Watak Israel

Watak Israel
Semula Yahudi, Bani Israel diberikan kelebihan kemuliaan, kelebihan kehormatan oleh Allah daripada bangsa, umat lain. “Bahwasanya Aku –kata Allah- melebihkan kamu –Bani Israel- atas segala umat” (QS 2:47, 2:122; simak juga QS 7:140).
Namun kemudian mereka durhaka kepada Allah dan melampaui batas, dan tidak melakukan nahi munkar, mencegah kemunkaran. Watak Yahudi, Bani Israel itu suka membuat kemunkaran, berbuat zhalim, menghalangi orang menunaikan perintah Allah dan RasulNya. Suka dan senang melawan para Nabi. Malah nekad membunuh mereka (simak QS 5:70, 3:112, 3:21, 2:91).
Yahudi, Bani Israel itu adalah musuh kebenaran, musuh hidayah, dan musuh orang yang menyeru kepada hidayah. Hatinya keras, kalbunya kasar. Mereka tidak memiliki rasa kasih sayang. Mereka tidak sudi menyerah kepada kebenaran. Akibatnya mereka dikutuk, dilaknat melalui ucapan Nabi Daud dan Nabi Isa (simak QS 5:78-79). Juga disebabkan kezhaliman mereka, maka Allah mengharamkan atas mereka yang dahulunya dihalalkan bagi mereka (simak QS 4:160-161).
Ada juga beberapa orang dari mereka yang berilmu dan beriman kepada Allah. Mereka percaya kepada AlQur:an, kepada Muhammad Rasulullah (Sayid Quthub : “Ancaman Riba dalam Surat AnNisaa (QS 4:162)”, dalam : “Haruskan Hidup dengan Riba”, 1991:110-112; Prof Dr Hamka : “Tafsir AlAzhar”, VI, 1984:66).
Ketika terjadi kemaksiatan di tengah-tengah Bani Israel, dicegah oleh ulama-ulama mereka, dan tidak berhenti. Mendadak para ulama itu juga ikut serta dalam majlis mereka makan minum. Maka Allah menutup hari mereka, dan mengutuk mereka di atas lidah nabi Daud dan Nabi Isa bin Maryam, karena maksiat dan pelanggaran mereka yang melampaui batas”. “Demi Allah yang jiwaku ada di tanganNya, kamu harus tidak membelokkan mereka dan menghentikannya kepada hak belaka” (HR Abi Daud dan atTirmidzi dari Ibnu Mas’ud, dalam Riadhus Shalihin” Imam Nawawi, pasal “Menyuruh Kebaikan dan Mencegah Munkar”; Prof Dr Hamka : “Tafsir AlAzhar”, VI, 1984:338-339; “Tafsir Ibnu Katsir”, II:85; Sayid Quthub : “Keadilan Sosial dalam Islam”, 1994:91).
KH Ifan Zidny alam harian TERBIT, 2 Maret 1994 menulis bahwa ayat-ayat Qur:an yang mengisahkan tentang Bani Israel atau orang-orang Yahudi hampir semuanya mengungkapkan watak-watak kebohongn, keangkuhan, kebencian, kezaliman, pembunuhan, penyimpangan, dan karakter-karakter buruk lainnya (Ridwan Saidi : “Fakta & Data Yahudi di Indonesia Dahulu dan Kini”, 2006:59).
(BKS0607070915)

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s