Dakwah tak bisa merubah

 

Dakwah tak bisa merubah

(Ilmu Kalam digugat)

Diberitakan (antara lain oleh TransTV? Jum’at, 30 Oktober 2009, 1700-1800) bahwa SantriLoka (SantriLiberal?) pimpinan Ahmad Farhan? Di Mojokerto menggugat konsep, kaidah, ajaran Ilmu Kalam (Ilmu Tauhid, Sifat Duapluh, Teologi Islam) (baik versi Sunni, Sufi, Asy’ari, Maturidi, Muktazilah).

 

Kepercayaan, keyakinan seseorang tak dapat dirobah, baik oleh dakwah sekalipun. Masalah kepercayaan, keyakinan semata-mata adalah urusan Allah swt. Dialah yang menunjuki yang dikehendakiNya. Dan Dia pula yang menyesatkan yang dikehendakiNya. Dialah yang memasukan iman ke dalam diri seseorang.

 

Para da’I hanya sebatas menyampaikan ajaran Allah. Seluruh aaran-aaran sesat, ajaran-ajaran setan harus diantisipasi, dihadapi dengan argumentasi, hujjah, alas an yang lebih berkualitas, berbobot, bermutu, bukan dengana cara debat kusir. Para da’I harus punya kemampuan bermujadalah, berdebat, menguasai ilmu, metoda berdiskusi (mujadalah), ilmu mantiq (logika) di samping ilmu kalam (teoloti Islam).

 

(BKS0910310430)

 

Aliran Baha:i, agama rekayasa

Diberitakan (antara lain oleh TRANSTV pada Selasa, 27 Oktober 2009 jam 1700-1800) bahwa Aliran Baha:i kini berkembang di Tulung Agung, Jawa Timur. Aliran ini sebenarnya sudah mulai berkembang sejak masuk tahun 1974.

 

Ridwan Saidi (dalam MEDIA DAKWAH, Feburari 1992) menyebutkan bahwa pada tanggal 7 Oktober 1954 di Jakarta didirikan “Majlis Rohani Baha:i Jakarta”. Pendirinya dari perbagai keturunan (Eropa, India, Persi, Indo). Zionis, Yahudi, Baha:i pernah menanamkan akarnya di Indonesia (“Fakta & Data Yaaahudi Indonesia Dulu dan Kini”, “Jejak Yahudi dan Baha:i di Indonesia) (Untuk mengenal Baha:i lebih luas, ssilakan telusuri dengan mesin Google dengan mengetikkan kata kunci bahai).

 

Juga disebutkan bahwa Bahaiyah dibangun oleh Bahaullah (1841-?) di Persia (Aliran ini menyerukan adaanya persatuan agama-agama, perdamaian di bumi, persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam hak-hak mereka, perlu satu bahasa dunia (Esperanto ?), bebas berusaha, perlu bantuan kepada fakir miskin, persatuan antara bangsa, persamaan di antara manusia, segala ibadat boleh dilakukan, perkawinan harus monogamy. Bahaiyah mengakui Krishna.

 

Bahaiyah adalah salah satu kelompok organisasi Freemason terselubung (yang menyamar) (Tabloid JUM’AT, No.36, Th.II, 7-20, Muharram 1412H, hal XIV, “Yahudi Menyamar” oleh Ahmad Yani; “Rahasia Gerakan Freemasonry dan Rotary Club”, oleh Muhammad Fahim Amin, terbitan AlKautsar, Yogyakarta, 1991).

 

Abul A’la alMaududi menyebutkan bahwa embrio, tunas, cikalbakal Aliran Baha:I, tumbuh pada abad ke-16 di India pada masa pemerintahan Jalaluddin Muhammad Akbar (1542-1605). Aliran ini memandang bahwa kerasulan Muhammad saw sudah berakhir, dan agama yang dibawanya hanya berlaku pada masaanya. Agama ini (Islam) wajib dihapus dan diganti dengan agama baru. Aliran ini disebarluaskan dengan cara politik uang. Aliran ini bermaksud mengkombinaskan agama Islam dengan agama/kepercayaan lain, sehingga tercipta agama dengan syariat baru. Islam dicampuradukkan dengan agama-agama lain (kompromistis, sinkretis, wihdatuladyan) (“Sejarah Pembaruan dan Pembangunan Kembali Alam Pikiran Agama”, 1984:85).

 

(BKS0910280515)

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s