Pemahaman tentang Islam

Pemahaman tentang Islam

Setiap kita dibentuk oleh pemahaman kita, persepsi kita. Maksudnya sikap, tingkah laku kit diperdapat, diperoleh dari pendidikan, pengalaman, perasaan, bacaan, tontonan, lingkungan yang mrupakan pintu masukan (input gate). Sedangkan pemahaman kita merupakan hasil keluaran (output). Dalam alQur:an surah anNahl (surat 16) ayat 78 disebutkan : “Dia (Allah) member kamu pendengaran (assama’), penglihatan (alabshara) dan hati (alafidah) agar kamu bersyukur.

Sikap kesadaran keberagamaan seseorang sangat beragam. Ketoleransian keberagamaan Islam seseorang sangat luas. Seseorang yang sudah bersyahadat, sudah mengakui keTuhanan Allah dan keRasulan Muhammad saw, ia sudah memiliki identitas Islam. Tak seorang pun memiliki otoritas untuk menggugat sikap kesadaran keberagamaan Islam seseorang yang berbeda dengan sikap kesadara keberagamaan Islam diri. Setiap oang bebas memilih pandangan sendiri, apakah bid’ah itu termasuk dhalalah ataukah hasanah. Apakah Islam itu diperjuangkan secara terbuka, terang-terangan (ghuraba, ekslusif) ataukah secara tertutup, sembunyi-sembunyi (inklusif, pluralis). Apakah inffaq itu hanya secuil (remah-remah) dari hasil penghasilan, pendapatan, atau sebagian ataukah seluruhnya diserahkan untuk kepentingan perjuangan Islam (Simak antara lain “Aluluk wal Marjan” Muhammad Fuad Abdul Baqi, Bab “Haram Membunuh orang Kafir Sesudah Mengucapkan : La ilaha illallah”, HR Bukhari, Muslim dari AlMidad bin AlAswad dan dari Usamah bin Zaid).

Dalam bahasa biologi dapat disebutkan bahwa perilaku kita ditentukan oleh fenotipe dan genotype. Dalam bahasa psikologi oleh bakat (anleg) dan lingkungan (milieu) seperti dirumuskan dalam Hukum Stern. Sedangkan dalam terminology Islam mengacu pada sabda Rasulullah saw baha : “Setiap yang lahir (maulud) lahir (yulad) menurut fithrah (bakat), maka pengasuhnya (lingkungannya,milieunya, abawahu) mengyahudikannya, atau menasranikannya, atau memajusikannya. Simak juga ayat QS 91:8 yang menyebutkan : “Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (dua jalan pilihan) jalan kefasiqan dan ketakwaan”.

Untuk memahami Islam bagi orang yang mengerti ahasa Arab ialah dengan memahami alQur:an secara langsung. Hal-hal yang masih belum jelas, maka penjelasannya dapat ditemukan dalam alHadits. Seandainya masih ada juga yang belum jelas, maka penjelasannya berturut-turut dapat ditemukan dari keterangan para sahabat Rasulullah, para tabi’in (sahabat dari sahabat Rasulullah), dan akhirnya dengan menggunakan pertimbangan nalar (akal sehat).

Sedangkan bagi yang tak mengerti bahasa Arab ialah dengan memahami terjemaaahan alQur:an. Yang belum jelas ditelusuri dari terjemahan alHadits. Selanjutnya dari keterangan para sahabat Rasulullah, para tabi;in, dan akhirnya dengan menggunakan pertimbangan nalar (akal sehat). Ringkasnya bias diperoleh dari bacaan buku/majalah, tayangan televise, siaran radio, ceramah/taaklim,

Bagaimana pun tak semua hal tentang Islam dapat dipaaahami secara nalar, akal, loga. Ini hanya dapat dipahami, diterima dengan iman. Logika manusia terbatas. AlQur:an adalah kalamullah, firman Allah, bukan kalamunnas, kata-kata manusia. Kalamullah tak dapat dipahami secara logika semata, tetapi dengan iman.

Abul A’la Maududi adalah seorang ulama Islam abad 20 (lahir pada 25 September 1903 di Aurangabad dan meninggal pada 22 September 1979 di New York) berkebangsaan Pakistan. Melalui majalahnya “Turjuman AlQur:an” ia menyampaikan pemikirannya mengenai segala hal tentang Islam : tentang Ideologi, Politik, Hukum, Ekonomi, Sosial, Budaya, Jihad, Riba, Khamar, Nikah, dan lain-lain. Ia menulis antara lain : “Dasar-Dasar Fikiran dan Metoda untuk memeahami alQur:an” (terjemahan Umar Fanany BA), “Bagaimana Memahami Qur:an” (terjemahan H Abdullah Said), “Pokok-pokok Pandangan Hidup Muslim” (terjemahan Prof Osman Raliby).

Sistimatika susunan alQur:an sangat unik. Tak sama dengn sistimatika karya ilmiah. Abul A’al maududi menyebutkan bahwa alQur:an merupakan satu buku yang dari awal sampai akhirnya menghimpun butiran-butirn mutiara yang bertebaran dan permata-permata yang berserakan, yang terkumpul dalam berbagai susunan yang saling sambung menyambung dan untaian yang saling kait mengait. Simaklah bukuny “Dasar-Dsar Fikiran dan Metodaaa untuk memahami alQur:an”.

Penjelasan satu ayat alQur:an dapat ditemukan pada ayat yang lain, yang disebut dengan Penafsiran AlQur:an dengan AlQur:an. Penjelasan, pengertian rukun Iman dalam sesuatu ayat dapat ditemukan dalam ayat yang lain. Sedangkan terminology rukun (pilar, tiang, sendi, basis, pondamen) tak terdapat baik dalam alQur:an maupun alHadits. Demikian juga dengan pengertian Mukmin, Muslim, Muttaqin. Di satu tempat dijelaskan secaraa ringkas, di temapt lain secara luas. Untuk memahaminya haruslah secara menyeluruh saling terkait (totalitas terintegrasi).

Rukun Iman tentaang Qadha dan Qadar memang tak ada secara spesifik, secara khusus terdapat dalam alQur:an, tetapi terdapat dalam alHadits riwayat Muslim bersumber dari Umar bin Khatthab, seperti tertera dalam “Hadits Arba’in AnNawawiah, hadits nomor 2. Dalam alQur:an dapat ditemukan tentang takdir :teentangh hakikat takdir, ketentuan takdir, gerakan hati, gerakan anggota, gerakan alam semesta, dan lain-lain. Tak ada satu pun yang dapat bergerak tanpa idzin Allah. “Tak ada daya dan kekuatan kecuali dengan idzin Allah”.

Inti ajara alQur:an, ajaran Islam adalah agar beriman kepada Allah, bahwa Allah itu Maha Kuasa, bahwa tak ada kekuasaan tanpa idzin Allah, agar bertakwa, beribadah kepada Allah, ta’at patuh mengikuti ajaran, perintah Allah. Bahkan sakinah (rest), mawaddah (love), rahmah (mercy) dalam ayat alQur:an surah arRuum (suratt 30) ayat 21 merupakan indikasi (ayat) tentang ke mahakuasaan Allah.

(BKS0601200800)

Tinggalkan komentar

Filed under Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s