Mencegah munculnya teroris

Hewan, sekecil apapun, bila kehidupannya terancam, akan melakukan tindakan perlawanan apa pun yang bisa ia lakukan. Manusia pun, bila kehidupannya terancam akan melakukan tindakan perlawanan apa pun yang bisa ia lakukan. Mereka-mereka yang diklabsifikasikan, dikategorikan sebagai teroris, sebagai pelaku teror bom, karena diteror, diintimidasi, diuber-uber, dikejar-kejar terus menerus, akan melakukan tindakan perlawanan apa pun yang bia ia lakukan. Teror bom, bom bunuh diri hanyalah salah satu aksi perlawanan yang ia lakukan, karena kehidupannya sudah sangat kritis, sangat terancam kelangsungannya. Pertumpahan darah merupakan fenomena (alam dan sosial) yang diprogramkan Allah sejak awal (simak QS 2:30). “Allah telah mentakdirkan dan apa yang dikehendakiNya” (HR Muslim dari Abi Hurairah, dalam “Riadhus Shalihin” Imam Nawawi). “Allah menghendaki, tak ada kekuatan selain dengan Allah” (QS 18:39). Keras lawan keras, teror kontra teror tidak akan menyelesaikan masalah. Kutuk-mengutuk pun tak akan menyelesaikan masalah, bahkan akan memperparah keadaan. Para ahli dan praktisi ilmu sosial seyogianya urun rembuk menemukan solusi bagaimana caranya agar mereka-mreka yang dituding sebagai dalang teroris tidak lagi terancam kehidupannya, dan segera meninggalkan aktivitasnya yang berhubungan dengan bom-membom. Para ulama, kiyahi, ajengan, ustadz, da’i, muballigh secara berjama’ah mengkaji Qur:an dan Hadits, menemukan solusi Islam bagaimana caranya agar mereka-mereka yang dituding sebagai dalang teroris tidak terancam kehidupannya dan segera meninggalkan aktivitasnya yang berhubungan dengan bom-membom. Teroris legendaries dari Venezuela, Illich Ramirez Sanchez yang popular disebut Carlos adalah orang kaya. Carlos pernah kuliah di Moskwa. Ia meninggalkan kemewahan, mati-matian berkiprah dalam dunia terorisme. Begitu juga later belakang anggota kelompok Baader-Meinhof di Jermaqn Barat, Brigate Rose di Italia, atau Sekigun di Jepang. Para analis seperti Anthony Storr menyatakan, pelaku terror umumnya penderita psikopat agresif, yang kehilangan nurani, kejam dan sadistis. Kelompok psikopat agressif bisa aelakukan terror sekedar untk terror, terror qua terror, menciptakan sensasi dengan kekejaman. Kaum anarkis, nilistis, dan revolusisoner melakkan terror ntuk mengubah tatanan dunia yang penuh ketimangan dan ketidakadlan. Penganjur utamanya adalah tokoh Rsia dari abad ke-19, Mikhail Bakunin. Mereka ingin menghancurkan dunia yang ada dan menggantinya dengan tatanan baru yang penuh keadilan (KOMPAS, Sabtu, 18 Juni 2009, hal 3, “Teror Puncak Kekerasan”). Filosof Barat, Joseph Pierre prodhoun mencetuskan revolusi kiri dengan kredonya “Destruam et aedificabo.Hancurkan lalu bangun kembali” (SABILI, No, 01, Th.X, 25 Juli 2002, hal 35,”Saatnya Revolusi Islam”). Organisasi teroris ekstrim kiri Italia, Brigade MERAH (Brigate Rossa) diresmikan berdrinya pada 1970. Pendirinya Renato Curcio denga membentuk kelompok diskusi berhaluan kiri. Kelompok teroris saap kiri Jerman Barat, Sepalan Tentara MERAH (Rote Armen Fraktion), Baader-Meinhof berdiri pada 1968. Pemimpinnya Andrear Baader (1943-1977) dan Ulrike Meinhof (1934-19986). Orgaisasi Pembebasan Palestna (Munazzarat atTahrir Filistiniyah), PLO berdiri pada 1964, bertujuan menciptakan negara Palestina ang sekuler dan demokrasi, dengan usaha meningkirkan Israel. Tentara MERAH Jepang (Sekigunb) dibentuk pada 21 Oktober 1961 leh mahasiswa Yniversitas Kyoto dan Universitas Meiji. Dipimpin oleh Tokaya Shiomi dan Fusako Shigenobu. Semula stigma teroris itu disandangkan kepada kelompok MERAH, kelompo Marxix, kelompok kiri yang meresakan kapitalis. Kini stigma teroris disandangkan kepada kelompok Isam yang meresahkan kapitalis. Pelaku terror itu sekler, sangat kejam dan berani, sekjaligus juga pengecut. Pelaku