Memadukan “Islam Pedoman Hidup Yang Lengkap” ke dalam buku pelajaran IPA/IPS (pasti-alam/sosial-budaya)

Imam kami

Imam kami

 

 

Catatan berikut bukanlah dari kalangan guru atau pendidik, apalagi ilmuwan, tapi hanyalah dari kalangan yang peduli akan pendidikan. Diharapkan kiranya pada suatu ketika nanti, ada yang berkesempatan merintis menyelenggarakan suatu sekolah/perguruana yang berco9rak Islamai secara terpadu (integrated), tak terpisah antara pengetahuan agama dari pengetahuan umum (Sekolah Umum plus pengetahuan agama).

Usaha perintisan ini tentu saja dimulai dari bawah, yaitu dari Sekolah Dasar (SD), sebagai dasarnyaaaaaaaaa. Dalam hal ini diharapkan beberapa pokok masalah berkenaan dengan SD Islami terpadu tersebut sebagai berikut :

Maksud dan tujuan :

# SD tersebut dimaksudkana agar para lulusannya memiliki kesiapan dan kemampuan untuk melanjutkan pelajarannya pada sekolah lanjutan, yaitu sekolah yang lebih tinggi.

# Anak didik yang tak berhasil memasuki sekolah lanjutan, dipersiapkan memiliki sekurangnya salah satu cabang ketrampilan atau keprigilan, sehingga memiliki bekal untuk terjun ke dalam masyarakat dan dunia kerja.

# Anak yang selesai mengikuti pendidikannya, diharapkan sudah memiliki kemampuan untuk melaksanakan ibadah seperti : shalat wajib, puasa wajib, amal zikir sehari-hari.

# Anak dsdik diharapkan sudah dapat memiliki akidah keyakinan yang memadai sebagai dasar pedoman memahami dan menghadapi hidup dan kehidupan.

Bahan pelajaran/kurikulum :

# Materi pelajarannya disesuaikan sekurang-kurangnya minimal menyamai kurikulum SD Umum.

# Pelajaran agama tidak dipisahkan secara mutlak dari pelajaran umum, tetapi sebaliknya pelajaran umum tersebut diolah kembali dulu (direvisi) dengan menggunakan pedoman pokoknya pelajaran agama, dan baru kemudian hasil olahan tersebutr disajikan ke pada anak didik.

# Pelajaran IPA direvisi (diproses) dengan pelajaran tauhid, sehingga pelajaran IPA dapat digunakan sebagai sarana untuk menanamkan roh akidah, roh tauhid, roh iman.

# Pelajaran IPS direvisi (diproses) dengan pelajaran akhlak, pelajaran tarikh, kisah, riwayat, ibarat, sehingga pelajaran IPS juga dapat digunakana sebagai sarana untuk membentuk akhlak karimah, budi luhur mulia, menumbuhkan ruh jihad dan ruh ijtihad.

# Pelajaran Matematika direvisi (diproses) dengan roh agama, nafas agama, jiwa agama, sehingga dapat tumbuh rasa kebanggaan akan hasil usaha, ciptaan, penemuan para ilmuwan Muslim dulu, serta mengenalkan alat peraga yang bernafas Islam, seperti sajadah, mushalla, mihrab, mesjid, menara, kullah, kolam, sawah, ternak, kiblat, mukenah, dan lain-lain disamping segitiga, segiempat, bujursangkar, trapesium, kubus, kerucut, dan lain-lain. Juga mengenalkan hitungan yang bernafaskan agama seperti zakat, fitrah, nisab, hisab, raka’at, dan lain-lain, serta menjauhkan dari hitungan yang di luar agama, seperti : bunga, rente, dan lain-lain.

# Pelajaran bahasa direvisi (diproses) dengan pelajaran akhlak, dan tarikh yang membangkitkan kecintaan ke pada Rasul dan agama dan menumbuhkan keinginan untuk meneladani tingkah rasul, yaitu dengan menyajikan bacaan dan contoh-contoh kalimat yang berjiwa agama.

# Pelajaran agama ditekankan pada kemampuan membaca al-Qur:an dan dapat pula memaahami bebeapa ayat al-Qur:an dan beberapa Hadits. Makna ayat-ayat al-Qur:an dan Hadits ini dapat pula dipelajari dan dipahaminya pada pelajaran IPA dan IPS. Di samping itu pelajaran ibadah praktis berkenaan dengan kaifiat shalat, puasa, dzikir yang bersumber dari nash yang shahih.

# Pelajaran kesenian dan olehraga hendaklah disesuaikan dengan kemauan dan kehendak agama.

# Pelajaran ketrampilan/keprigilan diberikan sebagai pelajaran pilihan wajib (fakultatif) di antara berbagai macam ketrampilan seperti : bertukang (tukang batu, tukang mebel), berkebun, berternak (ternak ayam, ternak bebek), memasak, menjahit, sablon, bengkel (sepeda, elektronika), dan lain-lain yang dapat dimanfa’atkannya bila ia tak sanggup melanjutkan sekolahnya, dan di samping itu hasil prakteknya dapat pula dihimpun sebagai dana sekolah/perguruan.

Dana/biaya :

# Dana diusahakan dengan menghimpunnya dari para umat Islam sendiri baik yang kaya mapun yang sederhana (fis sharra wad dharra) sesuai dengan kemampuan dan keikhlasannya, baik yang berupa donatur tetap maupun yang berupa dermawan insidentil, maupun berupa infak, shadakah, zakat, wakaf, derma, sumbangan dari umat Islam.

# Uang sekolah dari anak didik, yang disesuaikan dengan kemampuan orangtuanya, dan diusahakan seminimal mungkin.

# Hasil penjualan dan hasiul kegiatan praktek anak didik pada pelajaran ketrampilan.

Peralatan/perlengkapan :

# Semua biaya peralatan dan perlengkapan disesuaikan dengan dana yang ada.

# Selain gedung dan mebel, diperlukan perlengkapan untuk praktek pelajaran ketrampilan (pra karya), laboratorium, juga perpustakaan untuk menunjang pelajaran formal.

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s