filed under Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s