terror tak kenal Tuhan, akhirat dan moral. Pelaku terror takut mati. Pelaku jihad syahid) kenal Allah, akhirat dan akhlaq Pelaku jihad (sahid) siap mati. Pelaku jihad (be a good Moslem or die as syuhada) dipandang sebaga orang-oang bodoh yang sudah dicuci otaknya, mengalami brainwashing sehingga mudah percaya akan mng-iming bidadari di surga. Washington Irving, Mencegah munculnya teroris PDF Print E-mail Written by Administrator Saturday, 25 July 2009 Mencegah munculnya teroris Hewan, sekecil apapun, bila kehidupannya terancam, akan melakukan tindakan perlawanan apa pun yang bisa ia lakukan. Manusia pun, bila kehidupannya terancam akan melakukan tindakan perlawanan apa pun yang bisa ia lakukan. Mereka-mereka yang diklabsifikasikan, dikategorikan sebagai teroris, sebagai pelaku teror bom, karena diteror, diintimidasi, diuber-uber, dikejar-kejar terus menerus, akan melakukan tindakan perlawanan apa pun yang bia ia lakukan. Teror bom, bom bunuh diri hanyalah salah satu aksi perlawanan yang ia lakukan, karena kehidupannya sudah sangat kritis, sangat terancam kelangsungannya. Pertumpahan darah merupakan fenomena (alam dan sosial) yang diprogramkan Allah sejak awal (simak QS 2:30). “Allah telah mentakdirkan dan apa yang dikehendakiNya” (HR Muslim dari Abi Hurairah, dalam “Riadhus Shalihin” Imam Nawawi). “Allah menghendaki, tak ada kekuatan selain dengan Allah” (QS 18:39). Keras lawan keras, teror kontra teror tidak akan menyelesaikan masalah. Kutuk-mengutuk pun tak akan menyelesaikan masalah, bahkan akan memperparah keadaan. Para ahli dan praktisi ilmu sosial seyogianya urun rembuk menemukan solusi bagaimana caranya agar mereka-mreka yang dituding sebagai dalang teroris tidak lagi terancam kehidupannya, dan segera meninggalkan aktivitasnya yang berhubungan dengan bom-membom. Para ulama, kiyahi, ajengan, ustadz, da’i, muballigh secara berjama’ah mengkaji Qur:an dan Hadits, menemukan solusi Islam bagaimana caranya agar mereka-mereka yang dituding sebagai dalang teroris tidak terancam kehidupannya dan segera meninggalkan aktivitasnya yang berhubungan dengan bom-membom. Teroris legendaries dari Venezuela, Illich Ramirez Sanchez yang popular disebut Carlos adalah orang kaya. Carlos pernah kuliah di Moskwa. Ia meninggalkan kemewahan, mati-matian berkiprah dalam dunia terorisme. Begitu juga later belakang anggota kelompok Baader-Meinhof di Jermaqn Barat, Brigate Rose di Italia, atau Sekigun di Jepang. Para analis seperti Anthony Storr menyatakan, pelaku terror umumnya penderita psikopat agresif, yang kehilangan nurani, kejam dan sadistis. Kelompok psikopat agressif bisa aelakukan terror sekedar untk terror, terror qua terror, menciptakan sensasi dengan kekejaman. Kaum anarkis, nilistis, dan revolusisoner melakkan terror ntuk mengubah tatanan dunia yang penuh ketimangan dan ketidakadlan. Penganjur utamanya adalah tokoh Rsia dari abad ke-19, Mikhail Bakunin. Mereka ingin menghancurkan dunia yang ada dan menggantinya dengan tatanan baru yang penuh keadilan (KOMPAS, Sabtu, 18 Juni 2009, hal 3, “Teror Puncak Kekerasan”). Organisasi teroris ekstrim kiri Italia, Brigade MERAH (Brigate Rossa) diresmikan berdrinya pada 1970. Pendirinya Renato Curcio denga membentuk kelompok diskusi berhaluan kiri. Kelompok teroris saap kiri Jerman Barat, Sepalan Tentara MERAH (Rote Armen Fraktion), Baader-Meinhof berdiri pada 1968. Pemimpinnya Andrear Baader (1943-1977) dan Ulrike Meinhof (1934-19986). Orgaisasi Pembebasan Palestna (Munazzarat atTahrir Filistiniyah), PLO berdiri pada 1964, bertujuan menciptakan negara Palestina ang sekuler dan demokrasi, dengan usaha meningkirkan Israel. Tentara MERAH Jepang (Sekigunb) dibentuk pada 21 Oktober 1961 leh mahasiswa Yniversitas Kyoto dan Universitas Meiji. Dipimpin oleh Tokaya Shiomi dan Fusako Shigenobu. Semula stigma