Demokrasis antara teori dan praktek

Demokrasi antara teori dan praktek.

Dalam “Zarb-i-Kalim dengan judul ‘Pemerintahan dari Rakyat” Muhammad Iqbal dengan kata-kata pahit mengecam demokrasi demikian : “A man from Europe has at last disclosed this secret, Though the wise prefer not ti give it out; Democracy is a form of government in which Men are counted, not weighed”.

Dalam kesempatan lain Iqbal mempermain-mainkan demokrasi ala Barat dengan kata-kata sebagai berikut : “The democracy of the West is the same old organs, Which strikes the self-same note of Imperialisme; That which thou regard’st as the fairy Queen of Freedom, In reality is the demon of autocracy clothed in the garb of democracy, Legislation, reforms, concessions, rights and privileges, In the materia medica of the West are but sweet narcotics, The heated discussions of assemblies and conferences, Are the camouflage of capitalists. Thou takest mere illusion for a garden, O thou fool! a cage for the next”.

Dan pada kesempatan lain lagi ia dengan tegas menyerukan pembacaannya : “Run away from democracy and be the slave of the Perfect Man, For out of two hundred asses human wisdom cannot be derived”.(Osman Raliby : “Sedikit Tentang Iqbal”, dalam “Pembangunan Kembali Alam Pikiran Islam”, 1983:23).

SABILI No.12/Th.IV Rajab 1412H/1991M mengulas lenyapnya kemenangan FIS secara demokratis dengan judul “Aljazair Antara Jihad dan Demokrasi” (hal 52-54). Antaraa lain dikemukakan bahwa : Demokrasi ternyata sesuatu yang mahal di negara-negara dunia ketiga. Demokrasi itu sendiri seringkali bersifat nisbi dan tidak jelas batasannya.

Demokrasi dalam prakteknya ternyata kerap kali menyimpang jauh. Di negara yang menyatakan diri menganut faham demokrasi, kenyataan politik yang berjalan sering menyimpang dari yang dicita-citakan.

Pada prakteknya demokrasi itu tak lebih dari suatu doktrin yang dipakai untuk memelihara kepentingan Barat. Fakta menunjukkan, ukuran demokrasi adalah sejauh mana kepentingan negara-negara Barat dengan biangnya Amerika Serikat terlindung. Negara Barat tak segan-segan mendukung rejim represif dan otoriter yang dianggap bisa memelihara dan menjaga kepentingan Barat.

Tuduhan anti demokrasi dengan lugas dialamatkan kepada gerakan Islam, betapapun didukung oleh mayoritas rakyat. Demokrasi hanya dikenakan Barat (Yahudi dan Kristen) dan pendukungnya kepada gerakan-gerakan di luar Islam, yang akan membantu terpeliharanya stabilitas dominasi Barat dengan Amerika serikat sebagai biangnya.

Teriakan-teriakan lantang tentang demokrasi yang digaungkan oleh Barat (Yahudi dan Kristen) dan pendukungnya, tidak lebih dari demokrasi semu. Memobilisasi massa melakukan pergolakan secara luas, terbukti cukup effektif dalam menghadapi pemerntahan yang represif dan otoriter.

Di hampir semua negara ketiga, militer merupakan kekuatan sangat dominan di panggung politik dan kekuasaan. Hampir tidak ada negara-negara dunia ketiga yang pemerintahannya lepas dari kendali militer. Rejim militer di negara-negara dunia ketiga, rata-rata memendam kebencian yang dalam terrhadap aspirasi Islam dan gerakan Islam.

Betapapun besarnya dukungan rakyat kepada gerakan Islam menurut cara demokratis, tidak berarti aspirasi Islam bisa ditegakkan dengan leluasa. Memperjuangkan Islam ternyata tak cukup hanya dengan satu sektor kekuatan. Diperlkan penguasaan dan penghimpunan potensi secara integral dan terpadu dari berbagai bidang.

Diperlukan organisasi yang memiliki kekuatan bersenjata melawan junta militer. Diperlukan militer yang berpegang pada rasa kemanusiaan dan berpihak pada penguasa lalim, meskipun dari kelompok sendiri (penyalin : militer santri, bahkan militer da’i). Diperlukan militer yang berdiri secara netral dan hanya mendukung yang mendapat kepercayaan rakyat, tanpa turut campur tangan dalam urusan-urusan politik.

Kondisi di mana relatif rakyat hidup miskin daan bodoh, tidak memungkinkan demokrasi dilaksanakan secara jujur dan baik. agar supaya demokrasi dapat dilaksanakan secara baik diperlukan pendidikan rakyat yang relatif memadai dan tingkat kehidupan ekonomi yang cukup.

SABILI, No.88, Th.VIII, 6 Rajab 1421H (dalam Telaah Utama membawakan “Pelajaran dari Negara-Negara Islam dan gerakan-gerakan Islam yang diobok-obok oleh musuh-musuh Islam” menganalisa (menela’ah) kekacuan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap negara-negara di dunia seperti Sudan, Somalia, Iran, Irak, Turki, Pakistan, Libiya.

(BKS960901)

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s