teroris itu disandangkan kepada kelompok MERAH, kelompo Marxix, kelompok kiri yang meresakan kapitalis. Kini stigma teroris disandangkan kepada kelompok Isam yang meresahkan kapitalis. Pelaku terror itu sekler, sangat kejam dan berani, sekjaligus juga pengecut. Pelaku terror tak kenal Tuhan, akhirat dan moral. Pelaku terror takut mati. Pelaku jihad syahid) kenal Allah, akhirat dan akhlaq Pelaku jihad (sahid) siap mati. Pelaku jihad (be a good Moslem or die as syuhada) dipandang sebaga orang-oang bodoh yang sudah dicuci otaknya, mengalami brainwashing sehingga mudah percaya akan mng-iming bidadari di surga. Wasington Irving, orientalis Amerika Serikat yang sangat benci terhadap Islam, secara sinis melukiskan bahwa ajaran jihad itu mendorong orang-orang bodoh mau menyerbu secara buas ke medan jihad (medan perang). Mereka gampang diyakinkan dengan iming-iming, kalau hidup menapat rampasan perang, kalau mati mendapat surga. Ajaran jihad ini menyimpan baaya ang akan menghancurkan Islam it sendiri (Muhammad Husain Haekal : “Sejarah Hidup Muhammad” , terbitan Tintamas, Jakarta, 1984:693). Model pencegahan teroris menurut mantan Komandan Densus 88, Suradarma Salim adalah dengan memperlakkan mereka sebaga warganegara (Tayangan TVOne, Rabu, 22 Juli 2009, 0700-0800, 2000-2100). Diperlukan penegakan keadilan dan HAM. Memberikan mereka pekerjaan, kata Hendrprioyon0, mantan intelijen. Catatan : Selama kaum Muslimin belum memiliki kekuasaan politik secara riil, apa saja yang dilakukan oleh kaum Muslimin, baik secara perorangan (infardiah) dan secara kolektif (berjama’ah) ? Dan apa juga kaum Muslimin melakukan upaya-upaya untuk memiliki kekuasaan politik secara riil ? Teroris dan Intelijen itu, apakah bagaikan Tom dan Jerry ? Penghuni neraka dan surgea Ada yang membunuh dan yang terbunuh masuk neraka. “Jika ada dua orang muslim berhadapan dengan pedang masing-masing, maka yang membunuh dan yang dibunuh keduanya dalam neraka”. Sesungguhnya yang terbunuh juga berniat akan membunuh lawannya (HR Bukhari, Muslim, dalam “alLukluk wal Marjan” Muhammad Fuad Abdul Baqy, hadis no.1238, “Riadhus Shalihin” Imam Nawawi, Pasal “Niat Iklas”. Ada yang membunuh dan yang terbunuh masuk surga. “Allah tertawa pada kedua oang, yang satu membunuh yang lain dan keduanya masuk surga. Yang pertama berperang fi sabilillah lalu terbunuh, kemudian yang membunuh diberi tobat oleh Allah, lalu berjihad, sehingga terbunuh mati syahid” (HR Bukhari, Muslim dari Abu Hurairah, idem, hadis no.1834, idem). (BKS0907201845) Menghadapi musibah Rasulullah saw menyampaikan “Peliharalah perintah Allah, engkau dapatkan Alla didepanmu. Kenalkan dirimu kepada Allah pada wakt senang, niscaya Allah mengingati pada waktu kamu dalam kesukaran. Ketahuilah bahwa sesuatu yang terlepas darpadamu tidak akan mengenai kamu, dan yang menjadi baganmu tidak akan epas daripadamu. Ketahuilah bawa kemenangan itu beserta kesabaran, dan kegembiraan itu sesudah kesusahan, dan tiap ada keskaran akan ada kelapangan (HR Tirmidzi ddari Abdulla bin ‘Abbas, dalam “Riadhus Shalihin” Imam Nawawi, Pasal Muraqabah). Rajin-rajinlah mengerjakan apa-apa yang berguna dunia akhirat, dan selalu minta bantuan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika kau terkena sesuatu, jangan seali-kali mengatakan “andaikan saya berbuat begini niscaya terjadi begini”. Seharusna kau berkata “Telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat sekehendakNya” (HR Muslim dari Abi Hurairah, dalam “Riadhus Salhin”, Imam Nawawi, Pasal Mujahadah). Dalam menghadapi apa yang disebt dengan terror bom, seharsnsya mengucaakan “Telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat sekehendakNya”. Penguasa searusnya menenangkan rakatnya agar tak resah, gelisah. Mengajak rakyat agar mempercaakan urusan Keamanan kepada aparat keamanan. Memerntahkaqn aparat keamanan agar segera bertindak mengembalikan keamanan. Mengajak korban hidup dan keluarga korban agar bersabar, dan meningkatkan kepercayaan akan kekuasaan dan takdir Allah swt. Mengajak para ahli untuk mengkaji apa sebenarnya yang menjadi motif dari pelaku terror bom, sehingga mereka tak pernah kapok/jera. Dan apakah mereka bisa diaak berbicara baik-baik ? Apakah perlu mendengarkan suara nasehat, advs dari pihak asing ? (BKS0907180715) ang sangat benci terhadap Islam, yang dijadikan acan, dalam “Sejarah Hidup Muhammad” usein Haekal, terbitan Tintamas, Jakarta, 1984:693). Model pencegahan teroris menurut mantan Komandan Densus 88, Suradarma Salim adalah dengan memperlakkan mereka sebaga warganegara (Tayangan TVOne, Rabu, 22 Juli 2009, 0700-0800, 2000-2100). Diperlukan penegakan keadilan dan HAM. Memberikan mereka pekerjaan, kata Hendrprioyon0, mantan intelijen. Catatan : Selama kaum Muslimin belum memiliki kekuasaan politik secara riil, apa saja yang dilakukan oleh kaum Muslimin, baik secara perorangan (infardiah) dan secara kolektif (berjama’ah) ? Dan apa juga kaum Muslimin melakukan upaya-upaya untuk memiliki kekuasaan politik secara riil ? Teroris dan Intelijen itu, apakah bagaikan Tom dan Jerry ? Penghuni neraka dan surgea Ada yang membunuh dan yang terbunuh masuk neraka. “Jika ada dua orang muslim berhadapan dengan pedang masing-masing, maka yang membunuh dan yang dibunuh keduanya dalam neraka”. Sesungguhnya yang terbunuh juga berniat akan membunuh lawannya (HR Bukhari, Muslim, dalam “alLukluk wal Marjan” Muhammad Fuad Abdul Baqy, hadis no.1238, “Riadhus Shalihin” Imam Nawawi, Pasal “Niat Iklas”. Ada yang membunuh dan yang terbunuh masuk surga. “Allah tertawa pada kedua oang, yang satu membunuh yang lain dan keduanya masuk surga. Yang pertama berperang fi sabilillah lalu terbunuh, kemudian yang membunuh diberi tobat oleh Allah, lalu berjihad, sehingga terbunuh mati syahid” (HR Bukhari, Muslim dari Abu Hurairah, idem, hadis no.1834, idem). (BKS0907201845) Menghadapi musibah Rasulullah saw menyampaikan “Peliharalah perintah Allah, engkau dapatkan Alla didepanmu. Kenalkan dirimu kepada Allah pada wakt senang, niscaya Allah mengingati pada waktu kamu dalam kesukaran. Ketahuilah bahwa sesuatu yang terlepas darpadamu tidak akan mengenai kamu, dan yang menjadi baganmu tidak akan epas daripadamu. Ketahuilah bawa kemenangan itu beserta kesabaran, dan kegembiraan itu sesudah kesusahan, dan tiap ada keskaran akan ada kelapangan (HR Tirmidzi ddari Abdulla bin ‘Abbas, dalam “Riadhus Shalihin” Imam Nawawi, Pasal Muraqabah). Rajin-rajinlah mengerjakan apa-apa yang berguna dunia akhirat, dan selalu minta bantuan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika kau terkena sesuatu, jangan seali-kali mengatakan “andaikan saya berbuat begini niscaya terjadi begini”. Seharusna kau berkata “Telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat sekehendakNya” (HR Muslim dari Abi Hurairah, dalam “Riadhus Salhin”, Imam Nawawi, Pasal Mujahadah). Dalam menghadapi apa yang disebt dengan terror bom, seharsnsya mengucaakan “Telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat sekehendakNya”. Penguasa searusnya menenangkan rakatnya agar tak resah, gelisah. Mengajak rakyat agar mempercaakan urusan Keamanan kepada aparat keamanan. Memerntahkaqn aparat keamanan agar segera bertindak mengembalikan keamanan. Mengajak korban hidup dan keluarga korban agar bersabar, dan meningkatkan kepercayaan akan kekuasaan dan takdir Allah swt. Mengajak para ahli untuk mengkaji apa sebenarnya yang menjadi motif dari pelaku terror bom, sehingga mereka tak pernah kapok/jera. Dan apakah mereka bisa diaak berbicara baik-baik ? Apakah perlu mendengarkan suara nasehat, advs dari pihak asing ? (BKS0907180715)

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s